Rasisme Dalam Perspektif Islam

Rasisme Dalam Perspektif Islam

Rasisme Dalam Perspektif Islam

Rahma Roshadi

June 7, 2020

Assalaamualaikum, Sobat keren. Semoga kita semua selalu dalam perlindungan Allah Ta’ala. Kali ini kita akan bicara soal rasisme dalam perspekti agama Islam.

Di tengah perjuangan kita menahan diri untuk meredam virus corona, dunia sudah harus dikejutkan lagi dengan tewasnya seorang pria kulit hitam di Amerika. George Floyd, adalah korban dari kebodohan bernama rasis, yang hanya bisa membuat umat semakin jatuh menangis. Meskipun tindakan rasisme ini bukan yang pertama terjadi, namun entah mengapa, masih banyak orang yang tak mau mengerti. Miris memang. Lalu, bagaimana sebenarnya Islam sendiri memberikan pandangan, terhadap tindakan rasisme yang tak sedikit memakan korban?

Islam memang pernah mendapat ‘tuduhan’ sebagai agama atau sekte rasis, yang hanya mengakui keunggulan keyakinannya saja. Lebih jauh dari itu, agama Islam bahkan sempat dianggap sebagai ajaran yang membenarkan untuk memperlakukan dengan tegas kepada pemeluk agama lain, atau kepada orang yang tidak taat bahkan pencela agama mereka. Perlakuan tegas ini, disamaartikan dengan kekerasan fisik, hanya dengan melihat sejarah perang Rasulullah ketika memerangi kaum kafir pada masa beliau shalallaahu ‘alaihi wa sallam.

Persepsi negatif ini pun semakin mencuat dengan beberapa tragedi terorisme, yang mengatasnamakan ajaran jihad. Islam dianggap sebagai ajaran rasis yang menghalalkan pemeluknya untuk melakukan pembunuhan kepada pemeluk agama lain.

Penjelasan Rasisme Dalam Islam

Sobat keren, sebagai pemeluk agama Islam, sudah barang tentu kita menolak tegas aksi-aksi seperti yang terjadi di Amerika. Meskipun pernah terjadi aksi terorisme yang dilakukan oleh kelompok Islam, namun hal tersebut sama sekali tidak mewakili ajaran Islam sesuai Alqur’an dan teladan baginda nabi.

Islam adalah agama rahmatan lil alamiin, sebagaimana tersebut di dalam Alquran surat Al-Anbiya ayat 108. Diutusnya Rasulullah shalallaahu alaihi wa sallam ke muka bumi, bukanlah sebagai awal peperangan untuk menghakimi para penganut agama selain Islam, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh umat. Hal ini bermakna, bahwa tidak ada satu makhluk pun di dunia ini yang harus merasa takut dengan kehadiran Islam, karena tidaklah ada tujuan lain selain memuliakan seluruh alam, termasuk manusia sebagai bagiannya.

Selanjutnya, Islam memiliki sebuah kalimat tauhid, Laa ilaaha illallaah. Kalimat ini bukan semata-mata pengakuan atas ajaran Islam sebagai keyakinan, melainkan juga memiliki makna bahwa, di dalam Islam, supremasi atau tampuk tertinggi hanya dimiliki oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Tidak ada satu makhluk pun yang berhak untuk menggantikan kuasa-kuasa Allah, apalagi sampai melakukan kekerasan dan menyebabkan kematian. Hanya Allah zat yang Maha Tinggi kuasanya, sehingga memberikan kedudukan yang sama kepada semua makhluk ciptaan-Nya, termasuk manusia, tanpa kecuali.

Baca juga : Amalan Yang Muttaqi

Ajaran Islam juga menggarisbawahi kebesaran Allah yang menciptakan banyak perbedaan di muka bumi.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berilmu” (QS. Ar-Rum: 22).

Bagi siapapun yang mentadabburi ayat Allah di atas, pasti akan mendapatkan ibrah tentang adanya takdir keberagaman. Pluralitas adalah misteri yang hanya Allah saja yang berhak menciptakannya, dan menebarkannya di muka bumi. Tentu saja bukan tanpa tujuan, melainkan untuk menjadikan kita semua saling mengenal satu sama lain, saling melengkapi, dan juga saling mengasihi.

Khutbah Rasulullah Mengenai Rasisme Dalam Islam

Tidak kalah penting, satu hal yang menjadi titik berat tidak adanya rasisme di dalam Islam, adalah khutbah baginda Rasulullah shalallaahu alaihi wa sallam ketika beliau melaksanakan haji wada. Rasulullah salallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Wahai sekalian manusia! Rab kalian satu, dan ayah kalian satu (Nabi Adam). Ingatlah tidak ada keutamaan bagi orang Arab atas orang non-Arab, dan bagi orang non-Arab atas orang Arab, tidak ada keutamaan bagi orang berkulit putih atas orang berkulit hitam, bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit putih kecuali dengan ketakwaan.”

Cukuplah sabda baginda nabi menjadi amanat bagi kita di muka bumi ini, untuk semakin merendahkan diri di hadapan Allah taala, yang kebesaranNya telah menciptakan perbedaan ras, warna kulit, dan juga Bahasa, namun tidak untuk meninggikan atau merendahkan satu terhadap yang lainnya. Rasulullah tida mengatakan “Wahai, orang Islam”, melainkan “Wahai, sekalian manusia”. Artinya, seruan ini ditujukan kepada siapapun di muka bumi ini, bahwa tak satupun di antara kita berhak merasa lebih unggul atas yang lainnya.

Demikian indahnya Islam mengajarkan kesetaraan, dan menjauhkan umatnya dari rasisme. Cukuplah Allah yang kita anggap sebagai yang Maha Agung, sehingga tidak perlu ada keagungan lain selain milikNya, juga tidak ada hal apapun di manapun yang berhak mengungguli kekuasaanNya terhadap sesama.

Note : Jika postingan ini dirasa bermanfaat silahkan untuk menshare kembali.


Facebook


Twitter


Youtube


Instagram


Spotify

Share

One thought on “Rasisme Dalam Perspektif Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.