Lawan Stigma Niqab Ciptakan Reformasi Indonesia

Lawan Stigma Niqab Ciptakan Reformasi Indonesia

Lawan Stigma Niqab Ciptakan Reformasi Indonesia

Islamku Keren

April 9, 2021

Pancasila sebagai ideologi bangsa menjadi patokan masyarakat untuk berperilaku yang budi dan luhur. Meskpun demikian, apabila kita melihat keadaan sosial bangsa Indonesia dewasa ini terutama diantara kaum pemuda keberadaan Pancasila belum sepenuhnya menjamin kehidupan bangsa yang dicita-citakan. Masih banyak permasalahan yang dihadapi kaum pemuda Indonesia. Bahkan menimbulkan konflik dan perpecahan yang mengancam persatuan bangsa dan menghambat negeri Indonesia untuk berevolusi.

Negara Indonesia adalah negara demokrasi dan terkenal dengan toleransi yang tinggi. Indonesia terkenal dengan keanekaragaman budaya dan tradisi. Mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim namun demikian bukan berarti Indonesia adalah negara muslim karena banyak juga penganut agama lainnya seperti Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu. Nah, karena banyak sekali perbedaan yang terjadi di antara penganut agama, tak jarang timbul perselisihan dan peperangan yang berakibat pada perpecahan. Jangankan diantara agama yang berbeda, di dalam satu agama pun sering terjadi konflik dan perdebatan seperti yang terjadi di kalangan pemuda muslim Indonesia. Isu yang sekarang ini tengah hangat diperbincangkan dan diperdebatkan oleh pemuda dan masyarakat Indonesia pada umumnya adalah masalah Niqab atau cadar yang dipakai oleh para perempuan muslim baik di Indonesia sendiri maupun di berbagai negara belahan dunia.

Niqab (cadar) adalah pakaian penutup kepala dan wajah kecuali mata hingga seluruh tubuh. Niqab ini menurut agama Islam adalah suatu perintah Al-Qur’an kepada setiap perempuan muslim dengan tujuan untuk menjaga aurat dan pandangan buruk dari kaum laki-laki agar terjaga kesuciannya. Tujuan Al Qur’an tentang niqab atau cadar ini sangat mulia sekali yaitu untuk melindungi kaum perempuan. Jadi, sebenarnya tidak ada masalah tentang niqab ini. Namun, yang menjadi masalahnya adalah aksi terror yang dilakukan oleh kaum berniqab yang mengatasnamakan Islam telah membuat kerusuhan di negara-negara sehingga membuat orang lain khususnya yang non-islam merasa takut dan tidak nyaman. Dari situlah mereka mengklaim bahwa orang-orang yang memakai cadar adalah teroris dan orang jahat sehingga pemerintah juga melarang penggunaan Niqab atau cadar di negaranya masing-masing. Di Indoneisa pun juga sama. Banyak sekali masyarakat Indonesia takut dan mengatakan bahwa kaum perempuan berniqab adalah teroris dan menyeramkan. Selain itu, menurut mereka dibalik niqab ini adalah ISIS suatu gerakan aksi terror yang mengatasnamakan Islam yang katanya tujuan mereka itu adalah untuk membela agama Islam. Banyak aksi bom bunuh diri di berbagai daerah di Indonesia dan itu juga dilakukan oleh mereka (ISIS). Jadi, karena ISIS mengenakan pakaian syar’I dan berniqab dan mereka juga mengaku bahwa mereka beragama Islam, maka masyarakat lain telah mencap kaum berniqab itu teroris.

Dengan demikian, kaum perempuan muda maupun tua yang berniqab disebut sebagai Islam yang kontroversial dan ekstrem. Dan itu dianggap bahaya oleh sebagian masyarakat Indonesia. Mengapa berbahaya? Karena, para ekstrimis Islam ini membawa ajaran dan pemahaman baru kepada masyarakat Indonesia. Malahan mereka ingin mengubah ideology Pancasila ini menjadi system khilafat. Hal tersebut sangat bertentangan dengan ideology negara Indonesia. Mereka mengumpulkan para pemuda dan memberikan pemahaman-pemahaman ke dalam pemikiran mereka sehingga tertanam di dalam otak mereka. Nah, hal yang demikian itu dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa karena ajarannya mengganti pemerintahan yang demokratis dan berpedoman Pancasila. Lalu, apa hubungannya isu ini dengan kaum pemuda Indonesia yang mengemban tugas untuk menciptakan revolusi besar bagi bangsa Indonesia?

Dari penjelasan masalah di atas, tentu berdampak bagi para pemuda Indonesia. Jika para pemuda dan pemudi Indonesia terbawa oleh hasutan-hasutan buruk yang mengancam kedaulatan bangsa, maka bangsa Indonesia ini tidak akan pernah maju dan justru sebaliknya bangsa ini akan terpuruk dan hancur serta terpecah belah. Kesatuan bangsa akan hilang dan cita-cita bangsa Indonesia menuju reformasi tidak akan pernah tercapai. Alih-alih bersatu dan berjuang bersama mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi bangsa, justru malah menghancurkannya. Para pemuda seharusnya menciptakan perubahan positif bagi bangsa Indonesia.

Nah, jika demikian, apa yang seharusnya dilakukan oleh kita sebagai para pemuda untuk menciptakan kembali persatuan bangsa dan menciptakan reformasi? Apa peran pemuda dalam perwujudan cita-cita bangsa? Bagaimana sikap pemuda/pemudi terhadap kaum perempuan berniqab yang mempunyai stigma negatif di kalangan masyarakat?

Kita sebagai pemuda tentu harus berusaha keras untuk mempersatukan kembali bangsa Indonesia. Karena pemuda adalah bagian integral dari masyarakat. Meskipun berbagai konflik dan perpecahan tidak dirasakan secara langsung oleh sebagian masyarakat, namun jika dibiarkan akan merusak total seluruh bangsa. Hal utama yang harus dilakukan oleh pemuda sebegai generasi penerus adalah meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa. Artinya, kita harus hidup sesuai ajaran yang diajarkan di dalam agama masing-masing. Karena semua agama pasti mengajarkan kebajikan. Selanjutnya, para pemuda harus menanamkan rasa kecintaan dan peduli terhadap sesama manusia tanpa melihat perbedaan apakah dia kaya atau miskin, hitam atau putih, dan lain sebagainya. Terutama bangsa kita ini sangat banyak ragam ras, suku, Bahasa. Sikap toleransi yang tinggi harus melekat di dalam diri setiap pemuda Indonesia. Dengan begitu akan timbul rasa nasionalisme yang tinggi dan mendorongnya untuk mempersatukan seluruh bangsa untuk cita-cita yang satu.

Menciptakan reformasi bangsa tidak akan pernah terwujud tanpa adanya sebuah reformasi dari pemuda bangsa Indonesia. Sekarang saatnya merubah pola pikir anak muda. Hilangkanlah segala stigma terhadap isu-isu dan berita-berita yang tersebar di kalangan pemuda dan masyarakat lainnya. Pemuda reformasi adalah pemuda yang mencari, mempelajari, serta menelaah permasalahan yang timbul di tengah masyarakat. Bukan yang menelan bulat-bulat apa yang diberitakan dan dikatakan oleh masyarakat. Sebagai salah satu contohnya adalah mengenai permasalahan Niqab (cadar) yang sebelumnya telah dijelaskan di atas. Stigma “Niqab” telah dipandang sebagai suatu ancaman bagi masyarakat Indonesia dan menjadi masalah yang diperdebatkan di kalangan pemuda. Jika hal ini terus diperdebatkan dan tidak ada solusi untuk menyelesaikannya, ini dapat menghambat pemuda untuk bersatu sebagaimana telah dijelaskan di atas.

Pemuda memegang peran yang sangat penting di dalam bangsa Indonesia. Dengan mempelajari sejarah bangsa Indonesia dan mencari ide-ide yang menarik dan inovatif dapat menciptakan sebuah reformasi baru. Tak lupa dengan berpegang teguh pada pedoman Pancasila serta semangat nasionalisme yang tinggi dan menjalani hidup yang diwarnai perdamian.

Kembali lagi kepada pertanyaan di atas, lantas bagaimana sikap para pemuda/pemudi terhadap Niqab yang sedang trending di kalangan masyarakat? Sudah dikatakan, bahwa sikap pemuda sejati adalah mencari tahu serta meneliti lebih dalam di setiap permasalahan. Niqab (cadar) adalah budaya pakaian perempuan muslim sama dengan pardah namun menutupi kepala dan wajah kecuali mata yang sudah diperintahkan oleh Al Qur’an meskipun pada kenyataannya tidak semua perempuan muslim memakainya. Nah ini terserah pada setiap perempuan muslim sendiri apakah menaati perintah tersebut atau tidak. Tetapi di berbagai belahan negara Eropa dilarang keras memakai Niqab di tempat umum karena mereka menganggap perempuan muslim berniqab sebagai teroris yang telah mengganggu dan menewaskan warga bangsa Eropa. Sama seperti di Indonesia soal Niqab menjadi stigma negatif namun tidak ada undang-undang tentang pelarangan memakai Niqab di tempat umum. Meskipun demikian, banyak sekali yang mengkritik dan mencemooh mereka yang berniqab.

Untuk menyikapi hal ini, para pemuda harus tahu apa sebenarnya niqab menurut agama Islam sendiri. Dan sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa ini adalah perintah Al Qur’an dalam QS. An-Nur ayat 33 yang artinya : “Dan katakanlah kepada orang-orang mukmin perempuan, hendaknya mereka pun merundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan kecantikannya kecuali apa yang dengan sendirinya nampak darinya, dan hendaknya mereka mengenakan kudungan hingga menutupi dadanya,….” Dan tujuan Al Qur’an memerintahkan itu adalah untuk melindungi kaum perempuan dan laki-laki dari perbuatan yang tidak sopan. Sangat mulia tujuan Al Qur’an tersebut. Selain itu, ada lagi manfaat dari memakai niqab bagi perempuan muslim yaitu meninggikan harga diri perempuan muslim, dan meningkatkan keadaan rohani serta menciptakan kasalehan di antara mereka.

Jadi, sebetulnya sangat baik tujuan para perempuan muslim dalam berpardah dan berniqab. Tetapi, ada juga sebagian perempuan muslim yang beranggapan bahwa kegiatan memanah dan menunggangi kuda sambil memakai cadar dapat menjamin mereka masuk surga dan mendapat pahala dari Tuhan. Dan mereka melakukan hal demikian untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. dahulu. (lihat tautan berita berikut : https://www.independent.co.uk/life-style/women/muslim-women-niqab-indonesia-horseback-archer-a9438756.html) namun ada juga yang memakainya karena benar-benar tulus melaksanakan syariat Islam dan hendak menciptakan perubahan dalam diri mereka. Ada juga dari kelompok ISIS yang hanya mengatasnamakan Islam dan muslim lalu melakukan pemberontakan dan kekisruhan dimana-mana untuk memfitnah agama Islam.

Sebetulnya, di dalam Al Qur’an telah ditetapkan standar pardah bagi perempuan muslim yang benar. Menurut Al Qur’an, yang dimaksud pardah itu adalah menutupi kepala dan rambut, bagian depan dada hingga menutupi seluruh badan. Nabi Muhammad Saw. telah bersabda dalam HR. Abu Dawood bahwa “Jika seorang perempuan telah mencapai kedewasaan, maka dia tidak boleh memamerkan kecuali wajah dan tangannya.” Menutupi seluruh badan kecuali wajah dan tangannya saja sudah cukup. Namun, jika menutupi wajah dan hanya mata saja yang tertinggal itu lebih baik lagi. Islam adalah agama kesederhanaan dan keseimbangan. Dalam hal pardah, yang terpenting adalah menutupi kepala, dada, dan seluruh badan kecuali wajah dan tangan saja sudah cukup dan benar. Ajaran Islam yang sebenarnya mengenai masalah masuk surga atau tidak, bukan dilihat dari bagaimana ia berpenampilan. Berpenampilan sopan santun memang prioritas utama bagi setiap muslim namun yang terpenting adalah pengamalan seluruh ajaran Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari dan mengingatkan bahwa perempuan muslim juga memiliki peranan yang penting dalam bermasyarakat di masa kini dan masa yang akan datang. Dan mereka bertanggung jawab dalam mendidik anak-anak mereka sebagai generasi penerus bangsa. Jadi, nasib masa depan bangsa terletak pada tangan kaum perempuan sebagai ibu dari anak generasi penerus bangsa. Itulah ajaran Islam yang sebenarnya.

Dengan begitu, kita sebagai pemuda yang arif tidak bisa mengklaim bahwa kaum perempuan berniqab itu jahat atau suci. Melihat penjelasan di atas, pardah menurut Islam adalah demikian, tidak berlebihan. Kita sebaiknya tetap menghormati mereka yang berniqab dan mengajak mereka untuk bersatu dalam menciptakan reformasi Indonesia. Karena sekarang bukan saatnya mengklaim dan memberikan stigma kepada mereka yang berbeda dari segi hal apapun selain masalah ini. Sekarang saatnya para pemuda Indonesia bereformasi belajar sejarah dan memperbaiki apa yang salah dari diri kita secara individu dan bersama-sama. Mari ciptakan lingkungan yang damai dan mulai bergerak mencari solusi untuk Indonesia maju. Karena bangsa tidak akan pernah bisa direformasi tanpa sebuah reformasi dari pemudanya.

Penulis : Yasmin Aisyah Raihana


Facebook


Twitter


Youtube


Instagram


Spotify

Share

2 thoughts on “Lawan Stigma Niqab Ciptakan Reformasi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.