SILATURAHMI DITENGAH PANDEMI

SILATURAHMI DITENGAH PANDEMI

SILATURAHMI DITENGAH PANDEMI

Islam Keren

May 25, 2020

Assalamu’alaikum sobat keren,

Beberapa hari ini media diramaikan dengan berita beberapa oknum warga yang nekat mudik ditengah Pandemi. Tidak lain tujuan mereka adalah kembali ke kampung halaman dan juga silaturahmi. 

By the way, sebenarnya penyebutan yang benar silaturahmi atau silaturahim ya?

Mari kita perhatikan, dalam kata silaturahim. Rahim disini artinya tempat peranakan.

Sehingga yang dimaksud silaturahim adalah menyambung hubungan baik dengan kerabat, sanak, atau saudara yang masih memiliki hubungan rahim atau hubungan darah dengan kita.

Sedangkan silaturahmi. Rahmi ini diambil dari kata rahmah yang artinya kasih sayang. Jadi dapat diartikan bahwa silaturahmi adalah menyambung kasih sayang. Kata ini mencakup jangkauan lebih luas,  menyambung hubungan kasih sayang bukan saja kepada keluarga. Kasih sayang dapat diberikan kepada setiap manusia, siapapun orangnya.

Karena itu, sejatinya tidak ada yang perlu dipermasalahkan antara silaturahmi ataukah silaturahim. Selama makna yang dimaksud sama, yaitu memperbaiki atau menjalin hubungan dengan keluarga dan kerabat.

Adapun perintah silaturahim  dalam Al-Qur’an terdapat pada (Qs. An Nisa : 36)

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS. An Nisa: 36)

Juga sabda yang mulia Rasulullah Saw.

Dari Abu Ayyub Al Anshari radliallahu ‘anhu bahwa seorang laki-laki berkata; “Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke surga.” Orang-orang pun berkata; “Ada apa dengan orang ini, ada apa dengan orang ini.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Biarkanlah urusan orang ini.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melanjutkan sabdanya: “Kamu beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya, menegakkan shalat, dan membayar zakat serta menjalin tali silaturahim.” Abu Ayyub berkata; “Ketika itu beliau berada di atas kendaraannya.” (HR. Bukhari)

Arti kata Silah yakni  menyambung. Apa yang disambung? sesuatu yang telah terputus. Kalau sudah tersambung, tinggal diperkuat.

Sesuai dengan sabda yang mulia Rasulullah Saw. : “Bukanlah orang yang bersilaturahim itu orang yang telah menyambung apa yang tersambung. Tetapi yang bersilaturahim itu menyambung yang putus.”

Jadi ketika akan bersilaturahim, dahulukan orang yang pernah kita lukai hatinya, yang terputus hubungan kita dengannya. 

Selanjutnya, apakah silaturahim  harus dilakukan dengan pertemuan? Tidak harus. Kita kirim hadiah, itu menyambung kasih. Kita ucap atau kirim salam, itu menyambung kasih. Kita berdoa, saling mendoakan, juga tersambung tali kasih. Allah yang jadi perantara kita menyambung kasih.

Lebih luas, silaturahim itu tidak harus face to face. Apalagi di masa Pandemi Covid-19 ini dimana kita harus membatasi aktivitas fisik dengan orang sekitar demi mencegah tertularnya virus. 

Mudik, yang  tujuan awalnya silaturahim justru akan menimbulkan kemudaratan jika dilakukan tidak di waktu yang tepat.

Di zaman modern ini kita lebih dipermudah untuk dapat bersilaturahmi. Bisa melalui telepon, bisa WhatsApp, dan banyak lagi aplikasi yang mendukung kita bersilaturahim tanpa menimbulkan resiko.

Daripada menimbulkan mudharat buat keluarga. Baiknya biaya mudiknya kirim saja sebagai hadiah buat keluarga hehehe.

yuriidullahu bikumul yusr wa laa yuriidu bikumul ‘usr

“Allah menghendaki kemudahan buat kamu, tidak menghendaki kesulitan.”

Semoga Pandemi cepat berlalu, sehingga kita semua dapat kembali bersilaturahmi dengan keluarga tercinta melepas segala rindu.

Penulis : Haaris Waseem Ahmad

[DISPLAY_ULTIMATE_PLUS]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.