Rahasia Mantul Atasi Baper

Rahasia Mantul Atasi Baper

Rahasia Mantul Atasi Baper

Adinda Firdhausya

August 6, 2019

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Assalamualaikum sobat keren. Siapa disini yang masih baper dikit-dikit baperrr.. Baper kok dikit-dikit? Hihi. Kita hempas jauh-jauh aja.

Istilah baper bener-bener nghype sekarang-sekarang nih. Dimana hal tersebut menjadi sangat fenomenal karena tersebar dari media sosial yang banyak dipakai oleh orang zaman sekarang. Baper yang sebetulnya singkatan dari bawa perasaan ini gak jauh beda deh sama kata ‘kesinggung’ gitu, sobat keren. Nah apa aja sih biasanya yang bisa bikin kalian baper? Karena omongan temen yang pedes? Lidah mertua yang tajem? Orangtua yang selalu kasih nasehat? Or anything else?

Sebenernya penyebab baper itu apa sih? Seseorang merasakan baper biasanya ada rasa ketidak-nyamanan/ketidak-sukaan terhadap seseorang akibat dari perkataan atau perbuatan yang kurang ‘sreg’ terhadap dirinya. Bisa juga karena orang tersebut memiliki pengalaman masa lalu yang bikin jiwa bapernya terasah jadi sangat sensitif. Pada dasarnya setiap manusia sangat peka terhadap perasaannya tersebut, yang kadang bikin perkataan seseorang yang bermaksud baik, atau biasa kita sebut saran, malah diterima sebagai kritikan oranglain terhadap kita. Entah itu karena siapa yang menyampaikannya, atau kata-kata yang dipakainya.

Btw, kenapa sih harus jauh-jauh dari si baper itu? Penting banget apa? Eittsss penting pake bangeut tau. Karena si baper itu malah bikin jarak antara temen baik, anak-orangtua atau mertua dan menantu. Itu kan ga baik. Menjauhkan rezeki, menimbulkan rasa tidak nyaman saat bertemu, dan rasanya dunia itu sempit. Kesel aja bawaannya. Ya itu karena kita baper tadi.

Kita bisa loh sobat keren terhindar dari baper itu.  Tips dari @islamkukeren yaitu kita harus mulai merubah diri dengan cara perbanyak shalat, dzikir dan mengaji Al-Qur’an. Karena dengan memperbaiki diri kita di dalam beribadah, kita bisa belajar bersabar, menahan gejolak emosi, dan introspeksi tentunya. Kok bisa gitu sih? Bisa dong , coba deh kita ambil pelajaran dari salah satu Firman Allah SWT dalam Surah Al-Anfal : 53 ini :

ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ لَمۡ يَكُ مُغَيِّرٗا نِّعۡمَةً أَنۡعَمَهَا عَلَىٰ قَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٞ 

“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,”

 Gimana sobat keren, udah dapet hikmahnya?

Menghindarkan diri dari “baper” itu amat sangat menenangkan jiwa dan sanubari loh. Kalo istilah gaolnya sih kita hidup “EGP” aja, selama apa yang kita katakan, kita lakukan is still on track. Tidak bertentangan dengan Al-Qur’an, Sunnah Rasulullah SAW dan Hadits. Kita bisa me-manage pikiran kita untuk stay positive. We change our point of view from critics to suggestion. Dengan begitu, Insya Allah “kritik” dari orang lain malah bikin kita makin giat berbenah diri, meningkatkan keperibadian menjadi lebih berkualitas dan mental yang lebih kuat dari baja. Hehehe

At leaaaasttt siapa yang mau join di #nobaperbaperclub, untuk kehidupan yang lebih damai dan sejahtera? Aku sih yes.. 😀

[DISPLAY_ULTIMATE_PLUS]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.