Selalu Belajar dan Mencari Ilmu

Selalu Belajar dan Mencari Ilmu

Belajar merupakan petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut), dan belajar adalah usaha untuk memperoleh kepandaian atau ilmu. Sementara itu, iIlmu merupakan pengetahuan suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu.

Belajar ataupun mencari ilmu tidak hanya di sekolah atau di kelas saja, tetapi bisa dimana saja, dan kapan saja kita ingin melakukannya. Ada pepatah mengatakan, berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi. Maksudnya, Ilmu yang dituntut secara tidak sempurna, tidak akan berfaedah.

Mencari ilmu membutuhkan kesabaran yang tinggi, pengorbanan, serta semangat yang tinggi. Tanpa itu mustahil seorang memperoleh ilmu. Mencari ilmu juga bukan perkara yang mudah. Sebab, ia adalah jalan menuju surga, bahkan jalan tercepat, sedangkan surga dikelilingi oleh hal-hal yang dibenci syahwat manusia.

Lihat lah bagaimana kisah Imam Bukhari Rahimahullah tentang 1000 Dinar yang harus beliau buang ke laut. Oleh sebab itu, bersabarlah dalam menuntut ilmu. Tidak ada batas waktu dalam hal itu, tidak ada batas umur. Kita akan terus mencari ilmu sampai nanti, ketika nafas telah berhenti.

Baca Juga : Belajar Berbagi Dan Peduli Sesama Dari Rabi’ah Al-Adawiyyah

Nah, sobat keren, kira-kira kenapa ya kita harus mau belajar dan mencari ilmu?

1. Menginginkan Kebahagiaan Dunia-Akhirat Harus Wajib dengan Ilmu

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَافَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاٰخِرَةَفَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَه‍ُمَا ڤَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

“Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu” ( Tirmidzi )

2. Keutamaan Mencari Ilmu

مَنْخَرَجَ فِى سَبِيْلِ اللّٰهِ حَتَّى يَرْجِعَ

“Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”  ( Tirmidzi )

3. Kewajiban dan Keutamaan Menuntut Ilmu

مَنْ سَلَكَ طَرِ يْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَه‍َّلَ اللًٰهُ بِهِ طَرِ يْقًا إِلَى الْجَنًَةِ

“Barang siapa yang menempuh Jalan untuk mencari suatu ilmu, niscaya Allah memudahkan ke jalan menuju surga”. ( Tirmidzi )

Selain keutamaan tersebut, ada juga empat hal yang akan membuat kita ikhlas dalam belajar, yaitu:

1. Berniat untuk memperbaiki diri dengan menghilangkan kebodohan darinya.

2. Berniat untuk menebarkan ilmu kepada yang lain.

3. Berniat untuk mengamalkan ilmu.

4. Berniat untuk menghidupkan warisan Nabi Shalallah ‘alaihi wasallam (ilmu yang bermanfaat).

Baca Juga : Hikmah Indah di Balik Rencana yang Tertunda

Sebuah hadits mengatakan bahwa “Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya”  ( Bukhari & Muslim ). Maka, pastikan ketika belajar, carilah ilmu yang sudah pasti bermanfaat. Jangan lupa, renungkan juga isi doa dan hadits-hadits berikut, supaya kita terjaga dari kelalaian mencari tahu hal yang sia-sia.

اَلَّه‍ُمَّ إِنًِيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَأَعُوْدُبِكَ مِنْ عِلْمِ لاَيَنْفَعُ

“Ya Allah aku mohon kepada-mu ilmu yang bermanfaat, dan berlindung kepada-mu dari ilmu yang tidak bermanfaat”

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلا

“Ya Allah, aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyyib dan amalan yang diterima” ( Ibnu Majah )

إنَّ الملائكةَ تضَعُ أجنحتَها لطالبِ العِلمِ رضًا بما يصنَعُ

“Sesungguhnya para Malaikat mereka meletakkan sayap-sayap mereka kepada para penuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan” ( Ibnu Hibban )

Sebagai manusia, kita boleh saja miskin harta, asalkan jangan miskin ilmu.

Allah SWT berfirman :

 .... اِنَّمَاۤ   اُوۡتِیۡتُہٗ  عَلٰی  عِلۡمٍ عِنۡدِیۡ .... 

Artinya : …. Aku ini kaya karena ilmu yang aku miliki… ( Al Qasas : 78 )

Penulis: Nurul Nusrat Jehan

Baca Juga : Mengapa Pengabulan Doa Kita Tertunda?

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.