Jihad Pemuda Menuju Reformasi Indonesi Damai

Jihad Pemuda Menuju Reformasi Indonesi Damai

Jihad Pemuda Menuju Reformasi Indonesi Damai

Islamku Keren

May 1, 2021

Torehan pena pemuda menuju repormasi Indonesia yang damai dan harmoni. Reformasi artinya: perubahan terhadap suatu system  yang telah ada pada suatu masa, atau perubahan secara dratis untuk suatu perbaikan dalam suatu  bidang ( social, politik, atau agama). Jihad menurut syariat islam artinya: berjuang atau  berusaha (ikhtiar) dengan keras. Jadi antara reformasi dan jihad sama-sama bertujuan untuk mengadakan peubahan atau perbaikan, yang mana perbaikan dari yang buruk menjadi lebih baik, dari lebih baik menjadi baik lagi.

Dijaman sekarang ini kita tidak harus reformasi dengan kekerasan, begitu juga tidak perlu berjihad dengan pedang. Dijaman yang serba canggih ini kita perlu berjihad dengan pena, iya betul dengan pena. Tidak dengan pedang atau senjata. Andaikan kita semua menyadari bahwa semua agama tidak ada yang mengajarkan kekerasan, semua agama sengat menganjurkan kasih sayang dan kedamaian. Sesuai dengan sifat-sifat Allah (Tuhan) yaitu Ar-Rahman dan Ar-Rahiim. Allah swt akan selalu memberi tanpa di minta dan akan selalu menyayangi kepada semua makhluknya tanpa membedakan siapapun dia.

Indonesia sangat membutuhkan orang-orang yang berakhlak mulia, jujur, adil, memelihara amanat dan menepati janji. Sesungguhnya alloh memerintahkan kamu supaya menyerahkan amanat-amanat kepada ahlinya, dan menyerahkan kepada yang berhak menerimanya. Dan apabila kamu  menghakimi diantara manusia hendaklah kamu memutuskan dengan  adil. Sesungguhnya demikian adalah sebaik- baik hal yang dengan itu Alloh menasehatimu. Sesungguhnya Alloh Maha Mendengar Maha Melihat ‘ An-Nisa ; 59’.

Rosululloh saw bersabda;;’apabila orang- orang yang tidak ahlinya memegang kendali pemeintahan , maka tunggulah kiamat. Ditempat lain rosul bersabda ;’Barang siapa di dalam dirinya tidak ada amanat, maka di dalam dirinya tidak ada iman. Barang siapa yang tidak ada memenuhi janjinya, didalam dirinya tidak ada Agama. Jadi kita sebagai hamba Alloh, pemimpin keluarga ,masyarakat, dan bangsa hendaknya selalu ingat, bahwa kedudukan kita merupakan sebuah amanat Amanat itu harus di pertanggung- jawabkan di hadapan Tuhan Sang Penguasa Langit dan Bumi.

Baru-baru ini kita semua mengetahui kejadian bom bunuh diri di Indonesia.  Yang kejadiannya  di salah satu gereja. Juga penyerangan di Mabes Polri. Pelakunya adalah para kaum melenial artinya, usia-usia yang produktif, masih muda belia masih sangat labil.  mengapa demikian?. Karena mereka telah salah dalam  memaknai apa itu Agama. Mereka  mengartikan agama secara mentah, mereka telah belajar pada sumber yang salah  apa makna jihad, reformasi, bahkan makna surga yang sesungguhnya.  Sesungguhnya Surga dan Neraka hanyalah hak Alloh swt semata.

Pada dasarnya jika kita kaum muda ingin mereformasi sesuatu ( mengadakan perubahan) itu cukup simple kok. Yaitu harus kita mulai dari reformasi diri kita sendiri terlebih dahulu, baru kita bisa mereformasi yang lainnya. Kita bangun akhlak kita baru bisa bangun yang lainnya. Memang ilmu itu penting, begitu pentingnya hingga Rasulullah saw bersabda: “tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri cina”. Akan tetapi pendidikan akhlak juga penting, sehingga illmu harus di landasi dengan akhlak. Bagaimana kita bisa berbuat yang

lebih baik jika akhlak kita tidak baik. Allah Taala berfirman dalam al-quran:

Artinya:”dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi sesudah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepadanya dengan rasa takut dan penuh harap. (QS.Al-A’raaf:56)

Jika setiap individu mulai memahami bahwa tunaikan amanat adalah sebagian dari keimanan, maka pemenuhan-pemenuhan amanat akan bisa dicapai secara menyeluruh.Hanya dengan mulut saja menyatakan hati saya telah lurus belumlah cukup.Kita setiap saat, atau setiap orang harus senantiasa memahami bahwa Tuhan mengetahui kondisi segenap hati,Dia mengetahui sampai kedalam hati.

Bagaimana mungkin tindakan yang tidak terpuji ini akan dapat mengurangi kekacauan di bumi.Bahkan justru menjadi sumber kekacauan di seluruh dunia.Islam melarang segala bentuk ektrimisme, terorisme, radikalisme, dan bom bunuh diri. Pemenggalan manusia,pembunuhan orang yang tak bersalah semua bertentangan dengan ajaran islam.Pesan ini harus disampaikan ke seluruh penjuru dunia.

Tetapi kita juga jangan memaksakan kehendak kita sendiri untuk di terima orang lain. Hargailah pendapat orang lain meskipun itu tidak sepaham dengan dirimu. Karna Allah taala sendiri telah befirman dalam Al-quran:

Artinya:”wahai manusia sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh yang paling mulia di antara kamu ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti (QS.Al-Hujurat:13)

Dari firman tersebut sengat jelas bahwa kita di ciptakan berbeda-beda untuk saling melengkapi perbedaan tersebut. Kita kaum muda harus bangga menjadi putra-putri Indonesia karena sejak jaman berdirinya Indonesia sudah di lengkapi dengan adanya ‘empat Pilar, yaitu ; Pancasila,UUD 45, NKRI dan semboyan,”Bhinneka Tunggal Ika”. Yang maknanya juga sesuai dengan firman Allah di atas, kita harus bersatu dalam perbedaan tersebut. Baik perbedaan bahasa, adat istiadat, agama, budaya, dan lain-lain

Indonesia sebagai bangsa yang heterogin(multiculture,etnis,ras, dan agama) di nilai cukup rentan terhadap munculnya konflik sosial yang dapat mengancap keutuhan Negara (disintegrasi bangsa).Untuk itulah kontruksi budaya damai dalam kehidupan bermasyarakat di pandang sebagai suatu hal yang  urgent dan  wajib di lakukan oleh setiap anak bangsa.

Kita galang  persatuan dan kesatuan demi reformasi bangsa Indonesia kedepannya yang lebih baik dan sejahterah. Semoga kita para kaum muda milenial segera menyadari bahwa reformasi itu sangat penting. Terutama reformasi terhadap diri sendiri. Kebetulan ini bulan ramadhan kita di wajibkan berpuasa, Puasa yang paling berat  adalah puasa melawan hawa nafsu . Kita instrofeksi diri, jika kita merendahkan diri bukan berarti kita tidak punya harga diri. Mari membangun negeri Indonesia tercinta dengan ahklak mulia tanpa Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Jika semua pihak memanfaatkan apa-apa yang telah di berikan tuhan semata-mata demi kebaikan seluruh umat manusia maka cita-cita dunia sebagai surga yang damai akan dapat tercipta.

Penulis : Dinda Indri Annisa


Facebook


Twitter


Youtube


Instagram


Spotify

Share

8 thoughts on “Jihad Pemuda Menuju Reformasi Indonesi Damai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.