Keren ! 6 Langkah Ini Bikin Pemuda Bisa Mengubah Dunia!

Keren ! 6 Langkah Ini Bikin Pemuda Bisa Mengubah Dunia!

Keren ! 6 Langkah Ini Bikin Pemuda Bisa Mengubah Dunia!

Islamku Keren

April 9, 2021

Berikan aku 1000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, Berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. Ingatkah kamu pada kutipan pidato atau pesan proklamator alias presiden pertama kita yakni Ir.Soekarno? Menanggapi hal tersebut memang benar adanya jika pemuda diibaratkan sebagai semangat yang menggebu terlebih untuk perubahan. Sejak dulu, pemuda berperan disegala sektor kemajuan, bahkan kemerdekaan negara Indonesia tiada luput dari peran serta pemuda. Semangat, mimpi dan harapan pemuda dinilai lebih berdampak, tentu jika disertai niat baik dan untuk kepentingan bersama.

Berbicara soal Reformasi adalah tentang berbicara tentang perubahan. Mengapa anak muda sering dikaitkan dengan agent of change atau agen perubahan? Karena zaman ini adalah milik anak muda. Generasi Y dan Z bahkan generasi seterusnya yang telah lahir bersamaan dengan teknologi. Semakin hari teknologi semakin berkembang dan tidak dapat dihindari. Teknologi malah menjadi salah satu kebutuhan dan juga sarana untuk memudahkan kehidupan hingga dapat mengasah kemampuan. Dengan begitu generasi muda sudah harus mahir memanfaatkan akses yang sudah sangat mendukung. Semangat sejak lama inilah yang harus dipertahankan jika tidak ingin Indonesia jauh tertinggal dari negara lain dengan inovasi baru yang terus mereka miliki dan ciptakan.

Sebelum menjadi Reformer atau agent of change, anak muda harus membenahi diri dan membekali diri untuk menuju perubahan menjadi lebih baik. Dimulai dari langkah yang pertama, yakni peningkatan literasi bangsa. Literasi Indonesia yang mana amat menyedihkan karena posisi literasi Indonesia berada di posisi kedua terbawah di dunia dalam minat membaca, dikutip dari laman Kominfo. Angka tersebut sangat memprihatinkan, padahal fasilitas pendukung literasi sudah sangat baik. Rasanya, banyak sekali tugas untuk mengejar ketertinggalan tadi. Perubahan akan tercipta jika anak muda mampu melintasi dunia melalui buku. Manfaat lainnya adalah membentuk sudut pandang juga pola pikir yang tebentuk baik, etika dan nilai yang diterapkan, dan kemampuan berbicara di depan publik (public speaking) terasah. Tentu saja, jika anak muda melahap bacaan yang positif terlebih untuk mendukung peningkatan dirinya. Literasi juga butuh dilakukan terus menerus hingga menjadi rutinitas yang konsisten. Melatih public speaking, berdiskusi dan membedah buku, saling menciptakan tulisan seperti artikel maupun jenis lain, hingga membacakan puisi, pantun, drama hingga dongeng. Selain peningkatan literasi dari diri sendiri, literasi ini juga harus dikenalkan pada anak-anak dibawah kita yang akan meneruskan perjuangan nantinya.

Langkah kedua, kiat-kiat membentengi diri lainnya dengan berlatih berpikir secara kritis. Apa sih berpikir kritis? Emang penting ya? Bukannya kritik itu biasanya kurang baik? Nah, kritik berbeda dengan kritis ya. Kritik hanya membantah dan menolak pendapat oranglain. Menurut Elaine Johnson (2002) berpikir kritis adalah proses murni kegiatan otak atau mentality. Berpikir kritis ini memiliki tujuan antara lain untuk: memecahkan masalah,

mengambil keputusan, untuk analisa suatu anggapan, menilai dan menimbang fakta dan lain sebagainya. Anak muda yang berpikir kritis akan lebih penasaran, ragu dengan informasi yang belum jelas, dia yang akan selalu mengecek informasi, ia akan berpikiran terbuka, lebih ramah dan mencari fakta dan solusi hingga mengakui jika pendapatnya salah.

Kemajuan teknologi yang sangat pesat tidak jarang ada kabar burung atau berita simpang siur yang belum tentu benar adanya. Jangan sampai kita termakan informasi yang menjurus pada hoax atau berita bohong ataupun mitos yang belum tentu benar atau berita yang masih abu abu. Selain itu, jika hilangnya sikap kritis, seseorang akan lebih mudah tersulut atau emosional seakan-akan pendapatnya paling benar, mudah di jebak hoax, hingga dapat mengakibatkan kekerasan karena emosional. Maka dari itu pemuda harus menjadi kritis seperti baca kembali cek sumber informasi, kemudian jika terlibat diskusi harus mendengarkan dengan baik dan terbuka agar dapat menanggapi tanpa emosi, dan juga jangan sampai kita sendiri yang menyebarkan berita hoax itu berhenti di kamu. Pastinya tidak terbayang jika penerima berita bohong itu orang tua kita, mereka akan mempercayai seluruhnya apa yang dilampirkan pada artikel tersebut, atau teman kita yang tak dibekali pendirian yang kuat akan sangat mudah terpapar ajakan komunitas atau organisasi yang membahayakan dirinya, hingga memecah belah bangsa karena ujaran kebencian.

Ketiga, adalah pemahaman agama. Meskipun sedikit sekali yang masih kita pahami tentang agama kita sendiri, namun pemuda harus berusaha karena ini penting untuk menjadi benteng kita di kehidupan sehari-hari. Manfaatnya juga bisa menimbulkan rasa toleransi seperti yang sudah dibahas diatas karena agama bukan hanya keyakinan juga ada kemanusiaan dan kehidupan sosial. Pemahaman agama penting anak muda pelajari, tentu dari sumber yang tepat, bukan hanya dari potongan video atau potongan caption saja namun terlibat aktif pada kajiannya hingga ada keinginan untuk membaca sendiri Al-Qur’an serta terjemah dan tafsirnya tentu jika kamu beragama Islam. Mengapa harus datang dari kesadaran sendiri? Karena untuk menikmati dan memahami hidup harus dimulai dari kita sendiri. Jadi apapun agama dan kepercayaannya, memahami dan mengkaji amat penting untuk bekal hidupnya di dunia. Hubungan dengan Allah Ta’ala harus dibangun dengan cara apapun. Nilai-nilai itu akan mengalir pada etika, prilaku, dan sikap kita di kehidupan sosial.

Langkah keempat, toleransi dan menebar kasih sayang terhadap sesama manusia. Meskipun berbeda adalah takdir dari Yang Maha Kuasa, tidak menjadikan sekat antara satu dan lainnya atau merasa diri paling benar. Hidup di Indonesia dan berdampingan seharusnya dimanfaatkan perdamaian. Menghilangkan prasangka buruk dengan bertanya. Toleransi disini termasuk bijak dalam bersosial media, mengingat saat pandemi Covid-19 meningkatnya penggunaan sosial media dan internet. Pemuda toleran akan memberi informasi yang bermanfaat, menghalau ujaran kebencian, mengajak pada perdamaian dan menjawab tuduhan dengan fakta. Termasuk mencegah perundungan di sosial media yang disebut Cyberbullying. Pastinya, teman sekitar kita banyak yang masih merasa hidup tidaklah aman dan nyaman. Contohnya, tidak aman jika mengaku menganut agama atau kepercayaan yang ia pilih kemudian dihujat dan didiskriminasi oleh satu atau kelompok. Atau teman kita yang merasa tidak percaya diri karena kesukaan, hobi, pendapat bahkan fisiknya atau pilihan apapun yang menjadi kuasanya malah dinilai orang tidak pantas sehingga ia merasa tidak berguna dan dikritik habis- habisan. Peran pemuda harus membela siapa yang tersudutkan dengan empati atau menempatkan dirinya seolah-olah menjadi korban. Pemuda juga menebar kasih sayang dan mempunyai pandangan bahwa Indonesia akan maju di Era kolaborasi tanpa memandang suku, ras, agama, bangsa bahkan pilihan politik. Bersama dalam kemanusiaan meski berbeda kepercayaan.

Selain dari keempat poin diatas, menuju Reformasi Indonesia, langkah kelima ini yang harus dimiliki pemuda ialah aware atau peka terhadap alam yakni bumi kita tercinta. Seperti yang kita tahu, semakin hari suhu bumi kian hari kian panas atau malah cuaca semakin tidak menentu. kita tidak bisa bayangka seperti apa panasnya bumi pada generasi setelah kita. Mungkinkah pada generasi anak cucu kita akan mengalami kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan dimana mana? Atau banjir yang tidak biasanya?

Oleh karena itu upaya kecil yang kini kita bisa lakukan secara terus menerus untuk mencegah keadaan menjadi lebih buruk. Misalnya, melakukan diet plastik atau tanpa plastik sebisa mungkin untuk mengurangi tumpukan sampah yang mana plastik tidak dapat hancur sekejap butuh puluhan tahun, kemudian menanam pohon yang mana minimal kita dapat membuat asri dan melestarikan halaman rumah kita dengan menanam beberapa jenis tanaman, menggunakan masker kain untuk mengurangi sampah dari masker medis, menyayangi hewan dan tidak menghilangkan habitatnya seperti kebun, hutan, kolam, danau dan lain sebagainya untuk kepentingan pribadi, hingga ikut serta dalam Gerakan lingkungan. Sulit? Memang, karena masalah lingkungan adalah pekerjaan semua umat manusia dan sangat butuh kesadaran dari individu di bumi kita tercinta. Sederhananya, pemuda harus paham apa saja yang terjadi jika kita tidak ikut melestarikan bumi, tentu kita semua ingin bumi kita nyaman kan?

Kemudian langkah keenam dari upaya reformasi yang penting selanjutnya adalah pemuda harus mengikuti teknologi, minimal menguasai hal-hal yang mudah dan bisa dikuasai. Karena minat dan bakat seseorang berbeda-beda namun kemampuan dasar seperti skill desain poster sederhana, membuat dan mengedit video, membuat dan merekam audio, bahkan mendesain laman blog yang mana sangat dibutuhkan di masa sekarang. Manfaatnya, selain untuk belajar juga untuk membuat konten-konten positif agar lebih menarik dibaca oleh khalayak. “Mental teknologi” yang sering dibahas di buku pelajaran sekolah bukan hal yang biasa saja, mental ini benar nyata adanya. Pemuda semestinya tidak bertopang dagu atau malas belajar dan meningkatkan kemampuan karena merasa sudah ada teknologi yang baik untuk terlihat keren. Perilaku tersebut malah menimbulkan mental yang ingin serba instan dan mengandalkan. Melek teknologi sebutannya, kemampuan dasar yang sangat bisa diasah untuk berbagai hal bahkan didunia kerja nantinya. Pandemi membuat banyak pekerjaan dan sekolah yang dilaksanakan di rumah, ini artinya pemuda juga dipaksa mengerti hingga punya kesadaran untuk mengajarkan kepada generasi lainnya seperti orangtua jika mereka ingin menyimak khutbah atau kajian di Youtube dan Zoom atau platform lainnya. Buat dirimu, pemuda Indonesia menjadi bermanfaat dan berguna bagi sekitar.

Jadi, seperti yang kita bahas, anak muda sudah mulai paham bahwa adanya perubahan dimulai dari kesadaran dan apa saja persiapan yang harus dimiliki. Kesadaran akan perubahan terhadap diri sendiri, hubungan dengan Tuhan, kehidupan sosial dan kemampuan lainnya yang pasti kearah yang lebih baik. Dibekali dengan minat membaca dan menulis atau literasi juga berpikir kritis adalah dua bekal dasar anak muda untuk melahirkan kesadaran akan perubahan pada dirinya. Setelah itu timbul keinginan untuk meng-upgrade dirinya, dan juga evaluasi. Mempunyai nilai toleransi dan meningkatkan literasi atau nilai agama menjadi dasar yang kedua, karena sudah melibatkan kehidupan bersama oranglain dan menjadikan pemuda mengenal dirinya, identitasnya hingga siapa saja sekelilingnya yang mengharuskan pemuda menggunakan empatinya untuk membantu. Dan lapisan selanjutnya adalah peduli terhadap lingkungan, yang mana bukan hanya menjadi tempat tinggal manusia, namun makhluk lainnya seperti hewan dan tumbuhan, oleh karenanya pemuda mencintai alam dan bumi agar tetap asri dan lestari. Lalu pentingnya teknologi untuk menunjang langkah-langkah tadi, agar pesan tersampaikan dengan menarik, teknologi juga dapat membawa Indonesia bersaing dengan negara lain. Dengan demikian langkah-langkah reformasi menjadi semangat bagi kita semua penerus bangsa. So, Sudah berada dilangkah yang mana kita sebagai bagian dari reformasi? Terus belajar dan mengasah keterampilan semoga niat baik kita semua dapat tercapai dengan lancar, Aamiin.

Penulis : Khaula Maritza S


Facebook


Twitter


Youtube


Instagram


Spotify

Share

36 thoughts on “Keren ! 6 Langkah Ini Bikin Pemuda Bisa Mengubah Dunia!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.