Iman Sebagai Sarana Meraih Kesuksesan

Iman Sebagai Sarana Meraih Kesuksesan

Dalam sebuah hadits diriwayatkan ada seseorang berkata kepada Rasulullah, “Beritahukan kepadaku tentang Iman.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

“Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada para rasul-Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” Orang tadi berkata, “Engkau benar.” (HR. Muslim, no. 8)

Nah, dari hadis di atas sebenarnya sudah sangat jelas, bahwa sebagai manusia, kita harus mengimani ke 6 hal ini:

  1. Iman kepada Allah

Dengan beriman kepada Allah kita akan mendapatkan kecintaan sehingga kita taat dan patuh kepada perintah Allah. Selain itu, kita pun akan takut kepada larangan-larangan Allah yang akan membuat kita berdosa. Inilah orang yang bertakwa, yaitu orang yang bertakwa sudah pasti akan diberikan kesuksesan dunia dan akhirat.

2. Iman kepada Malaikat-malaikat Allah

Dengan beriman kepada Malaikat-malaikat Allah, kita tidak akan merasa gelisah, stress, frustasi, depresi, dan lain-lain hanya karena menghadapi berbagai macam ujian. Kita tidak akan takut akan “kutuk laknat dunia”, seperti dalam “Bahtera Nuh”, yang maksudnya adalah cacian, hinaan, fitnah, dan penentangan dari para penentang.

Tentu saja, karena kita percaya, kita yakin, Allah swt akan melindungi dan menolong kita melalui para malaikatnya.

اِنَّا لَنَنۡصُرُ  رُسُلَنَا وَ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا فِی الۡحَیٰوۃِ  الدُّنۡیَا وَ یَوۡمَ یَقُوۡمُ الۡاَشۡہَادُ

Sesungguhnya Kami pasti akan menolong para rasul Kami dan orang-orang yang beriman, di dalam kehidupan dunia ini dan pada Hari ketika para saksi akan berdiri. (Al-Mu’min:52)

3. Iman kepada kitab-kitab Allah

Kita bisa menyaksikan bagaimana manusia yang paling sempurna dan paling mulia di dunia ini, Nabi Muhammad saw mendapatkan kemenangan dari berbagai sisi karena mengamalkan Al-Qur’an ul Kariim. Para Khalifah, Sahabat-sahabat Rasulullah, Para Mujadid, Imam Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali, dan ulama besar lainnya, termasuk Hadhrat Masih Mau’ud a.s. dan Khalifahnya, Wali-wali Allah, para cendekiawan seperti Profesor Abdussalam, bisa mendapatkan kemenangan dan kesuksesan karena mempelajari, mempercayai, membenarkan, menyampaikan dan mengamalkan Al-Qur’an.

4. Iman kepada Rasul-rasul Allah

Para Rasul Allah adalah contoh, suri tauladan bagi kita. Mempercayai dan mengikutinya pun akan membawa kita kepada kemenangan yang sama seperti halnya yang diraih oleh Rasul-rasul Allah ini.

5. Iman kepada hari kiamat

Dengan meyakini hari kiamat kita akan bersungguh-sungguh memperbaiki, mempersiapkan dan membekali diri serta tidak menyia-nyiakan kehidupan ini, untuk mendapatkan kemenangan yang berkesinambungan. Kemenangan itu tidak lain berupa ketenangan dan ketentraman jiwa serta kenikmatan di dunia ini yang kemudian akan memasukkan kita ke dalam surga Allah.

اَیَّتُہَا النَّفۡسُ الۡمُطۡمَئِنَّۃُ - ارۡجِعِیۡۤ  اِلٰی  رَبِّکِ رَاضِیَۃً  مَّرۡضِیَّۃً - فَادۡخُلِیۡ  فِیۡ عِبٰدِی - وَ ادۡخُلِیۡ جَنَّتِیۡ

“Hai jiwa yang tentram! Kembalilah kepada Tuhan engkau, engkau ridha kepada- Nya dan Dia pun ridha kepada engkau. Maka masuklah di antara hamba-hamba pilihan-Ku, Dan masuklah ke dalam surga-Ku”. (Q.S. Al-Fajri)

6. Iman kepada Qadha dan Qadar

Mengimaninya berarti menerima segala Takdir dan Kehendak Allah swt dengan ikhlas. Meyakini akan semua janji yang diberikan oleh Allah, dan terus berusaha menjadi yang lebih baik lagi. Sehingga kemenangan dan kesuksesan dapat diraih.

Baca Juga : Enam Pilar Penguat Keimanan

Setiap orang yang mendapat kemenangan Agung karena keimanan, di mata manusia lain akan dianggap seperti orang gila. Mereka berpikir dari mana datang kemenangannya jika harta sedikit, miskin, tidak punya apa-apa, mau ini susah, mau itu susah.

Padahal, orang duniawi tidak mengetahui bahwa orang-orang yang meraih kemenangan yang besar ini telah mendapatkan kekayaan hati Alghina-ghinannafsi (kekayaan sejati adalah kaya hati), ketenangan hati, ketentraman jiwa, kenikmatan ruhani, kedekatan, dan kecintaan kepada sang Khalik. Serta kabar suka kehidupan yang penuh kenikmatan, kebahagiaan di akhirat kelak.

Malah justru orang-orang duniawi ini, walaupun hartanya berlimpah, kedudukannya tinggi, punya ini itu di dunia, namun tidak memiliki ketenangan batin. Mereka merasa tidak tenang akan kehidupan anak-anaknya, gelisah dengan kecukupan hartanya, khawatir dengan jabatannya, cemas yang amat sangat akan masa depan keluarganya. Dan pada akhirnya mereka menyesal, karena semua yang dimiliki itu akan lenyap binasa.

Kemenangan-kemenangan yang diraih oleh setiap orang beriman, tidak lain akan menjadi kemenangan Islam. Seperti yang sudah pernah terjadi di masa awal, di masa Yang Mulia Nabi Muhammad SAW.

Penulis: Andi Bilal Ahmad

Baca Juga : Bercermin Pada Kekurangan Untuk Tingkatkan Keimanan

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.