Ujian yang Datang, Tanda Allah Sayang

Ujian yang Datang, Tanda Allah Sayang

Assalamu’alaikum, sobat keren. Setiap hamba pasti akan diuji oleh Allah SWT, karena memang kita diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Ujian setiap hamba pun pasti berbeda-beda. Ada yang diuji lewat anak, pasangan, harta, orang tua dan masih banyak lagi.

Ketika seorang hamba terlalu cinta dengan makhluk ataupun sesuatu, dan bahkan lebih besar cintanya di banding Allah SWT, maka Allah SWT akan menguji hamba tersebut dengan apa yang dicintainya.

Diriwayatkan dari Sa’ad ibn Abi Waqqash radhiyallahu ’anhu berkata, Aku bertanya: wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat cobaannya? Beliau ﷺ bersabda: “Para nabi kemudian mereka yang berada di bawahnya lalu mereka yang berada di bawahnya. Seorang hamba akan diberi cobaan berdasarkan kualitas agamanya (imannya). Apabila agamanya kuat maka ujiannya semakin berat dan apabila agamanya lemah maka dia kan diberi ujian sesuai dengan kadar agamanya. Cobaan akan senantiasa bersama seorang hamba sampai dia dibiarkan berjalan di atas muka bumi ini tanpa membawa dosa” ( HR. At-Tirmidzi no. 2322 dan Ibnu Majah no. 4013 )

Allah Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan” ( Al Anbiya : 35 )

Baca Juga :

Dunia Ujian Bagi Orang Beriman

Sobat keren, terkadang kita sering mengeluh ketika dihadapkan dengan ujian dalam hidup. Padahal, dunia memang diciptakan sebagai ujian. Apakah dengan ujian yang Allah SWT berikan dapat menambah keimanan, atau justru malah merunkan keimanan.

Itu semua tergantung pada apa yang kita kerjakan. Yang perlu kita ingat adalah

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

La yukallifullaha nafsan illa wus-aha.”

“Allah tidak membebani seseorang, kecuali sesuai dengan kesanggupannya”. ( Al Baqarah : 286 )

Jadi, sebisa mungkin kita kurangi mengeluh dalam hidup kita karena Allah SWT tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupan kita. Allah SWT yakin bahwa kita sanggup menjalaninya. So, kurangi mengeluh yuk!

Mengeluh tidak akan mengubah keadaan. Apalagi, jika kita sadar bahwa sejatinya tujuan hidup manusia di dunia ini tidak lain adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Sebagaimana Allah berfirman dalam surah Az Zariyat ayat 56 :

 وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya:  Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.

Hal itu berarti, ujian yang kita hadapi di dunia ini pun akan bernilai ibadah jika kita sabar, ikhlas dan tawakal.

Baca Juga :

Persiapkan Bekalmu Untuk Akhirat

Nah sobat keren, hidup ini hanya sementara. Kehidupan yang kekal akan ada di akhirat nanti. Di dunia ini hanya persiapan saja untuk di akhirat kelak. Maka, tak perlu mengeluhkan ujian duniawi. Melainkan, persiapkan untuk kehidupan di akhirat nanti.

Lantas bagaimana cara kita mempersiapkan untuk akhirat ketika kita dihadapkan dengan ujian?

Ya. Ketika kita dihadapkan dengan berbagai ujian kita harus banyak bersabar, banyak berdoa, mendekatkan diri pada Allah dan selalu ber-husnudzon pada Allah. Selalu ingat bahwa apapun ujian yang Allah berikan itu akan meningkatkan iman, dan derajat di sisi Allah, maka Insya Allah semua akan dilewati dengan sangat ringan.

Tanamkan dalam hati dan pikiran bahwa dunia adalah permainan belaka. Semua yg terjadi adalah ketetapan Allah. Maka Insya Allah kita tidak akan merasa terbebani dengan semua ujian.

Fokuskanlah diri kita untuk beribadah, yakin bahwa Allah SWT tidak akan pernah meninggalkan kita. Dibalik setiap ujian pasti terdapat kebaikannya, ada hikmahnya. Yang terjadi pada hidup kita itu karena Allah SWT sayang pada kita.

Tulisan : Laela Fathiyatunnisa

Baca Juga :

Share

One thought on “Ujian yang Datang, Tanda Allah Sayang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.