Iman Adalah Jalan Kemenangan dan Kesuksesan

Iman Adalah Jalan Kemenangan dan Kesuksesan

Pengertian iman adalah kepercayaan, khususnya yang berkenaan dengan agama, keyakinan dan kepercayaan kepada Allah, nabi, kitab, dan sebagainya. Iman diyakini dalam hati, yaitu dengan mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati akan adanya suatu hal.

Secara etimologi, kata ini diambil dari kata kerja aamana dan yukminu yang artinya ialah percaya atau membenarkan.

***

Dalam Alquran surat At Taubah ayat 61

...یُؤۡمِنُ بِاللّٰہِ  وَ یُؤۡمِنُ لِلۡمُؤۡمِنِیۡنَ...

“Ia (Muhammad) beriman kepada Allah, (membenarkan/mempercayai) kepada Allah dan mempercayai orang-orang mukmin,”

Di sini Nabi Muhammad ﷺ Yukminu billah (Beriman, membenarkan/ mempercayai adanya Allah), dan Yukminu lilmukminin (mempercayai orang-orang yang beriman).

Nah, dalam Al-Qur’an pun Iman berarti membenarkan / mempercayai.

Baca Juga : Ingin Memperoleh Kesuksesan Sejati? Ini Caranya…

Sementara menuru menurut Hadits,

عَنِ ابْنِ حَجَرٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ الله صَلىَّ الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أْلإِيْمَانُ مَعْرِفَةٌ بِاْلقَلْبِ وَقَوْلٌ بِالِّلسَانِ وَعَمَلٌ بِاْلأَرْكَانِ (رواه ابن ماجه والطبراني)

Artinya: “Dari Ibnu Hajar Radhiyallahu ‘Anhu beliau berkata: Rasulullah ﷺ telah bersabda: Iman adalah Pengetahuan hati, pengucapan lisan dan pengamalan dengan anggota badan” (Ibnu Majah dan At Tabrani).

Menurut hadits ini, Iman adalah pengetahuan hati. Jadi, hati harus tahu, harus yakin, harus paham akan suatu hal. Dengan begitu, hati akan membuat lisan berucap, mengakui , mempercayai dengan sepenuh hati. Hati juga akan mendorong dan menggerakkan anggota badan untuk mengamalkan apa yang diimani tersebut.

Ada juga pengertian yang berasal dari keluarga dan sahabat Rasulullah ﷺ, intinya sama, karena memang merujuk pada hadits ini. Tidak apa-apa akan saya sampaikan, agar temen-temen lebih paham lagi ya …..

Dari Ali bin Abi Talib r.a. : “Iman itu ucapan dengan lidah dan kepercayaan yang benar dengan hati dan perbuatan dengan anggota (tubuh lainnya) .”

Dari Aisyah r.a. berkata: “Iman kepada Allah itu mengakui dengan lisan dan membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota (tubuh lainnya) .”

Di sini yang dikatakan oleh Hz. Aisyah r.a. adalah Iman Haq. Jadi, iman itu ada 2 teman-teman. Pertama, Iman Haq (benar) dan kedua Iman Batil (salah).

Iman Haq yaitu iman kepada Allah, yang kita lakukan dengan membenarkan/ memercayai Allah itu ada, kemudian mengakuinya dengan lisan yaitu Asyhadu alla ilaahaillallah. Lalu, kita beribadah kepada-Nya sebagai bagian dari perintah Allah. Sementara iman batil (salah), adalah mempercayai sesuatu hal selain dari pada Allah Ta’ala sebagai Tuhan Yang Esa. Dengan kata lain, iman batil adalah syirik.

Baca Juga : Jangan Takut Melatih Zuhud

Setelah kita mengetahui dan memahami tentang iman, selanjutnya bagaimana kita mendapatkannya? akan membawa kita ke arah mana?

Seperti judul dari pembahasan kita kali ini yaitu, kita akan dibawa menuju kemenangan, dan akan mendapatkan kesuksesan. Tapi, kemenangan dan kesuksesan yang seperti apa?

Nah, Sebelum itu yang kita ketahui tentang kemenangan secara umum. Pasti yang terlintas dibenak kita adalah, menang dari pertandingan, perlombaan/ persaingan, menang dari peperangan, menang berdebat, menang pemilu, menang dalam hal percintaan, memperebutkan hati perempuan. menang dalam kekuatan fisik ataupun kepintaran, dan kemenangan duniawi lainnya.

Kalau kesuksesan? Kesuksesan akan karier, kesuksesan material, berhasil mendapatkan harta yang berlimpah, jabatan/ kedudukan yang tinggi, pakaian yang mewah, puji-pujian, dan sebagainya. Kemenangan dan kesuksesan yang seperti inikah yang akan didapat dari jalan iman?

Jelas, jawabannya bukan. Karena semua itu akan musnah, akan binasa, dan hanya akan ada di dunia ini saja.

Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa: 14,

تِلۡکَ حُدُوۡدُ اللّٰہِ ؕ وَ مَنۡ یُّطِعِ اللّٰہَ وَ رَسُوۡلَہٗ یُدۡخِلۡہُ جَنّٰتٍ تَجۡرِیۡ مِنۡ تَحۡتِہَا الۡاَنۡہٰرُ خٰلِدِیۡنَ فِیۡہَا ؕ وَ ذٰلِکَ الۡفَوۡزُ  الۡعَظِیۡمُ

“Ini adalah batas-batas yang ditetapkan Allah; dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam kebun-kebun yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya; dan inilah kemenangan yang besar.” (An Nisa’:14)

Inilah yang dimaksud kemenangan dan kesuksesan, yaitu kebun-kebun yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, atau tidak lain adalah surga. Tentunya tidak hanya di akhirat saja, tapi di dunia ini pun juga kita akan meraih kemenangan dan kesuksesan itu.

Namun perlu diingat, bukan secara duniawi, tapi secara ruhani. Jadi, kemenangan yang diraih adalah kemenangan yang berkesinambungan, yaitu di dunia ini dan juga di akhirat. Aamiin.

Baca Juga : UKHUWAH WATHONIYYAH, MODAL WIBAWA BANGSA DAN NEGARA DI MATA DUNIA

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.