Reformasi Bangsa Berawal dari Reformasi Diri

Reformasi Bangsa Berawal dari Reformasi Diri

Reformasi Bangsa Berawal dari Reformasi Diri

Islamku Keren

April 9, 2021

 “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini”

Moto hidup tersebut tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita, perubahan diri pada setiap orang untuk menjadi lebih baik merupakan cikal bakal dari perubahan bangsa atau dengan kata lain mereformasi diri sama dengan mereformasi bangsa. Namun, tidaklah mudah untuk mencapai keadaan tersebut, tentunya akan banyak rintangan, halangan, ujian dan cobaan selama proses dalam pencapaiannya. Disitulah kita diuji apakah kita benar-benar ingin mereformasi diri atau hanya sekedar ingin namun tanpa tindakan dan usaha. Kebiasaan hidup dan pola pikir haruslah dirubah untuk mencapai keadaan yang lebih baik, yang biasanya selalu membebek pada orang lain, rubahlah, jadilah diri sendiri, dan yang terbiasa dengan pola pikir instan, rubahlah, jadilah  penganalisis bijak. Faktor lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap perubahan diri, namun tetap tergantung pada diri kita sendiri seberapa kuat kekuatan kita dalam mem-filter setiap perilaku yang akan merubah kita menjadi negative. Berikut sepuluh kebiasaan dan pola pikir yang harus diubah demi tercapainya reformasi diri:

  1. Jangan menipu orang yang telah menipu kita

Pernah tertipu? Tentunya tiap orang pernah merasa tertipu dan kesal sesudahnya. Biasanya kita selalu menceritakan apa yang kita alami supaya orang lain tidak merasakan hal yang sama, namun adapula yang karena begitu kesalnya dia membalas penipuannya dengan menipu lagi, mungkin ungkapan barunya, “air tuba dibalas dengan air tuba”, namun jika demikian, apa bedanya kita dengan penipu tadi? Benar jika orang lain benar, pola pikir seperti ini tidak akan merubah seseorang menjadi lebih baik. Jika selamanya pola pikir kita tidak berubah, selamanya kita akan berada dalam lingkaran hitam kecil dan tidak berkembang. Karena mengharapkan orang lain berubah terlebih dahulu barulah kita berubah, itu merupakan pola pikir yang salah, apalagi jika menipu orang yang telah menipu, jelas sekali itu merupakan suatu kesalahan.

  1. Jangan mencemooh nasehat orang yang bijaksana

Duduk dengan orang yang lebih tua, cari pengetahuan dari orang-orang terpelajar, bergaul dengan orang yang bijaksana merupakan kunci kesuksesan seseorang, jadi ketika kita sedang merasa ragu akan sesuatu atau telah melakukan pilihan yang salah  mintalah nasehat dari orang yang lebih berpengalaman yang tentunya bijaksana dalam mengarahkan. Namun terkadang ada saja orang yang merasa jika nasehat tersebut tetap tidak sesuai dengan pola pikir atau pendiriannya, yang akhirnya malah mengatakan hal yang tidak baik bahkan mencemooh si penasehat, hal ini tentu saja secara otomatis telah menghancurkan kesuksesan kita sendiri.

  1. Berilah kemudahan pada orang lain, jangan mempersulit

Memudahkan urusan orang lain tentunya urusan kita pun akan menjadi mudah. Sebagai contoh kecil, membuang sampah pada tempatnya, hal kecil namun besar manfaatnya. Coba bayangkan jika satu orang membuang satu sampah plastik sembarang setiap hari, berapa banyak sampah menumpuk jika setiap orang di dunia ini melakukan hal yang tanpa sadar telah menyulitkan orang lain seperti bencana banjir, menipisnya cadangan air bersih, rusaknya ekosistem laut yang berdampak pada nelayan yang akhirnya kembali pada kita sebagai konsumen yang akan kesulitan menemukan hasil laut yang berkualitas baik.

  1. Bersikap ramah terhadap musuh kita

Pernah mengalami hal ini? Teman jadi musuh dan musuh jadi teman. Bersikap wajar dalam pertemanan, karena mungkin suatu saat teman kita dapat menjadi musuh kita, dan juga bersikap wajar dalam permusuhan, karena bisa jadi musuh kita berbalik arah menjadi teman. Memang sulit jika kita harus ramah terhadap musuh, malah yang ada, setiap bertemu kita pasti akan memalingkan wajah, namun jangan salah dengan keramahan kita dapat mengubah karakter seseorang yang awalnya benci jadi peduli, tidak percaya? Coba buktikan dengan kegigihan kita dalam memperluas pertemanan melalui cara ini!

  1. Jangan menghabiskan waktu hanya untuk mencari kelemahan orang lain, ingat kelemahan diri

Saat ini internet benar-benar sedang mengambil peran yang sangat penting dalam kehidupan, namun dampak atau efek dari internet sangatlah berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Media sosial dikuasai oleh para netizen yang selalu siap dengan komentarnya, tidak sedikit dari mereka yang berkomentar negatif, hal ini disebabkan karena kegiatan mereka hanyalah menjadi seorang stalker atau penguntit yang kegiatannya hanya mencari kelemahan orang lain. Hal yang sia-sia seperti ini merupakan kegiatan yang hanya menghabisakan waktu saja tanpa ada manfaatnya sedikitpun, yang ada hanyalah dengan satu komentar negatif seseorang akan merubah kehidupan orang lain. Banyaknya orang yang meninggal dengan cara bunuh diri diakibatkan oleh komentar-komentar yang menjurus pada pem-bully-an.  Mencari kelemahan orang lain tidak hanya dilakukan di dunia maya, di dunia nyata pun hal tersebut kerap terjadi,  namun alangkah baiknya kita dapat menghentikan kegiatan tersebut, misalnya dengan menasehati para stalker bahwa sebelum mencari kelemahan orang lain, carilah kelemahan diri dulu, mungkin dengan mengingat kelemahan diri, kita menjadi sadar bahwa kita pun mempunyai kelemahan yang bila suatu saat orang mengetahuinya, kita akan merasakan hal yang sama dengan orang yang kita bully.

  1. Waspada terhadap kesalahan-kesalahan kecil

Ada satu ungkapan, “sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit”, ungkapan ini biasanya digunakan untuk mengajak seseorang supaya rajin menabung, namun jika tabungannya adalah kesalahan, apa jadinya? Jika saat ini kita terbiasa dengan menghiraukan kesalahan-kesalahan kecil, jangan heran jika suatu saat kesalahan-kesalahan itu menjadi setinggi gunung atau seluas lautan. Sebagai contoh, karena seseorang meremehkan kesalahannya, dia tidak segera meminta maaf terhadap orang yang telah dia sakiti, akibatnya orang yang disakiti menjadi marah, dendam dan akhirnya nekat melakukan kejahatan besar. Hanya dengan kesalahan kecil, kita dapat merubah seseorang menjadi seorang penjahat bahkan pembunuh, untuk itu merubah kebiasaan kita dalam menyepelekan kesalahan kecil dapat merubah keadaan dimasa depan.

  1. Bersikap positif (baik sangka terhadap diri sendiri)

Siapa bilang jika bersikap positif itu hanya ditujukan untuk orang lain? Diri sendiri juga berhak mendapatkan perilaku positif, karena dengan bersikap positif atau baik sangka terhadap diri kita sendiri mengubah energi sekitar menjadi positif pula. Dengan mengatakan ‘saya bisa, dapat dan mampu’ dapat mengubah pola pikir yang awalnya tidak mungkin dilakukan menjadi mungkin. Tentunya hal ini berdampak bagi orang disekitar kita, sebagai contoh, jika kita ditunjuk menjadi seorang yang diberi tugas atau amanat untuk melakukan sesuatu didalam kerja tim, karena pola pikir kita sudah negatif di awal bahwa ini sulit, mengalami banyak kendala dan hambatan, lalu kita menyerah, sudah tentu hal ini akan berdampak pada kerja tim, yang akhirnya akan memperlambat bahkan menggagalkan suatu pekerjaan atau kegiatan. Kebalikannya, jika pada awalnya kita sudah mempunyai pola pikir positif, semua akan menjadi fokus, efektif, dan lancar bahkan secara tidak langsung kita  membantu orang lain dalam memudahkan pekerjaan mereka. Mulailah berpikir positif!

  1. Jangan terlalu pemalu dan juga jangan sombong

Kecerdasan adalah kebaikan. Bagi seseorang yang diberi kemampuan menjadi cerdas dan pintar akan menjadi sukses, namun jika kita terlalu pemalu karena tidak percaya diri dengan kemampuan kita atau terlalu sombong karena kemapuan kita yang cerdas dan pintar, kedua hal tersebut akan menggagalkan kita dalam menuntut ilmu. Maka dari itu hindarilah sifat terlalu pemalu dan sombong dalam menuntut ilmu. Janganlah pelit ilmu dan pengetahuan karena dengan menyembunyikannya, ilmu dan pengetahuan  tersebut akan hilang. Saat ini mudah sekali untuk menyebarkan ilmu dan pengetahuan yang kita miliki, dengan menyebarkannya, bukan hanya menabur kebaikan namun juga mampu merubah orang lain yang awalnya tidak tahu menjadi tahu sehingga mereka dapat mengambil manfaatnya.

  1. Selektif dalam memilih teman

Jika kita menginginkan perubahan dalam diri kita, rubahlah lingkungan sekitar kita juga, karena jika kita sudah mantap dengan segala macam benteng, perisai diri, semuanya akan sia-sia jika kita masih tinggal dalam lingkungan yang tidak mendukung perubahan kita. Selektif dalam memilih teman merupakan salahsatu pendukung terbaik dalam melakukan perubahan. Tinggalkanlah atau jauhilah teman-teman yang bodoh dan jahat, karena mereka akan memberi pengaruh buruk, dan kita akan dinilai sama seperti mereka. Teman yang dikatakan bodoh dan jahat bukanlah mereka yang tidak menuntut ilmu atau yang melakukan kriminal saja, namun juga mereka yang dapat menghasut kita kedalam kebodohan dan kejahatan yang tak kasat mata, seperti melakukan hal yang sia-sia dan tidak ada manfaatnya.   Teman yang baik diibaratkan seperti orang yang menjual minyak wangi, meskipun  kita tidak diberi minyak wangi tersebut, kita tetap dapat menikmati wanginya.

  1. Watak menyenangkan dan sederhana

Hal-hal kecil seperti menyapa dan bertanya merupakan watak yang disukai dan menyenangkan sebagai bentuk kepedulian kita terhadap orang lain. Berprilaku tulus, jujur, berpikiran terbuka akan memudahkan kita dalam bergaul karena seseorang akan mempercayai kita jika kita berbicara apa adanya. Dengan merubah watak kita seperti ini dapat pula merubah watak orang lain karena orang lain percaya bahwa watak menyenangkan memberikan manfaat baik terhadap mereka. Selain dari watak yang menyenangkan, kesederhanaan merupakan budi pekerti yang sempurna. Dengan bersikap sederhana, kita terhindar dari kesombongan dan berlebihan, menjadikan kita dapat berteman dengan siapapun dan juga lebih bersyukur dengan apa yang sudah kita dapatkan. Sikap berlebihan berdampak buruk bagi orang banyak, sebagai contoh, karena kita mempunyai harta berlebih, kita membeli makanan terlalu banyak yang akhirnya menjadi terbuang karena tidak termakan, hal ini kelihatannya tidak merugikan orang lain, toh kita yang membayar semua makanan yang kita beli, namun ingat, karena sikap berlebihan kita ini cadangan pangan menjadi berkurang dan banyak diluar sana orang yang kekurangan makanan atau kelaparan karena cadangan pangan yang menipis. Oleh karena itu, bersikaplah sederhana karena manfaat yang didapat bukan hanya untuk diri sendiri saja.

Perubahan-perubahan kecil yang kita lakukan sangatlah berpengaruh baik terhadap diri kita sendiri maupun orang lain. Jika kita berhasil merubah kebiasaan dan pola pikir kita sendiri kemudian berpengaruh terhadap orang lain, maka bangsa ini akan menjadi lebih baik. Memang, merubah orang lain itu tidaklah mudah, untuk itu rubahlah diri sendiri dahulu menjdai lebih baik, maka dunia pun menjadi lebih baik. Jika bukan kita, siapa lagi!

Penulis : Hanifah Taheratun Nisa


Facebook


Twitter


Youtube


Instagram


Spotify

Share

32 thoughts on “Reformasi Bangsa Berawal dari Reformasi Diri

    1. Good, I agree…
      Menarik, dan memang tidak mudah untuk bisa melakukan perubahan jangankan untuk orang lain untuk diri sendiri pun sulit, tapi dengan adanya kutipan atau anggaplah cerita diatas sebagai ajakan ataupun motivasi bagi diri sendiri agar bisa mereformasi diri dan bangsa.

      Thank you penulis, ditunggu “Tulisan-Tulisan” berikutnya.👍👍👍

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.