Masa Lalu Bukan Milikmu, Tapi Ambil Bagianmu

Masa Lalu Bukan Milikmu, Tapi Ambil Bagianmu

Masa Lalu Bukan Milikmu, Tapi Ambil Bagianmu

Faiza Ahmad

February 3, 2021

Assalamualaikum, sobat keren.

Pada tulisan kali ini, kita akan bernostalgia membahas “masa lalu”, bagaimana kita harus menyikapinya, dan apakah bisa kita menjadikannya sebagai pelajaran untuk meraih kebaikan?

Menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI), masa lalu adalah masa yang telah lewat. Jadi, dapat kita definisikan sebagai sebuah peristiwa yang pernah kita alami di masa lampau. Kita semua pasti mempunyai masa lalu, baik buruknya masa lalu, pasti sudah juga kita lalui. Masa lalu memang memiliki suasana yang nyaris tak dapat dilupakan oleh setiap orang, karena di sana kita meninggalkan jejak-jejak, baik berupa kenangan yang negatif maupun kenangan yang positif.

Sobat keren, setiap insan yang bernyawa dan memiliki hati pasti pernah mengalami baik buruknya masa lalu. Bukan begitu? Selama ini, banyak orang yang salah paham tentang masa lalu. Hampir setiap orang meyakini bahwa masa lalu hanyalah miliknya sendiri, dan juga bagian dari kehidupannya sendiri. Contohnya, ketika dulu kita memliki sebuah barang, baik hasil membeli maupun pemberian orang, kita akan mengatakan dulu kita memilikinya, atau barang itu dulu adalah bagian dari kehidupan kita. Padahal sebenarnya, diri ini hanyalah “pengantar” perjalanan barang itu, kepada pemilik aslinya.

Dua hal yang harus kita perhatikan yaitu, yang pertama, milik. Meskipun sebuah barang kita miliki, namun sejatinya barnag tersebut bukan merupakan bagian dari hidup kita, bukan tempat kita berasal, dan bukan termasuk hal yang bisa membentuk diri kita. Barang tersebut hanya singgah sebentar, untuk berada bersama kita beberapa saat saja.

Yang kedua adalah Bagian. Sesuatu yang niscaya menjadi hal yang melekat dalam diri kita, yang secara makna pun tidak dapat dipisahkan lagi, itulah bagian kita. Terhadap barang itu pun, jika ada satu atau dua hal yang selalu melekat meskipun keseluruhan barang tadi sudah tidak bersama kita, maka hanya secuil itu lah bagian kita, bukan semuanya.

Sobat keren, memang tidak mudah memahami sesuatu yang selama ini, seolah-olah, kita miliki, untuk kita relakan kepergiannya dan menyisakan sebagiannya saja yang benar-benar menjadi milik kita. Seseorang yang sangat kita cintai, yang selama ini kita miliki sebagai ibu, ayah, teman, atau pasangan, suatu saat akan pergi dan menyisakan bagian kenangannya saja. Apalagi hanya sekadar benda duniawi, yang mungkin tak pernah menyisakan bagian apapun untuk kita setelah tidak kita miliki lagi.

Oleh sebab itu, pandai-pandai lah memilih, meraih, dan memaknai sesuatu untuk kita miliki, agar kelak kita tetap bisa mendapatkan bagiannya, tidak hanya di dunia, namun juga sampai di kehidupan yang abadi di akhirat kelak.

Ingat kata pepatah, “jika hidupmu tak seindah harapanmu, minimal jangan rusak hidupmu dengan harapan yang buruk”. Maka jika kita tidak pernah tahu akan seperti apa kesudahan hidup kita nanti, maka jangan biarkan hal-hal yang buruk sengaja kita miliki saat ini, yang tak akan pernah memberikan bagian kebahagiaan kepada kita nanti.

 

Tulisan: @faizaamd_


Facebook


Twitter


Youtube


Instagram


Spotify

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.