Makna Pengorbanan dalam Pendidikan Anak

Makna Pengorbanan dalam Pendidikan Anak

Makna Pengorbanan dalam Pendidikan Anak

Rahma Roshadi

July 23, 2020

Assalamu’alaikum sobat keren,

Proses pembelajaran pada anak, tidak bisa kita pungkiri, pasti akan penuh dengan beragam distraksi. Terlebih lagi, kegiatan tatap muka yang dibatasi karena pandemi. Tidak sedikit orang tua yang mengeluh karena tidak mampu mendampingi anak belajar, namun di saat yang sama, di pundak orang tua lah para guru menaruh harapan besar. Meskipun kondisi belum sepenuhnya kondusif, bukan berarti guru dan orang tua tidak mampu berperan aktif. Hal ini karena, terjaminnya pendidikan anak, adalah sebuah pengorbanan yang tak mungkin berhenti barang sejenak.

Hampir semua sekolah menutup kegiatannya dan mengalihkan ke kegiatan belajar dari rumah. Akibatnya, banyak anak-anak “dirumahkan”, demi keselamatan diri akibat situasi yang belum bisa terkendali. Data WHO mengatakan, lebih dari 850 juta siswa di seluruh dunia terpaksa tidak pergi ke sekolah, karena dampak wabah yang menjalar hingga ke institusi pendidikan. Lalu, bagaimanakah jaminan terhadap masa depan kualitas pendidikan anak-anak kita?

Berkaitan dengan hal tersebut, Islam adalah sebuah jalan yang juga mengajarkan pentingnya pendidikan bagi anak, sekaligus sebagai bentuk pengorbanan orang tua. Seperti para bijak mengatakan bahwa anak adalah titipan Allah untuk kita, maka seketika orang tua berdoa untuk memiliki anak, saat itulah sudah harus terpikir tentang tanggung jawab tarbiyatnya. Lebh jauh lagi, anak adalah generasi pewaris dan tabungan akhirat yang karakternya akan terbentuk salah satunya oleh pola asuhan orang tuanya. Maka setidaknya, timbul kewajiban orang tua untuk memberikan dasar hubungan harmonis kepada Sang Pencipta, kepada sesama manusia, dan kekuatan untuk menghadapi tantangan zaman.

Pandemi ini tidak hanya melanda negara kita. Artinya, kondisi yang sama juga dialami oleh negara-negara di dunia, termasuk pula negara-negara maju yang sangat memperhatikan pendidikan warga negaranya. Lebih jauh lagi, jika negara lain tetap bisa mengawal pendidikan bagi generasi bangsanya, maka Indonesia juga harus bisa melakukan hal yang sama. Tidak mudah memang, namun bukan berarti ini akan menjadi rumit, asalkan orang tua dan guru berkorban dalam sinergitas mendidik anak-anaknya.

Sebuah kunci utama dari terwujudnya sinergitas tersebut adalah, komunikasi yang baik antara orang tua dan guru. Beberapa perangkat daring mungkin digunakan oleh sekolah untuk menyampaikan materi pelajaran. Di saat yang sama, ada baiknya orang tua juga turut aktif menggali informasi dan “melek IT”, sehingga bisa dengan mudah mendampingin putra-putri mereka yang sekolah dari rumah. Memiliki kemauan untuk mendobrak batasan diri pada kemajuan teknologi, saat ini termasuk sebuah pengorbanan yang harus dilakukan oleh orang tua dan juga guru, jika mereka ingin melihat anak atau siswanya tetap bisa “melebur” dalam pola baru pembelajaran daring.

Pada sisi yang lain, para guru pun sebaiknya tidak sekadar memberi materi, tanpa menjalin komunikasi dengan para orang tua tentang keaktifan anak di sekolah daring. Mengingat, kendala terbesar muncul dari anak-anak yang memiliki orang tua bekerja, sehingga ketika mereka belajar sendiri di rumah, pengawasan akan menurun karena jauh dari guru dan jam sekolah daring yang lebih singkat. Pengorbanan para guru pun pasti akan jauh lebih berat dalam hal mengevaluasi para siswa yang tidak duduk dalam 1 kelas seperti biasanya.

Sebaran virus covid-19, setidaknya memberikan pelajaran mendalam, bahwa terdapat pengorbanan-pengorbanan besar dalam mendukung kemajuan pendidikan anak. Menginginkan anak mendapat nilai dan didikan yang sempurna, bukan sekadar membekalinya dengan uang saku, gadget, dan buku-buku, melainkan ada barang mahal bernama waktu yang harus dikorbankan lebih banyak oleh orang tua dan guru. Orang tua adalah contoh terdekat dan yang paling sering terlihat perilakunya dan terdengar lisannya oleh anak. Sementara guru, memberikan materi tambahan hasil dari penerjemahan beragam teori keilmuan. Pengorbanan orang tua dan guru, adalah sebuah harmoni yang akan mengindahkan pembentukan anak dalam hal intelegensia, emosi, dan juga spiritualnya.


Facebook


Twitter


Youtube


Instagram


Spotify

Share

2 thoughts on “Makna Pengorbanan dalam Pendidikan Anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *