Keluarga Muslim yang Sakinah Mawaddah Wa Rohmah

Keluarga Muslim yang Sakinah Mawaddah Wa Rohmah

Dan, dari antara Tanda-tanda-Nya ialah, bahwa Dia telah menciptakan bagimu jodoh-jodoh dari jenismu sendiri, supaya kamu memperoleh ketenteraman padanya, dan Dia telah menjadikan di antara kamu kecintaan dan kasih-sayang. Sesungguhnya di dalam yang demikian itu ada Tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.[1]

Keluarga sakinah adalah keluarga muslim yang mendapatkan ketentraman dan kebahagiaan atas dasar kasih sayang, saling mencintai dimana setiap anggota keluarga merasa dalam suasana aman dan damai namun dinamis dalam usahanya menuju kehidupan yang baik di dunia maupun untuk tujuan di akhirat.

Dalam ayat di atas sangat jelas bahwa tujuan Allah menciptakan jodoh untuk dinikahi adalah agar tercipta keluarga muslim yang di dalamnya ada sakinah (ketentraman), mawaddah (kecintaan) dan rohmah (kasih sayang). Jika sebuah keluarga atau pasangan suami istri dapat menciptakan tiga hal tersebut dalam rumah tangganya, maka insyaa Allah akan ada kedamaian, keamanan dan kenyamanan dalam rumah tangganya.

Baca Juga : Surga Di Bawah Telapak Kaki Ibu

Kalau diumpamakan, hidup berkeluarga dalam suatu rumah tangga adalah ibarat seekor burung yang sedang terbang, melaju dengan kedua sayapnya ke suatu tempat yang dituju. Kedua sayap itu simbol bagi suami istri yang saling membantu, melengkapi dan menyeimbangi dalam mengarungi samudera kehidupan.

Dalam berkeluarga atau berumah tangga, suami dan istri mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sama untuk saling melengkapi dan mengimbangi satu sama lainnya. Agar kepakan sayap rumah tangga dinamis dan seimbang, sehingga dapat terus terbang menuju kehidupan rumah tangga yang rukun, harmonis dan penuh cinta kasih.

Lalu, faktor apa saja yang dapat menciptakan rumah tangga yang bahagia, aman dan rukun. Berikut beberapa faktor tersebut:

  • Mawaddah (Rasa Mengasihi)

Hal ini menjadi sangat penting. Karena dalam sebuah rumah tangga jika tidak ada rasa mengasihi bagaimana bisa berjalan kehidupan yang harmonis.

  • Mahabbah (Rasa Mencintai)

Tidak kalah penting dengan rasa mengasihi, rasa mencintai pun harus ada antara suami istri. Dengan adanya kedua rasa tersebut, maka akan timbul keromantisan yang menyebabkan kerukunan dan ketentraman dalam kehidupan rumah tangga.

  • Takaful (Tolong-menolong)

Kemudian faktor yang tidak kalah penting adalah sikap saling tolong menolong. Contoh yang terbaik dalam hal ini adalah Nabi Muhammad ﷺ , bagaimana beliau ﷺ dalam sebuah riwayat diceritakan jika tidak ada kegiatan dakwah atau tarbiyat bersama para sahabat ra, maka beliau ﷺ suka membantu pekerjaan istrinya di rumah.

  • Tafahum (Saling Pengertian)

Selanjutnya faktor yang juga menjadi penunjang untuk keberlangsungan kehidupan rumah tangga yang harmonis adalah saling pengertian dengan pasangan. Artinya, memahami dan mengerti kondisi pasangan menjadi sangat penting. Bukan hanya ingin dimengerti, tetapi kita juga harus bisa mengerti keadaan dan kondisi pasangan.

Baca Juga : TBC : Tarbiyat Berlandaskan Cinta

Nah, jika semua ini ada dalam kehidupan rumah tangga, maka insyaa Allah kehidupan rumah tangga yang harmonis, rukun, tentram dan penuh cinta kasih dapat terwujud. Intinya, menjalani kehidupan rumah tangga melibatkan semua pihak terutama suami istri untuk memastikan sayap terus mengepak dengan baik dan seimbang, sehingga tujuan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rohmah dapat tercapai dengan indahnya.

Semoga kita semua dapat memahami dan mengamalkan ini semua, untuk mewujudkan rumah tangga yang diharapakan dan diidam-idamkan. Aamiin.


[1] Q.S Ar-Rum ayat 21

Baca Juga : Parents Goals : Spiritual Parenting Nabi Ibrahim dan Siti Hajar

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *