Sering Mengeluh dan Merasa Paling Menderita di Dunia?

Sering Mengeluh dan Merasa Paling Menderita di Dunia?

Assalamualaikum sobat keren, sebagai manusia ada masanya kita lelah dan mengeluh. Lelah dengan kehidupan yang begini-begini aja. Berkelu kesah karena masalah yang terus menumpuk dan menggunung. Alhasil, yang bisa dilakukan hanya mengeluh dan mengeluh.

Manusia tahu bahwa dirinya itu lemah, namun anehnya dia terus menerus tidak taat kepada Dia (Allah) Yang Maha Kuat | Abu bakar As Siddiq ra.

Sobat keren, mengeluh merupakan hal wajar bagi setiap insan, baik tua maupun muda. Ada saja bahan untuk dikeluhkan setiap harinya. Yang bekerja ngeluh capek, yang nganggur ngeluh bosan, yang belum nikah ngeluh lelah sendiri, yang sudah berpasangan ngeluh lelah mengurus istri atau suami, yang belum memiliki anak ngeluh kesepian, sedangkan yang memiliki anak mengeluh berisik dan kelelahan. Merasa nggak?

Tidak ada habisnya yaaa, keluhan itu. Namun, dengan semua keluhan itu apa kita ingat akan kewajiban kita? Apakah kita sudah mengerjakan kewajiban kita sebagai mahkluk Tuhan Allah swt.

Dalam kehidupan fase-fase seperti rasa lelah, merasa dihinakan, terpuruk dan lain sebagainya, pasti akan dialami. Itu semua akan dirasakan beberapa orang dalam beberapa saat. Namun apakah kita pernah bertanya atau berpikir, “Kenapa ini semua terus datang dan menghantui kita? Apakah kita tengah jauh dengan Allah?”

Baca Juga : Menuntun atau Dituntun Dunia

Sobat keren, fase seperti itu membuat kita lemah karena kedekatan kita dengan Allah tengah berjarak. Apalagi, sekarang ini tempat curhat para kaula muda bukanlah wudhu dan bersujud menghadap Allah swt serta membenahi diri. Namun, berkeluh kesah di media sosial.

Banyak yang menempatkan medsos sebagai dinding curhat terbaik, dan berharap mendapat komentar dari netizen untuk masalah yang dibagi lewat status. Padahal, kita seharusnya melihat kalau media sosial bukan milik sendiri saja. Ada jutaan bahkan miliaran orang yang menggunakan media yang sama.

Kita tidak bisa serta merta mengatakan, “Kalo nggak suka unfoll aja!”, “Kalo sebel unfriend aja!”. Selain orang lain juga punya hak terhadap media tersebut, kita juga sebaiknya menahan diri untuk tidak mengumbar banyak hal di media sosial.

Sobat keren, siapapun boleh mengeluh dan orang lain boleh untuk tidak suka terhadap keluhanmu. Namun coba kita pahami lebih jauh, apa keluhan kita  di medsos menyelesaikan masalah kita? Apakah orang yang membaca keluhan kita akan respect terhadap kita? Mungkin seandainya para pengguna sosial media dapat berpikir bijak seperti demikian, bumi ini akan menjadi tempat yang tenang. Hihihi.

Sobat keren, mari kita lebih bijak lagi menghadapi kehidupan, dengan lebih dapat memahami apa yang harus dan apa yang tidak boleh kita lakukan. Jangan pernah merasa tidak ada yang peduli dengan kita. Jangan juga merasa paling menderita. Seharusnya kita sadar, sehina atau seburuk apapun, Allah selalu ada untuk kita.

Baca Juga : Media Sosial Bukanlah Si Benar

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.