Antara Lisan Dan Hati

Antara Lisan Dan Hati

Lisan adalah kata-kata yang diucapkan dari mulut, dan akan berujung ke hati. Hati, merupakan pondasi manusia untuk mengungkapkan sesuatu melalui mulut.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata :

فالخبيث يتفجر من قلبه الخبث على لسانه وجوارحه، والطيب يتفجر من قلبه الطيب على لسانه وجوارحه

“Orang yang busuk akan terpancar dari hatinya kebusukan melalui lisan dan anggota badannya. Demikian pula orang yang baik akan terpancar kebaikan hatinya dari lisan dan anggota badannya pula”.

Ucapan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang. Ada banyak orang bangun semangatnya, karena mendengarkan ucapan orang lain, yang telah memotivasinya.

Sebaliknya, ada pula yang terluka, menyerah dan frustasi karena terbunuh perasaannya lewat ucapan orang lain. Sebagaimana pepatah mengatakan, Jika pedang melukai tubuh masih ada harapan bisa sembuh. Tapi jika lidah melukai hati, kemana obat hendak dicari?

Sobat keren, karena hal itulah kita harus berusaha mengucapkan ucapan yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dengan cara yang benar. Jadikanlah mulutmu untuk menebarkan senyum yang indah, serta sebuah kebenaran alih-alih pembenaran diri.

Baca Juga : Aku Melakukan Dosa, Apa Tobatku Akan Diterima?

Jadikanlah mulutmu sebagai pemberi motivasi kepada orang lain, dan dapat menyampaikan kata-kata penuh harapan. Membahagiakan orang dengan kata-kata baik dan berpengharapan akan membuat diri kita bahagia dan jiwa kamu penuh harapan.

Ucapkanlah tutur kata yang baik dan sopan, serta bermanfaat bagi orang lain, karena ucapan adalah doa. Jangan sekali-kali kalian terkagum dengan bagusnya seseorang dalam menyampaikan ucapan yang beretorika belaka. Akan tetapi, kagumlah kepada seseorang yang menyampaikan isi hatinya yang tercermin dalam ucapan yang ikhlas dan benar.

اَلْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Muslim sejati adalah orang yang selamat muslim lainnya dari keburukan lisannya dan kejahatan tangannya”

Dari Abu Syuraih, ia berkata pada Rasulullah ﷺ :

يَا رَسُولَ اللَّهِ، دُلَّنِي عَلَى عَمِلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ

“Wahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke dalam surga.”

Beliau ﷺ bersabda,

إِنَّ مِنْ مُوجِبَاتِ الْمَغْفِرَةِبَذْلُ السَّلامِ، وَحُسْنُ الْكَلاَمِ

“Di antara sebab-sebab seseorang wajib mendapatkan ampunan Allah adalah, ia senantiasa menyebarkan salam dan bertutur kata yang baik.” ( Thabrani dalam Mu’jam Al Kabir no. 469 )

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآجِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْلِيَصْمُتْ - متفق عليه

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia bertutur-kata yang baik atau lebih baik ia diam.” ( Bukhari & Muslim ).

Penulis: Nurul Nusrat Jehan

Baca Juga : Hakikat dan Hak Seorang Hamba

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *