Melangkah di Jalan Ketakwaan

Melangkah di Jalan Ketakwaan

Zaman ini adalah zaman yang ditangisi oleh para nabi. Karena, di zaman sekarang banyak orang-orang yang meninggalkan aturan-aturan yang ada di dalam agama Islam, ketakwaan ditinggalkan dan malah melaksanakan larangan-larangan yang sama sekali tidak boleh dilaksanakan.

Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan akar dari segala kebaikan yaitu takwa. Takwa berarti memiliki rasa cinta sekaligus takut. Takwa berarti terpeliharanya diri untuk tetap taat melaksanakan perintah Allah, dan menjauhi segala larangan-Nya. Tak juga berarti keinsafan diri yang diikuti kepatuhan dan ketaatan dalam melaksanakan perintah Allah, dan menjauhi segala larangan-Nya. Takwa, merupakan sinyal kesalehan hidup.

Islam menginginkan kita untuk melangkah di jalan ketakwaan dengan 4 hal.

Pertama, adalah dengan bersikap zuhud. Zuhud berarti menolak segala kebutukan dalam segala aspek kehidupan.

Kedua, dengan kelembutan hati, menahan amarah, berbuat kebajikan dan memaafkan.

Ketiga, dengan kerendahan dan kelembutan hati menjagi diri dari ketakaburan, serta menyatu satu sama lain seolah kita semua berasal dari rahim yang sama.

Keempat, Jujur dalam segala hal, karena jujur akan menuntun pada kebaikan dan mengantarkan ke surga.

Hal lain yang tak kalah penting untuk senantiasa dijaga adalah pardah. Pardah bisa diartikan pembatas antara kaum laki-laki dan perempuan, namun tidak sebatas batasan pakaian saja, melainkan juga menundukkan pandangan. Tujuan pardah adalah melindungi, baik laki-laki dan perempuan, dari hal yang dilarang oleh agama.

Baca Juga : Hakikat dan Hak Seorang Hamba

Bukan hanya di tengah pergaulan, tetap juga ketika sudah berada di dalam bahtera rumah tangga. Istri harus menjaga kehormatan suami, demikian halnya sebaliknya. Karena, orang yang pertama melihat akhlak tak lain adalah pasangannya. Maka perlakukanlah satu sama lain dengan baik, karena sebaik-baik orang beriman adalah orang yang terbaik ahlaknya.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Al Hujurat :13)

Dari ayat ini dijelaskan bahwa kaum laki-laki dan perempuan adalah sama di mata Allah SWT

Di surat lain Allah SWT juga berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu berdiri teguh di jalan Allah dan menjadi saksi dengan Adil, dan janganlah permusuhan suatu kaum mendorong kamu bertindak tidak adil, hal itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al Maidah : 8)

Contohlah teladan Rasulullah saw dalam segala hal, termasuk dalam menasihati. Utamakan kelembutan dan kesabaran. Berbaik sangkalah setiap waktu, berbuat baiklah kapanpun, islah dengan keadaan apapun. Bersatulah kalian dengan yang lain seakan-akan kalian lahir dari rahim yang sama dan berusahalah untuk selalu berada pada jalan ketakwaan

Penulis : Nurul Nusrat Jehan

Baca Juga : Jadikan Sabar dan Sholat Sebagai Penolong

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.