Ulas Singkat Nabi dan Rasul

Ulas Singkat Nabi dan Rasul

Ulas Singkat Nabi dan Rasul

Islamku Keren

January 25, 2021

Assalamualaikum, sobat keren. Adakah di antara kalian yang tahu perbedaan nabi dan rasul? Ajaran Islam meyakini keberadaan Nabi dan Rasul, bahkan mewajibkan untuk mengimaninya sebagaimana tertuang di rukun Iman yang keempat. Namun, apakah ada perbedaan  di antara keduanya? Yuk, kita ulas!

Kata ‘nabi’ menurut Bahasa Arab adalah bentuk mufrad (tunggal). Sedangkan jamaknya adalah anbiyaa atau nabiyyuun. Nabi artinya orang laki-laki yang menyampaikan kabar gaib yang telah diterima dari Allah SWT. Menurut ketentuan syara dan ijma, yaitu seorang laki-laki merdeka, sempurna akal, yang mempunyai sifat-sifat kesempurnaan dan yang menerima wahyu dari Allah SWT.

Nabi juga disebut rasul. Sebab, jika dia bukan sebagai rasul, maka tidak akan bisa mendapat kabar gaib yang bersih dari Allah, dan tentunya akan berlawanan dengan firman Allah SWT:

Dia (Allah) mengetahui yang ghaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang ghaib itu kecuali kepada rasul yang diridhoi-Nya. (TQS 72: 26-28).

Setiap nabi dan rasul itu dipilih oleh Allah SWT (QS 22:75), seperti Nabi Adam as, Nuh as, para nabi keturunan Ibrahim dan keturunan Imran (QS 3: 33). Jadi, nabi atau rasul itu wajib menyampaikan risalah Allah swt kepada umatnya. Disamping itu, ia juga mengumumkan bahwa dirinya seorang nabi dan rasul,  meskipun ia seorang nabi dan rasul yang tidak membawa syariat.

Nah, bagaimana jika terdapat pandangan yang menyatakan perbedaan antara nabi dan rasul? Pendapat seperti tersebut dilanjutkan dengan penjelasan bahwa rasul diutus ditengah-tengah kaum yang kafir, sedangkan nabi pada orang-orang beriman. Rasul mendapatkan wahyunya melalui mimpi atau malaikat secara langsung, sedangkan nabi hanya mendapatkan wahyu dari mimpi. Seluruh rasul adalah nabi, sedangkan nabi belum tentu rasul.

Jika pandangannya bahwa antara nabi dan resul terpisah, maka akan berlawanan lagi dengan firman Allah SWT yang berbunyi:

وَاذْكُرْ فِى الْـكِتٰبِ اِسْمٰعِيْلَ ۖ اِنَّهٗ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَ كانَ رَسُوْلًا نَّبِيًّا ۚ

Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al-Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya. Dan ia seorang Rasul, lagi seorang Nabi. (QS Maryam, 19: 54).

Berdasarkan ayat ini, seorang Nabi adalah seorang rasul juga. Nah, jadi kesimpulannya, perbedaan antara nabi dan rasul hanya pada penulisan atau penyebutannya saja. Sedangkan wujud dan tugasnya adalah sama, yaitu mendapatkan wahyu dari Allah SWT, dan memiliki kewajiban untuk menyampaikan risalah Allah SWT kepada umat manusia.

Penulis: Azwan Hafiz – Tanjung Balai Sumut


Facebook


Twitter


Youtube


Instagram


Spotify

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.