Pengorbanan dan Pengabulan Doa

Allah malu terhadap hamba-Nya yang berdoa mengangkat kedua tangannya kepada-Nya.

Sobat Keren, kita pasti sering mendengar bahwa doa adalah senjata orang mukmin. Ya, betul! Saat kita mengangkat tangan untuk berdoa, di saat itulah seolah tak ada hal yang tidak mungkin. Namun, sudahkah d0a-doa kita selama ini berimbang dengan dilakukannya pengorbanan?

Pengorbanan ini tidak melulu dengan harta saja. Segala potensi yang Allah Ta’ala berikan kepada kita, juga memiliki tempat yang sama dalam pengorbanan. Bisa berupa waktu, kehormatan, pengabdian, jiwa, raga, bahkan nyawa.

Namun, sobat keren tahu nggak kenapa kita harus berkorban? Tentu, selain syarat pengabulan doa, pengorbanan juga sebagai syarat memenuhi tujuan hidup kita sebagai manusia. Karena, tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah.  Sedangkan ibadah, hanya bisa dilewati dengan pengorbanan.

Sobat sering berdo’a, “Ya Allah, jadikanlah aku menjadi juara kelas atau lulusan terbaik.” Namun setelah itu, sobat malah sibuk main gadget, eksis di media sosial, dan menonton sinetron setiap hari. Tindakan seperti itu sangatlah tidak baik, ya. Seharusnya, kalian melakukan pengorbanan waktu untuk belajar lebih giat.

Atau diantara sobat ingin dicintai oleh teman-teman, guru dan orang-orang. “Ya Allah, buatlah agar mereka mencintaiku.” Setelah berdoa, sobat berharap mereka semua langsung tiba-tiba mencintai kita. Tidak seperti itu. Kalian harus tunjukkan rasa cinta terlebih dahulu kepada mereka. Lakukan hal-hal yang bisa melembutkan hatinya. Artinya perlu pengorbanan cinta, ya.

Nah, bagaimana pengabulan doa bisa terwujud melaui pengorbanan? Pengorbanan harus dilakukan secara tulus dan murni karena Allah semata. Allah Ta’ala itu ternyata Maha Pemalu, lho. Kok bisa? Iya, Dia malu terhadap hamba-Nya yang berdoa mengangkat kedua tangannya kepada-Nya. Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala adalah maha pemalu terhadap hamba-Nya (yang berdoa dengan) mengangkat kedua tangannya kepada-Nya, kemudian Dia menolaknya dengan hampa.” (HR. Abu Dawud No.1488).

Jadi, apabila sobat berdoa untuk mencari keridhaan Allah dan memberikan pengorbanan di jalan-Nya, hanya dengan niat supaya meraih kedekatan dengan Tuhan, maka Dia tidak akan mengembalikannya dalam keadaan hampa tanpa memenuhi permintaan hambaNya.

Semoga Allah menganugerahkan taufik kepada kita supaya menjadi orang yang murni tunduk pada-Nya, dan menjadi orang yang melakukan pengorbanan hanya untuk Allah semata.