Jaga Kesehatan, Berkurban pun Nyaman

Jaga Kesehatan, Berkurban pun Nyaman

Jaga Kesehatan, Berkurban pun Nyaman

Raden Ilmi Nurbaeti

July 30, 2020

Assalaamu’alaikum sobat keren,

Wah, sebentar lagi Hari Raya Idul Adha akan segera tiba! Hm, tapi wabah corona belum juga sirna. Ada sesuatu yang berbeda nggak, ya, di Idul Adha kali ini? Kira-kira apa yang harus kita lakukan pada hari raya nanti, supaya ibadah oke, dan kesehatan juga tetap terjaga?

Ada yang berbeda pada Idul Adha kali ini, salah satunya adalah tempat penyelenggaraan dan penyembelihan hewan yang sudah diatur sedemikian rupa tanpa melanggar protokol Kesehatan, dan harus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Jadi, tempat penyelenggaraannya penyembelihannya bukan asal-asalan,ya.

Kedua, masih tentang tempat. Ternyata, shalat id kali ini sudah bisa dilaksanakan di masjid atau lapangan, lho! Tidak seperti saalat Idul Fitri kemarin yang dihimbau untuk dilaksanakan #dirumahaja. Tapi, tetap saja ada beberapa kriteria tempat penyelenggaraan salat Id yang harus kita patuhi untuk kebaikan bersama.

Syarat yang pertama, harus ada petugas yang mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaannya. Kemudian, area pelaksanaan juga harus bersih dan disinfeksi terlebih dahulu. Jalur keluar masuk area pelaksanaan juga harus dibatasi, lho! Supaya apa sih? Supaya memudahkan petugas dalam mengawasi protokol kesehatan. Nah, seandainya ada yang melanggar, tentunya nggak akan bisa lolos dari pengawasan petugas. Selain itu, tempat ibadah juga harus menyediakan fasilitas cuci tangan atau hand sanitizer, dan alat pengecekan suhu badan. Ditambah lagi, harus tetap jaga jarak aman antar jamaah.

Selain protokol di tempat pelaksanaan salat Id, ada juga yang harus kita persiapkan sebelum berangkat ke masjid atau lapangan. Yang pertama, tentu saja kita harus dalam keadaan sehat, ya. Tidak hanya itu, jangan sampai lupa untuk tetap menggunakan masker, membawa sajadah dan alat salat sendiri, dan bagi jamaah usia lanjut dan anak-anak sebaiknya tidak ikut hadir berjemaah di masjid.

Nah, setelah kita selesai dengan persiapan-persiapan salat, lalu bagaimana dengan persyaratan penyembelihan hewan kurban?

Sobat keren, dalam proses penyembelihan, harus dilaksanakan di tempat yang memungkinkan untuk diterapkannya physical distancing (jaga jarak fisik). Proses penyembelihan juga sebaiknya hanya dihadiri oleh panitia dan pihak yang berkurban, demi menghindari adanya kerumunan. Kemudian, hewan kurban juga akan dibagikan panitia ke rumah-rumah supaya tidak terjadi antrian yang beresiko menimbulkan kerumunan juga.

Tidak hanya itu, kebersihan para panitia kurban harus juga jadi perhatian. Pertama, suhu tubuh setiap panitia harus dicek terlebih dahulu. Kemudian, masing-masing panitia diwajibkan untuk mengenakan masker, pakaian lengan panjang dan sarung tangan. Pihak penyelenggara juga jangan sampai lupa untuk saling mengingatkan supaya tidak menyentuh mata, hidung, mulut dan telinga.  Nah, kalau proses penyembelihan sudah selesai, masing-masing panitia harus segera mandi sebelum bertemu anggota keluarga di rumah. Terakhir, jangan sampai ketinggalan untuk melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sesudah digunakan.

Sobat keren, banyak sekali protokol yang harus kita patuhi. Ribet, ya? Tapi bukan masalah, karena yang penting kita senantiasa berusaha terjaga dari bahaya pandemi ini. Pasti akan tetap terasa sedih karena Idul Adha kali ini akan berbeda kemeriahannya. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya karena kali ini kita harus mematuhi berbagai macam protokol Kesehatan. Tapi, dengan menjadi sosok yang taat, Insya Allah akan hadir  pada diri ini jiwa yang hebat dan tubuh yang sehat.

Stay taat, sehat dan semangat!

 


Facebook


Twitter


Youtube


Instagram


Spotify

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *