Pemimpin Salah Apa Harus Dicela?

Pemimpin Salah Apa Harus Dicela?

Pemimpin Salah Apa Harus Dicela?

Rena Aisyah

Februari 28, 2019

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sobat keren, Kalo ditanya, apa tujuan dipilihnya seorang pemimpin? Apa tujuannya seseorang ditunjuk menjadi presiden? Jawaban yang paling sering didenger oleh kita adalah biar ada yg ngatur sebuah negara dan pemerintahan, biar ada yang jadi poros di setiap kebijakan yg akan dibuat. Tapi gak sedikit yang mencela pemimpinnya karna dirasa memilih atau melakukan hal yang salah, tanpa nyoba buat cari tahu kenapa dia ngambil langkah yang di anggep salah itu.

Masyarakat kita banyak yang sering ngambil kesimpulan langsung tanpa nyoba untuk tabayyun lebih dahulu, kita gak tahu apa yang ada didalam pikiran pemimpin kita waktu ngambil keputusan itu. Salah satu cara biar kita tahu tujuannya adalah nanya atau ngirim aspirasi aspirasi dengan baik tentang tujuan dari langkah yang dia ambil.

Tabayyun ini bakal bikin kita mikir dan ngekaji kembali, apa kebijakan yang di ambil lebih banyak ngedatangin kebaikan atau keburukan. Kalo emang ngedatangin keburukan langkah yang bisa dilakukan yaitu nasehatin dengan cara yang baik dan sesuai syariat, kalo masih belum nemu jalan keluarnya maka bersabar adalah cara yang selanjutnya

“Sesungguhnya sepeninggalku, kalian akan melihat sikap mementingkan diri sendiri (yang dilakukan oleh penguasa) dan banyak hal yang kalian pasti mengingkarinya (menolaknya).” Para sahabat bertanya, “Apa yang akan engkau perintahkan kepada kami, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tunaikan hak mereka dengan baik dan mohonlah hak kalian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (Shahih al-Bukhari)

Lepas dari situ gak sedikit juga langkah pemimpin yang dirasa salah justru malah mancing celaan keluar dari mulut masyarakat terus di arahinn kepada pemimpinnya, padahal kalo kita renungi celaan gak ngedatangin kebaikan sedikitpun apalagi pahala dan celaan datang dari kita yang ngikutin hawa nafsu bukan akal pikiran. Belum lagi celaan celaan yang semakin lama malah celaan yang mengarah ke ranah pribadi pemimpinnya, misalkan mencela keadaan fisiknya. Padahal udah kita tahu

“Barangsiapa yang menghina seorang penguasa, maka Allah akan menghinakannya.” (HR al-Tirmidzi [2224], dan berkata: “Hadits hasan”).

Jadi pemimpin bukan perkara yang mudah, dibalik tugas yang berat ada juga tanggung jawab yang harus dipikul. Kita harus ngeposisiin diri kita kalo jadi pemimpin, apa kita yakin apa yang dia lakuin bisa kita lakuin? Kadang kita bisa nilai seorang pesepak bola itu gak handal hanya dari layar telivisi, padahal kalo kita turun langsung juga pasti masih ragu2 apa bisa bermain sebaik pesepak bola itu.

Bahkan kita sendiri pun masih belum bisa mimpin diri kita buat lebih baik, mimpin keluarga kita untuk hidup dengan baik, jadi contoh untuk orang lain.

Celaan gak akan jadi peluru yang mujarab biar bisa menembus hati pemimpin tapi berdoa tulus kepada Allah lah peluru yang bisa nyentuh hati pemimpin kita. Lebih lagi ngedatangin pahala buat kita. Doakan mereka terus diberikan kesehatan lahir dan batin, selalu dituntun dijalan yang baik, dijauhkan dari setiap godaan godaan syaitan.

“Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mendo’akan kalian dan kalian pun mendo’akan mereka. Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.” Kemudian ada yang berkata, ”Wahai Rasulullah, tidakkah kita menentang mereka dengan pedang?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak, selama mereka masih mendirikan shalat di tengah-tengah kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang kalian benci, maka bencilah amalannya dan janganlah melepas ketaatan kepadanya.” (HR. Muslim no. 1855)

[DISPLAY_ULTIMATE_PLUS]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *