Non-muslim = musuh? Think about it

Non-muslim = musuh? Think about it

Non-muslim = musuh? Think about it

Dina Mariani

Februari 25, 2019

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sobat keren, coba deh sesekali sobat keren bayangkan bagaimana rasanya jika sobat keren hidup di zaman Rasulullah S.A.W dan menjadi bagian daripada sahabat-sahabat yang berada bersama Rasulullah S.A.W . Sudah pasti ekspektasi yang muncul sangat-sangat indah ya , dapat merasakan langsung kehadiran beliau.

Well, sejatinya hingga saat ini kehadiran beliau masih dapat kita rasakan kok. Rasulullah tetap ‘hidup’ dan berada bersama dengan kita apabila kita memiliki ciri-ciri yang dimiliki oleh pendahulu yang hidup bersama Rasulullah S.A.W yang akan diuraikan dibawah ini.

Allah SWT berfirman:

“Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang- orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (QS. Al-Fath 48: 29)

Telah disebutkan didalam Al Qur’an yakni pada Surah Al Fath ayat 29 ,bahwa ciri-ciri orang yang Rasulullah S.A.W. ada bersama mereka ,yang pertama adalah Asyiddā’u ‘alal kuffār.

Bagaimana sih orang yang Asyiddā’u ‘alal kuffār itu ? Apakah yang dimaksud adalah  mereka yang bersikap keras dengan Non-Muslim ? Di zaman ini gak sedikit orang yang beranggapan bahwa memusuhi  Non-Musljm adalah bagian dari Asyiddā’u ‘alal kuffār ,mereka menganggap kalau orang Non-Muslim adalah kafir yang harus disikapi dengan keras atau bahkan diperangi .

Andai  yang dimaksud kafir itu Non-Muslim, mengapa Rasulullah S.A.W sendiri kita dapati dalam banyak riwayat malah bersahabat dan bekerja sama dengan orang Non-Muslim?  FYI, Al Qur’an sendiri tidak memanggil Non-Muslim dengan sebutan kafir melainkan menyebut mereka dengan sebutan yang lebih halus seperti ; Ahli Kitab,  Yahudi atau Nasrani.

Allah SWT berfirman:

“Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah 60: Ayat 8)

Sobat keren jangan mau ikut terprovokasi dengan pernyataan bahwa Non-Muslim adalah kafir yang harus diperangi dan disikapi dengan keras . Duh, itu gak Islam banget. Islam menolak segala tindakan kekerasan dan intoleran, sebaliknya memberikan kedamaian pada semua orang tanpa memandang ras, suku dan agama. Terkecuali orang-orang Non Muslim yang melakukan kekejaman dan pengkhianatan terhadap islam.

Lebih tepatnya  yang harus  disikapi dengan keras adalah  sifat kufur atau dampak dari kekufuran itu sendiri. Terutama, bersikap keras terhadap sifat kufur didalam diri dengan menjauhi segala bentuk kekafiran, berperang melawan hawa nafsu demi menyucikan hati, juga menghindari diri  dari berlaku dzolim terhadap sesama dengan tangan maupun lisan mereka.

Adapun ciri kedua yang ada didalam diri mereka , ialah Ruhamā’u bainahum. Yakni orang yang penuh dengan kasih sayang terhadap sesama  . So, yang dimaksud dengan sesama disini tidak terbatas hanya berkasih sayang sesama muslim loh sobat keren. Islam adalah agama yang damai. Islam itu rahmat bagi seluruh alam. Sedapat mungkin mereka yang memiliki sifat Ruhama’u bainahum , selalu terlibat dalam mendatangkan manfaat bagi  sesama. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan berada pada barisan terdepan dalam menyebarkan perdamaian.

Sekarang ini,  di zaman yang telah jauh Rasulullah berlalu, kita sebagai generasi muda harus berhasil menjadi duta islam yang damai . Islam yang penuh cinta. Islam yang dapat menghadirkan kembali Rasulullah ditengah-tengah nya  serta dapat menyampaikan  pesan perdamaian yang dibawa beliau ‘alaihissalaam ke seluruh penjuru dunia.

[DISPLAY_ULTIMATE_PLUS]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *