Menambah Ketakwaan dengan Pengorbanan

Menambah Ketakwaan dengan Pengorbanan

Salah satu pengorbanan di dalam Jemaat adalah membayar candah. Candah merupakan pengorbanan harta di jalan Allah yang seharusnya sudah menjadi kebiasaan seorang Ahmadi. Bukan sekadar mengeluarkan sejumlah uang, namun sebagai bentuk ketaatan dan sarana meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

Membelanjakan harta dijalan Allah Ta’ala, serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan 7 bulir, dan pada tiap bulirnya berisi 100 biji.

Setiap bulan kita menyisihkan harta kita unutk membayar candah, menunaikan hak Allah taala (haququllah). Namun sesungguhnya, apa yang kita belanjakan di jalan Allah hakikatnya adalah untuk kemaslahatan umat, sehingga kita pun sedang memenuhi menunaikan hak-hak makhluk-Nya (haququl ibad).

Pengorbanan ini banyak sekali manfaatnya. Di antaranya adalah untuk kemajuan Islam, pendidikan, membantu orang, bahkan bermanfaat untuk diri sendiri. Apabila kita membayar candah, tidak akan mengurangi harta yang kita miliki, karena kita berhubungan langsung dengan Allah.

Dia (Allah) lah yang menciptakan seluruh alam semesta dan yang memerintahkan kita untuk melaksanakan pengorbanan tersebut. Maka tentu saja, kita harus memiliki keyakinan bahwa Allah taala tidak akan menyia-nyiakan apa yang telah kita perbuat.

Percaya tidak? Allah swt akan melipat gandakan balasan dan ganjaran bagi umatnya yang dengan tulus ikhlas membelanjakan hartanya di jalan Allah. Sebagaimana Allah berfirman: “…Dan Allah melipat  gandakan ganjaran-Nya bagi siapa yang dia kehendaki, dan Allah Maha Luas ganjaraNya Maha mengetahui.” (Al-Baqarah: 262)

Ada sebuah kisah yang dialami oleh salah satu keluarga yang sedang mengalami masa sulit. Tak terasa, saat itu sudah memasuki tanggal untuk membayar candah, akan tetapi uang yang ada di genggaman hanya tersisa kurang lebih 100 ribu rupiah saja.

Untuk sesaat, terlintas di benak sang ibu memikirkan cara membagi uang untuk makan dan membayar candah. Mana yang harus didahulukan. Dalam pergolakan hati tersebut sang ibu meyakinkan diri. Dengan mengucapkan Bismillah, ia pun mempergunakan uang tersebut untuk membayar candah. Kenapa hal tersebut ia lakukan? Karena ia berkeyakinan bahwa Allah bersamanya, memantapkan hati untuk tidak takut kelaparan, jangan takut kesusahan, jangan pula takut kekurangan.

Ternyata benar, apa yang Allah taala janjikan dan yang disabdakan oleh Hadhrat Masih Mau’ud as: “…Barang siapa yang melepaskan sebagian hartanya demi untuk Allah maka pasti dia akan mendapatkannya”.

Tidak menunggu lama, hanya berselang 2 menit saja setelah membayar candah, Allah langsung membalas dengan 2 kali lipat dari pembayaran candah yang ia tunaikan saat itu. Tiba-tiba ia dihubungi  orang yang ingin membayar hutang kepadanya.

Padahal si ibu sudah tidak ingat kalau ada orang yang sudah berutang padanya. Ini bukanlah sebuah kebetulan belaka. Sang ibu yakin semua ini adalah keberkahan dari pengorbanan harta, ada campur tangan Allah Taala di dalamnya. Hal itu pun menambah rasa dan keyakinan dalam kalbunya.

Memang, uang 100 ribu sangatlah kecil bagi sebagian orang. Namun, bagi sebagian yang lain, uang tersebut amatlah berarti. Jangan pernah merasa malu ketika kita hanya mampu membayar candah sedikit, karena sedekahmu yang sedikit namun dawam, lebih baik daripada tidak sama sekali.

Namun yang harus diingat, bahwa tujuan dari pengorbanan harta adalah untuk membersihkan dan mensucikan harta yang kita miliki. Selain itu, kita harus senantiasa bersyukur atas rezeki yang Allah berikan kepada kita.

Semoga Allah swt menganugrahkan kepada kita karunia-karunia-Nya, agar kita senantiasa menjadi orang yang selalu ikhlas berkorban di jalan-Nya. Aamiin.

Baca juga: Pengorbanan dan Pengabulan Doa

Penulis: Nurlaila (Gunung Kerinci)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *