Terlena Akan Reformasi

Terlena Akan Reformasi

Terlena Akan Reformasi

Islamku Keren

April 21, 2021

“Jangan sering-sering menoleh ke belakang kalau ingin melangkah maju, nanti kakinya tersangkut”- Tere Liye.

 

Sebuah nasihat singkat yang memiliki makna dalam dari penulis terkenal di Indonesia, Tere Liye. Secara harfiah, kita bisa memaknai pesan tersebut sebagai nasihat agar kita berhati-hati saat melangkah maju karena jika tidak kaki kita bisa tersangkut ketika berjalan. Namun secara etimologi, kita dapat memaknai pesan tersebut merupakan sebuah pengingat bagi kita untuk tidak terlalu terlena akan apa yang terjadi di belakang (bisa jadi masa lalu) agar kita bisa terus melangkah maju dan tidak tersangkut ketika menghadapi rintangan yang ada di depan (masa depan).

Sudah 23 tahun sejak Indonesia melakukan reformasi secara besar-besaran tahun 1998. Reformasi tersebut didasari oleh kekecewaan dan ketidakpuasan masyarakat pada Orde Baru, yaitu masa kepemimpinan Presiden Soeharto. Mahasiswa sebagai penggerak utama dalam peristiwa tersebut menduduki gedung DPR RI sebagai bentuk protesnya. Tujuan utamanya ialah, menuntut perbaikan segala bidang, terutama melakukan reformasi politik, hukum dan melenyapkan praktik-praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Tuntutan mahasiswa pun di terima, Presiden Soeharto lengser, dan Orde baru pun berakhir. Reformasi tersebut bagaikan sebuah impian yang telah lama di cita-citakan yang akhirnya terwujud. Sebuah peristiwa bersejarah luar biasa yang mampu mengubah tatanan berbangsa dan bernegara.

Dua dekade telah berlalu, namun apakah Indonesia sudah seperti yang dicita-citakan oleh masyarakat ketika reformasi? Mungkin pertanyaan ini bisa dijawab oleh masyarakat yang merasakan masa-masa Orde Baru. Namun bau-bau Orde Baru serta euforia pasca reformasi masih kental terasa hingga saat ini. Pemerintahan masa tersebut memang sudah berakhir. Namun apakah Indonesia sudah lebih baik?

Ada begitu banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan pasca reformasi. Setelah 32 tahun (tahun 1966-1998) Orde Baru berkuasa, ada banyak hal yang harus dibenahi seiring dengan perkembangan zaman yang menuntut perubahan. Apakah negara kita benar-benar sudah bereformasi? Bagaimana dengan kita? Apakah reformasi sekedar embel-embel untuk menjatuhkan pemerintah saat itu saja?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, reformasi diartikan sebagai perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik atau agama) dalam suatu masyarakat atau negara. “Perubahan”, itulah poin utamanya. Ketika kita membahas tentang reformasi, maka kita akan membahas tentang perubahan yang dratis. Perubahan untuk menjadi lebih baik.

Jika kita lihat Indonesia saat ini, sistem pemerintahan kita masih melekat dengan warisan Orde Baru. Korupsi, kolusi dan nepotisme secara nyata terjadi hingga saat ini. Tiap tahunnya selalu saja ada pejabat, baik tingkat daerah hingga nasional, yang tertangkap tangan melakukan korupsi. Aksi kolusi pun sama demikian. Dan nepotisme banyak terjadi antar keluarga para pejabat. Walaupun sudah mengalami perbaikan, kondisi sosial masyarakat Indonesia tidak terlalu baik. Kemiskinan masih tinggi, kriminalitas masih terjadi dan kesenjangan ekonomi kian terasa. Apa yang salah dalam reformasi kita?

Dikutip dari wartaekonomi.co.id, dalam pidato Presiden Joko Widodo saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-22 Partai Amanat Nasional (PAN) tanggal 23 Agustus 2020, Beliau menyampaikan banyak orang yang enak karena reformasi, tapi alergi perubahan. “Langkah yang kita sebut reformasi, sebuah langkah bersama dan langkah kesepatakan bersama, melakukan perubahan besar-besaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Jokowi. Lanjutnya, “Reformasi sekarang ini tidak mudah karena sudah tahu banyak orang yang menikmati situasi yang enak dan yang nyaman, terlalu banyak orang yang sudah lama menikmati zona nyaman. Zona nyaman secara ekonomi, zona nyaman karena status. Sehingga terusik ketika dilakukan perubahan-perubahan.”

Jika kita melihat Indonesia pada tahun 2021 ini, begitu banyak pekerjaan yang harus dibenahi dan begitu banyak hal yang harus kita kejar dibanding negara lain. Terutama dengan semakin berkembangnya teknologi dan informasi. Ketika kita masih mengembangkan layanan telekomunikasi negara-negara lain sudah membahas tentang internet 5.0. Disaat kita berupaya meratakan listrik di seluru Indonesia, negara lain sudah membahas tentang pengembangkan mobil listrik.

Kita memang tertinggal selangkah. Oleh karena itulah perlu dilakukan berbagai reformasi di negeri ini. Mulai dari reformasi industri, reformasi ekonomi, reformasi sosial dan lain sebagainya. Karena jika tidak demikian, bukan hanya negara kita yang terpuruk, kita juga tertinggal jauh oleh negara-negara lain yang terus berlari. Seperti kutipan ayat dalam Al Qur’an surat Ar-Rad:11 “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”

Memang benar, “reformasi” sudah kita wujudkan. Namun reformasi bukanlah sekedar euforia perayaan pelengseran pemerintahan saja. Merupakan pekerjaan besar bagi kita untuk mewujudkan reformasi itu. Kita tidak bisa hanya sekedar senang dan berbangga karena Indonesia sudah pernah melakukan reformasi. Yang dibutuhkan saat ini adalah aksi nyata dalam mewujudkan reformasi itu. Aksi nyata untuk berubah menjadi Indonesia yang lebih baik. Waktu memang sudah panjang terlewati. Namun bukan berarti kita hanya mengikuti arus yang terbuat saja, kita perlu membuat arus yang baru untuk mewujudkan perubahan tersebut.

Ini bukan hanya sekedar tugas pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Pemerintah hanya bisa melakukan perubahan secara politik saja. Yang diperlukan saat ini adalah langkah kita bersama untuk berani berubah, berani bergerak, berani untuk mewujudkan.

Anak-anak muda lah yang memegang tongkat estafet negara ini. Sudah saatnya lah anak-anak muda untuk bangkit dari bayang-bayang masa lalu. Sudah saatnya untuk berhenti merayakan keberhasilan masa lalu. Saatnya kita meraih keberhasilan masa kini. Saatnya kita menghapus kebiasaan lama dengan mengubah mindset pada diri kita. Kita harus berpikir maju ke depan untuk selalu menjadi lebih baik.

Sebagai anak muda, salah satu yang bisa kita lakukan adalah dengan mewujudkan reformasi itu. Yaitu dimulai dengan memiliki cita-cita yang tinggi, memiliki tujuan yang ingin dicapai dan bermotivasi untuk berubah ke arah yang lebih baik. Sebagai pemuda-pemudi kita harus mau bekerja keras, tekun dan tidak mudah menyerah. Kita juga harus mau dan mampu mengikuti perubahan dan kemajuan teknologi agar tidak menjadi orang yang tertinggal. Semua itu adalah bekal menjadi pribadi yang lebih baik guna mendukung terwujudnya reformasi. Pada dasarnya, segala yang kita lakukan dan kerjakan merupakan ibadah kita kepada Allah. Kita harus selalu meminta pertolongan kepadaNya dengan berdoa dan selalu bersyukur. Dan tidak lupa pula selalu berusaha.

Segala bentuk perjuangan dan kerja keras yang kita lakukan merupakan salah satu bentuk cinta tanah air. Karena cinta tanah air merupakan salah satu wujud melakukan reformasi dari diri sendiri.

Sejarah tetaplah menjadi sejarah. Sejarah menjadi pembelajaran bagi kita untuk terus melangkah. Namun sejarah tidak bisa dijadikan penuntun arah. Kita lah yang menentukan bagaimana masa depan kita. Seperti sebuah kutipan, “Alasan kenapa kaca spion jauh lebih kecil dan kaca depan begitu besar, karena tujuan kita ke depan jauh lebih penting dari apa yang telah kita tinggalkan.”

Penulis : Farah Saniyya

Sumber:

https://www.wartaekonomi.co.id/read300585/jokowi-banyak-orang-enak-karena-reformasi-tapi-alergi-perubahan


Facebook


Twitter


Youtube


Instagram


Spotify

Share

38 thoughts on “Terlena Akan Reformasi

  1. Pembahasan mengenai euforia pasca reformasi sangat menarik. Memang benar bahwa sebagian masyarakat masih terpaku pada masa lalu. Ada yang bilang masa orde baru lebih baik bagi ekonomi keluarganya, ada yang bilang lebih buruk dan masa sekarang kondisi baik. Tapi benar yang paling penting bagaimanapun juga adalah masa sekarang dan masa depan. Untuk mengubahnya adalah tindakan saat ini yang paling berarti. Penulis memberi kritik terhadap kondisi indonesia saat ini namun juga memberikan pandangan ia terhadap apa yang semestinya dilakukan. Memberikan motivasi kepada pembaca untuk bangkit dan bersama membangun negeri. A powerful reading experience.

  2. Zaman suharto adalah zaman penyelamat bangsa dari 30 s pki. Sebener nya pertama tama perintahan baik sekali ditinjau dari penyelamat bangsa, kkn dan lainnya setelah kelurga beliau ikut nimbrung bapanya, setelah tumbang presiden presiden lanjutan hanya dapat memperbaiki ekonomi dsb, baru presiden jokowi yang secara terbuka membangun imprastruktur dsn menyamakan harga bbm di indonesia timur, setelah jokowi nanti habis masa jabatan nya siapakah yang lanjuti programnya.

  3. Artikel penulis singkat dan jelas tujuannya, semoga sangat bermanfaat bagi pembaca terutama generasi muda. Reformasi itu harus diwujudkan dalam bentuk nyata bukan hanya didengungkan secara seromonial. Reformasi dalam bentuk lain adalah hijrah, mari kita hijrah dari keterpurukan baik secara jasmani maupun rohani, maju terus generasi muda, aamiin

  4. Peran orang muda dalam hal reformasi bergantung pada pendidikan yang didapat dan cara bersosialisasi orang muda tersebut. Maka dari itu, betapa pentingnya pendidikan untuk mengubah pola fikir anak muda saat ini. Tetap nya pada saat perkuliahan mahasiswa/tenaga ahli pengajar harus mengajarkan dan mengingatkan betapa pentingnya Tri Dharma mahasiswa yang hampir dilupakan kebanyakan mahasiswa saat ini.

  5. Mantaapp tulisannya, mari kita bangun indonesia yang lebih baik, dengan mewujidkan cita-cita para pahlawan dulu kala. Melihat kebelakang boleh, tapi jangan sampai menyingkirkan masa depan yang lebih berharga, indonesia akan menjadi negara maju bila kesadaran akan hal tersebut bukan hanya timbul namun terlaksana

  6. WAHHH TULISANNYA KERENNN,
    sangat informatif, memberitahu pembaca tentang sejarah dan juga mengajak para generasi penerus bangsa untuk mewujudkan indonesia yang lebih baik lagi ke depannya dengan cara para pemuda-pemudi harus memiliki cita-cita yang tinggi, memiliki tujuan yang ingin dicapai dan bermotivasi untuk berubah ke arah yang lebih baik.
    terimakasih penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.