al-khaaliq
1 5 min 2 weeks

Assalamu’alaikum sobat keren. Asmaul Husna merupakan nama-nama Indah milik Allah swt yang mewakili masing-masing sifat-Nya yang Maha Sempurna. Salah satunya adalah Al-Khaaliq, yang menjadi nama ke-11 dalam urutan nama-nama Asmaul Husna.

Al-Khaaliq (Arab: الْخَالِقُ) dalam asmaul husna artinya Yang Maha Pencipta. Kata Al-Khaaliq berasal dari kata “Khalaqa” yang memiliki arti mengukur atau memperluas. Makna ini kemudian berkembang menjadi “menciptakan dari tiada, menciptakan tanpa ada satu contoh terlebih dahulu, mengatur, membuat dan sebagainya”.

Al-Khaaliq berarti Allah yang menciptakan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, mulai dari bumi, langit, manusia, jin, malaikat, dunia, akhirat, dan lain sebagainya. Allah swt menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini memiliki ukuran yang tepat, rapi, kuat, dan teliti.

Selain itu, Allah swt Maha berpengetahuan luas tentang bahan-bahan ciptaan-Nya, dan Maha Mengetahui segala sesuatu yang diciptakan-Nya. Oleh karena itu, Allah swt disebut sebagai “Ahsanul Khaliqin” yang artinya sebaik-baik pencipta.

Allah berfirman pada Surat As-Sajdah Ayat 4 berikut:

الله الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ ۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ
Artinya: Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari pada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

Pada surat tersebut disebutkan bahwa Allah swt lah yang menciptakan apa-apa yang ada di bumi dan langit beserta apa-apa yang ada di antara keduanya. Kemudian Allah bersemayam di sebuah tempat yang dinamakan dengan ‘Arsy.

Baca juga :

Sang Khaaliq, Allah SWT

Allah SWT adalah Sang Khaaliq atau Sang Pencipta. Jadi, tidak ada satu pun yang ada di bumi ini yang tidak Ia ketahui. Oleh karena itu, Allah swt adalah sebaik-baik pencipta dan Ia Maha Tahu apa yang terbaik untuk ciptaan-Nya.

Allah berfirman di dalam surat Al Hasyr ayat 24 berikut ini:

هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Artinya: “Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Hasyr: 24).

Pada surat lain Allah SWT berfirman:

ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺧَﺎﻟِﻖُ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ۖ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰٰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻭَﻛِﻴﻞٌ
Artinya: “Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.” (QS. Az Zumar :62)

Sementara di Surat Al-Hijr Ayat 86:

ﺇِﻥَّ ﺭَﺑَّﻚَ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺨَﻠَّﺎﻕُ ﺍﻟْﻌَﻠِﻴﻢُ
Artinya: “Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.”

Di dalam Surat Ath Thalaq Ayat 56 :

ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺧَﻠَﻖَ ﺳَﺒْﻊَ ﺳَﻤَﺎﻭَﺍﺕٍ ﻭَﻣِﻦَ ﺍﻷﺭْﺽِ ﻣِﺜْﻠَﻬُﻦَّ ﻳَﺘَﻨﺰﻝُ ﺍﻷﻣْﺮُ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻦَّ ﻟِﺘَﻌْﻠَﻤُﻮﺍ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳﺮٌ ﻭَﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻗَﺪْ ﺃَﺣَﺎﻁَ ﺑِﻜُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻋِﻠْﻤًﺎ
Artinya: “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu; dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS. Ath Thalaq ayat 56)

Baca juga :

Meneladani Sifat Maha Pencipta Allah SWT

Melihat pemaknaan sifat Allah tersebut, bukan tidak mungkin dapat kita terapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Asmaul husna “Al Khaaliq” memiliki makna bahwa Allah SWT adalah zat yang Maha mampu membuat sesuatu yang baru, berbeda, dan bahkan belum pernah ada sebelumnya.

Dengan demikian, terdapat beberapa contoh perilaku yang meneladani sifat Al-Khaaliq, di antaranya adalah:

  1. Mensyukuri segala kelebihan dan kekurangan fisik yang telah diberikan oleh Allah SWT.
  2. Tidak menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi, walaupun kita adalah makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna.
  3. Tidak bersikap putus asa ketika belum dikaruniai sang buah hati.

Hadhrat Mirza Tahir Ahmad (rh) di dalam Khutbah beliau tanggal 10 Maret 1995, bersabda tentang pentingnya menelaah Asma Ilahi (Asmaul Husna).

“Jika kalian menelaah hal ini (Asma Ilahi), kalian akan memperoleh manfaat. Jadi, penelaahan yang demikian itu terhadap Allah, tidaklah dilarang. Yakni penelaahan yang bersesuaian dengan uraian Al-Quran Al-Karim, serta mengacu pada pemahaman Al-Quran yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ .

Berusaha memahami dan menelaah Asma Ilahi melalui ilmu tersebut, bukan saja tidak dilarang, justru diperintahkan supaya berbuat demikian. ‘Qad jaa’akum bashaairu min robbikum, faman abshara falinafsih’. Barangsiapa menelaahnya, pasti dia akan meraih manfaat.”

Jadi, menelaah lalu mengambil manfaat dari Asma Allah Ta’ala adalah suatu perkara yang tidak ada habis-habisnya, yang akan berlangsung selamanya. Akan tetapi adalah mutlak agar melakukan penelaahan tersebut sesuai dengan Al-Quran. Yuk sobat kita memaknai dan meneladani sifat Khaaliq Allah SWt dalam kehidupan kita !

Baca juga :

One thought on “Sifat Al – Khaaliq

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *