Menuju yang Dia Cintai

Menuju yang Dia Cintai

Menuju yang Dia Cintai

Fadhilah Ikrima

February 2, 2021

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

Hallo, Sobat keren. Alhamdulillah, jika kita berselancar di media sosial, sebagian anak muda banyak yang mengunggah dan mengatakan bahwa mereka telah berhijrah. Sobat keren pasti sering mendengar kata hijrah, ‘kan? Ada yang tahuarti dan maknadarihijrah?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, hijrah adalah perpindahan Nabi Muhammad SAW bersama sebagian pengikutnya dari Makkah ke Madinah untuk menyelamatkan diri dan sebagiannya dari tekanan kaum kafir Quraisy, berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu dari suatutempatketempat lain yang lebih baik dengan alasan tertentu (keselamatan, kebaikan dan sebagainya, perubahan (sikap, tingkah laku, dan sebagainya) ke arah yang lebih baik. (kbbi.kemdikbud.go.id)

Terkait dengan hijrah, Allah berfirman dalam Q.S An-Nahl/16: 110,

ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا فُتِنُوا ثُمَّ جَاهَدُوا وَصَبَرُوا إِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Kemudian sesungguhnya Tuhan engkau, terhadap orang-orang yang berhijrah sesudah mereka menderita cobaan, kemudian mereka itu berjuang keras di jalan Allah dan tetap bersabar, sesungguhnya sesudah itu Tuhan engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Ayat di atas memberikan gambaran bahwa, bilamana seseorang berhijrah dari kampung halaman mereka dan berjuang pada jalan Allah dengan menanggung sabar atas segala penderitaan, maka Tuhan akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah-sudah. Karena surah ini turunnya di Mekkah, maka jihad yang tersebut dalam ayat ini bukanlah berperang dengan pedang, melainkan berjuang untuk memajukan kepentingan Islam.

Kata ‘hijrah’ dalam Bahasa Indonesia adalah kata serapan dari Bahasa Arab yang maknanya sama. Maka, kita dapat menarik kesimpulan bahwa hijrah adalah meninggalkan sesuatu yang Allah benci menuju apa yang dicintaiNya. Kita bisa mengimplementasikan pada perpindahan dari tempat yang semula kurang baik ke tempat yang lebih baik, misalnya lingkungan pergaulan kita. Lingkungan sekitar kita, jika sekiranya member pengaruh kurang baik terutama dalam hal keimanan, maka sebaiknya kita tinggalkan dan beralih ke tempat atau lingkungan yang baik.

Selain itu, hijrah juga bisa diterapkan pada kerohanian kita. Segala macam penyakit hati, perilaku yang buruk, tindakan dan ucapan, harus bisa kita ubah menjadi lebih baik. Tanamkan niat dalam hati semata-mata karena Allah Ta’ala, untuk taat pada perintahnya dan menjauhi segala laranganNya.

Tentunya, merubah kebiasaan sangatlah sulit. Memerlukan sebuah tekad, proses dan waktu. Dalam menerapkan ini semua, kita harus menemukan teman yang satu tujuan dengan kita, atau bergabung dengan orang –orang yang shaleh, yang senantiasa mengingatkan kita kepada kebaikan.

Jadikan perintah Allah, teladan Rasul, serta orang-orang shaleh sebagai sahabat kita, karena pasti dalam perjalanan hijrah, kita akan menemui cobaan dan ujian. Hadapilah dengan sabar, semoga Allah swt mengampuni semua dosa-dosa kita. Manusia diberikan ujian oleh Allah Ta’ala, karena Allah Ta’ala mencintai hambaNya. Allah Ta’ala pasti ingin mengetahui sejauh mana usaha dan keyakinan kita terhadapNya. Jangan menyerah, Sobat Keren! Tetap istiqomah dan semangat!


Facebook


Twitter


Youtube


Instagram


Spotify

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.