Wariskan Toleransi, Bukan Kekerasan

Wariskan Toleransi, Bukan Kekerasan

Tugas maha besar generasi kita adalah mewariskan toleransi bukan kekerasan

Ridwan Kamil

Seperti yang kita tahu, saat ini di Indonesia sudah banyak kasus serta konflik di masyarakat, yang disebabkan oleh kurangnya sikap toleransi. Salah satu peristiwa yang baru-baru ini terjadi adalah penutupan masjid Ahmadiyah yang ada di Sintang, Kalimantan Barat.

Masalah yang terjadi di antara dua kubu yang berbeda, kebanyakan disebabkan olah kurangnya rasa toleransi pada diri masyarakat. Banyaknya konflik dan kasus yang terjadi, maka banyak pula perpecahan yang dialami bangsa ini. Oleh karenanya, sudah suatu keharusan bagi kita untuk memikirkan upaya pemecahannya, agar suatu persatuan bangsa bisa didapatkan.

Lalu, apa sebenarnya yang harus dilakukan untuk menghilangkan perpecahan dan permusuhan agar menghasilkan persatuan bangsa? Baiklah, mari kita bahas bersama.

Baca Juga :

Toleransi, Kata Yang Sederhana Tapi Sarat Makna

Seperti kata mutiara yang disebutkan di awal, toleransi merupakan salah satu bentuk sikap yang bisa mempererat persaudaraan, perdamaian, saling menghargai atas perbedaan yang ada dalam kehidupan masyarakat, dan juga bisa menjadi sebuah warisan. Agar tidak terjadi konflik antar masyarakat, toleransi harus menjadi kesadaran kolektif seluruh kelompok masyarakat, dari kalangan apapun, usia berapapun, serta profesi apapun.

Sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al- Kafirun yang memiliki makna bahwa kita harus memahami dan menghormati kepentingan dan agama orang lain. Kita juga tidak boleh memaksakan kehendak kita kepada orang lain. Begitu pun kita tidak seharusnya menghina atau mengganggu umat lain.

Ternyata sangat penting untuk setiap orang bisa menumbuhkan sikap toleransi dalam dirinya. Sebagaimana pentingnya sikap toleransi di kehidupan sehari-hari, toleransi juga sangat berpengaruh bagi persatuan bangsa.

Sobat keren, sSudah kita ketahui bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki ragam ras, suku, etnis, budaya dan agama. Keberagaman yang ada telah menjadi simbol persatuan dan dikemas dalam bingkai Bhineka Tungggal Ika. Perbedaan itulah yang seharusnya membuat Indonesia lebih indah.

Ada satu peribahasa yang berbunyi bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Peribahasa ini menggambarkan kepada kita bahwa dengan persatuan maka negara ini akan utuh, dan sebaliknya jika kita lebih mementingkan kehendak pribadi dan golongan maka tunggulah, satu saat negara ini hanya akan menjadi sebuah sejarah.

Hal ini menjadi sebuah pembelajaran yang sangat mendalam bagi kita dalam menghargai perbedaan, dalam hal mana saat ini kerap saling berbenturan satu dengan yang lainnya. Tetapi bagaimana agar kita tetap bersatu ditengah perbedaan yang sudah ada? Yaitu dengan menjadi warga yang memiliki sikap toleransi dengan iman dan moral yang baik.

Baca Juga :

Indahnya Dunia Bila Saling Menjaga

Sobat keren,

Terbayang apabila semua warga Indonesia memiliki sikap toleransi, semua warga akan hidup damai, tentram, akan terciptanya hubungan persaudaraan yang baik dan erat. Namun, akan berbeda apabila semua warga Indonesia tidak memiliki sikap toleransi, tatanan negara akan hancur.

Hal ini bisa dikatakan sesuai dengan fakta yang ada di lapangan, banyak sekali konflik di masyarakat akibat kurangnya rasa toleransi. Apalagi dalam situasi sekarang nilai- nilai toleransi sudah memudar terutama dikalangan masyarakat.

Beriman dalam sikap toleran adalah dengan memiliki hati yang positif, lisan yang membangun, dan melakukan tindakan yang tidak merugikan orang lain. Dan sudah sepatutnya semua kaum yang beriman harus hidup bersaudara.

Persaudaraan merupakan bentuk paling penting dari “ikatan cinta kasih” antar sesama manusia, oleh karena itu perbedaan tidak menjadi kendala bagi kemanusiaan. Bersikap bijak dalam rangka meminimalisir atau mencegah adanya perpecahan yang diakibatkan oleh perbedaan dapat dilakukan dengan berperilaku toleran dan menjaga kerukunan. Selain itu juga bermoral untuk menyebarkan kasih kepada sesama dan lebih menghargai banyak perbedaan.

Sobat keren,

Kita sebagai generasi muda yang merupakan generasi penerus bangsa yang menjadi agen perubahan, tentunya sangat diharapkan untuk lebih mengedepankan suri teladan dalam segala hal, sehingga bisa mewujudkan sebuah kehidupan yang lebih baik. Jika ingin mewujudkan impian tersebut, sangat perlu untuk menumbuh kembangkan nilai- nilai yang ditanamkan dalam kehidupan negara, salah satunya adalah sikap toleransi di kalangan generasi penerus.

Oleh karena itu, jangan menjadikan perbedaan sebagai suatu kecacatan atau kekurangan. Akan tetapi, jadikanlah perbedaan menjadi suatu rahmat dari Tuhan yang patut kita syukuri. Yuk, sebagai manusia yang memiliki sikap toleran dengan iman dan moral yang baik sudah seharusnya kita menumbuhkan persatuan ditengah perbedaan yang ada.

Tulisan merupakan naskah “Lomba Pidato AMSA/AMSAW 2021 atas nama Raysah Sa’diyah (peraih juara III)

Baca Juga :

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *