New Normal : Saatnya Taat, Bukan Menghujat

New Normal : Saatnya Taat, Bukan Menghujat

New Normal : Saatnya Taat, Bukan Menghujat

Islam Keren

June 14, 2020

Assalamualaikum, sobat keren. Apa kabar? Sehat selalu, ya! Disini kita akan membahas mengenai situasi terbaru sekarang ini. Dimana kita diminta untuk lebih mengedepankan taat daripada sibuk menghujat.

Setelah sekian bulan Indonesia menerapkan PSBB guna menangkal persebaran virus covid-19, alih-alih membuahkan hasil yang signifikan, persebarannya justru semakin meluas. Selain karena kurangnya kesadaran masyarakat akan himbauan pemerintah, tuntutan ekonomi mengharuskan masyarakat keluar rumah mencari nafkah.

Ah, apa mau dikata? Pandemi ini kian merebak, korban pun semakin banyak. Sekarang bukan lagi waktunya untuk saling menyalahkan, namun sudah saatnya kita meningkatkan kesadaran. Jika selama ini kita terbiasa dengan aktivitas padat di luar rumah, maka kita harus segera beradaptasi dan bisa menahan langkah. Salah satu caranya adalah dengan menaati kaidah new normal. Jangan salah arti, kebanyakan orang menyamakan gagasan new normal ini dengan herd immunity.

Dilansir dari Wikipediaherd immunity yang diterjemahkan sebagai kekebalan kelompok, adalah suatu bentuk perlindungan tidak langsung dari penyakit menular yang terjadi ketika sebagian besar populasi menjadi kebal terhadap infeksi, baik melalui infeksi sebelumnya atau vaksinasi, sehingga individu yang tidak kebal ikut terlindungi.

Melihat dari pengertian di atas, herd immunity tentu saja berbeda dengan new normal. Pertama, belum ada satu negara pun di dunia ini yang sudah mengklaim menemukan vaksin virus corona ini. Kedua, cara herd immunity dilakukan dengan ‘membiarkan’ orang berinteraksi dan membaur dengan virus, supaya tercipta kekebalan alami. Resikonya, diprediksikan 80% populasi penduduk akan berkurang. Wah, ngeri juga, ya? Bahkan WHO tidak merekomendasikan cara seperti ini.

Baca juga : Menjaga Lingkungan, Meraih Keberkatan

New normal yang dipersiapkan oleh pemerintah, tetap mengedepankan protokol-protokol kesehatan yang dianjurkan WHO. Diantaranya, wajib menggunakan masker, menjaga jarak 1 – 2 meter, menghindari kerumunan, dan juga anjuran kebersihan lainnya. Artinya, masyarakat diminta untuk “bersahabat” dengan corona, namun tetap harus waspada. Bersahabat maksudnya adalah kita tidak perlu terlalu paranoid terhadap virus ini tetapi tidak juga menganggapnya sepele.

Sobat keren, kita pasti sadar bahwa pandemik ini sudah mengubah rutinitas kita selama ini. Namun, hanya karena alasan ekonomi, jangan sampai kita mengorbankan nyawa sendiri. Selain itu, sayangi juga keluarga yang menanti kehadiran kita di rumah. Urusan perut kenyang bukan alasan untuk membuat pandemi ini semakin parah.

Meningkatkan kesadaran dalam diri bahwa new normal ini adalah cara terbaik yang dapat kita lakukan saat ini, lebih penting daripada berputus asa dan mengkritik tanpa menyumbang solusi. Kita hanya butuh taat untuk selamat. Semoga dengan taat, kita termasuk ke dalam orang yang mendapatkan rahmat. Aamiin Allahumma Aamiin.

Penulis : Azza Ayumiyanti Puteri

Note : Jika postingan ini dirasa bermanfaat silahkan untuk menshare kembali.


Facebook


Twitter


Youtube


Instagram


Spotify

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *