Menuntut Ilmu : Peran Penting Pelajar Ahmadi untuk Masa Depan

Menuntut Ilmu : Peran Penting Pelajar Ahmadi untuk Masa Depan

Assalamu’alaikum wa Rohmatullahi wa Barakatuhu Saudara rohaniku, Hamba Allah yang saya kasihi, menuntut ilmu merupakan hal yang sangat penting bagi kita sebagai generasi muda. Mari kita renungkan bersama mengenai Sabda Khalifatul Masih al-Khaamis, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz bahwa

“Pentingnya membekali diri dengan Pendidikan dunia yang maju, dibarengi dengan Pendidikan moral yang baik. Sehingga nantinya setiap generasi Ahmadi dapat memberikan peran penting bagi kesuksesan negaranya di masa yang akan datang”.

Pernyataan tersebut menekankan kepada setiap generasi Ahmadi, agar dapat memberikan kontribusi dan turut berpartisipasi bagi kesuksesan negaranya. Kesuksesan tentu sangat bergantung kepada seorang pelopor perubahan sebagai tonggak utama. Mengapa peran pemuda sering disebut-sebut dalam proses kesuksesan? Sebab kaum muda memiliki potensi yang bisa di harapkan dan semangat yang sulit dipadamkan.

Baca Juga:

Pemuda Islam Yang Menuntut Ilmu dan Eksistensinya

Jika kita menelaah sejarah peradaban bangsa, masyarakat meyakini bahwa pemuda memiliki kekuatan paling revolusioner yang mahal dan tak ternilai harganya. Pada fase ini, manusia secara psikologis mencapai puncak hamasah (gelora semangat) dan quwwatul jasad (kekuatan fisik). Alih-alih memelihara stagnasi ataupun status quo, masa keemasan ini memupuk semangat pergerakan dan menggenjot perubahan.

Perubahan hanya tercipta dari semangat pemuda-pemudi yang bercampur dengan pengetahuan dan diimplementasikan melalui tindakan. Ini merupakan salah satu alasan yang menjadi dasar dan tolak ukur penting dalam menyikapi peran pemuda Islam. Eksistensi pemuda Islam dalam kehidupan sangat penting, karena pemuda Islamlah yang memiliki potensi untuk mewarnai perjalanan sejarah kemajuan Islam.

Kiprah mereka telah terukir indah dalam tinta emas sejarah. Mereka merupakan tonggak dan potensi besar suatu zaman. Teringat kutipan hadist Tirmidzi kitabul ilmi bab fadhlulfiqhi,

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ ، وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ، وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ، وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ ، وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Bahwa barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan untuk ke surga. Dan para malaikat karena gembira dengan pekerjaan orang yang menuntut ilmu itu mereka membentangkan sayapnya di hadapan penuntut ilmu itu, dan orang-orang yang tinggal di langit dan yang tinggal di bumi memohon ampunan untuk orang yang berilmu sehingga ikan-ikan di air juga mendoakan untuknya. Dan keutamaan orang yang berilmu atas orang yang beribadah adalah seperti sebagaimana keutamaan bulan atas semua bintang-bintang. Dan para ulama adalah waris para nabi. Para nabi tidak meninggalkan uang, harta sebagai warisan, bahkan warisannya adalah ilmu dan irfan. Barangsiapa yang memperoleh ilmu dia telah meraih bagian besar dan telah meraih kebaikan yang banyak”.

Hadhrat Aqdas Masih Mau’ud a.s bersabda,

”yang dimaksud dengan ilmu bukanlah ilmu mantik (logika) dan ilmu falsafah. Bahkan, ilmu hakiki adalah ilmu yang Allah anugerahkan dengan karunia-Nya.”

Ilmu merupakan perantara untuk makrifat Ilahi dan dengan ilmu itu akan lahir rasa takut kepada Allah. Sebagaimana di dalam Al-Quran Allah berfirman bahwa yang sesungguhnya takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (QS. Al-Fathir ayat 29).

“Jika dengan ilmu tidak timbul kemajuan dalam ketakwaan/rasa takut kepada Allah maka ingatlah, ilmu itu bukanlah merupakan perantara untuk kemajuan makrifat.” ( Malfuzhat jilid I:125 Cetakan Baru )

Jadi, inilah pentingnya ilmu. Untuk menuntut ilmu, orang-orang pun datang ke negara-negara barat. Mereka datang dari tempat yang jauh-jauh dari negara-negara Asia. Jika, di hadapan mereka yang mereka tuju adalah untuk mencari keridhaan Ilahi, maka Allah pun memudahkan upaya mereka untuk menuntut ilmu, dan Allah akan memudahkan jalan untuk menuju surga baginya.

Maksudnya, bahwa Allah sedemikian rupa akan menciptakan kemudahan, sehingga di dunia ini pun tercipta surga baginya. Sejenak berfikir bahwa kita adalah insan yang banyak sekali ketidak mampuan, semoga Allah Shubhanallah wa taala menghilangkan segala bentuk kelemahan kita, dan menganugerahkan kekuatan serta keberhasilan untuk berjuang, menjadi generasi Ahmadi yang berkontribusi dan turut berpartisipasi bagi kesuksesan negara tercinta, bangsa Indonesia. Tentunya, dengan akhlak yang luhur sesuai ajaran Islam.

Wassalamu’alaikum wa Rohmatullohi wa Barakatuhu.

Tulisan ini merupakan naskah Lomba Pidato AMSA/AMSAW 2021 atas nama Aulia Fauziah

Baca Juga :

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *