Idul Kurban, Pahami Sejarah dan Hikmahnya

Idul Kurban, Pahami Sejarah dan Hikmahnya

Assalamu’alaikum, sobat keren. Kalian tahu nggak, kajian mendalam tentang Idul Kurban, ternyata menyenangkan. Penasaran?

Bagaimana sih latar belakang adanya kurban ini? Yups, Ibadah Kurban adalah salah satu ibadah untuk meraih kedekatan dengan Allah Ta’ala dan juga untuk mengenang pengorbanan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as. Sebagaima Rasulullah saw bersabbda yang artinya:

“Dari Zaid Ibn Argam berkata: para sahabat Rasulullah SAW bertanya: ya Raslullah! Apakah kurban itu? Rasulullah saw bersabda: Sunnah bapakmu Ibrahim” . (HR. Ibn Majah).

Nah, di dalam hadits tersebut, tidak lain adalah peristiwa mengenang peristiwa agung pengorbanan Nabi Ibrahim as yang melihat mimpi bahwa beliau menyemblih putranya, Ismail as.

Baca Juga :

Ketaatan Nabi Ibrahim

Sobat keren, ternyata, di zaman dahulu, masih banyak berlaku pengorbanan manusia. Ih, serem, ya. Maka sesuai dengan keadaan saat itu, Nabi Ibrahim as pun ingin menyempurnakan mimpinya. Beliau as bersedia untuk menyembelih putranya tercinta Ismail as. Nabi Ismail as yang saat itu masih kecil juga bersedia dan taat pada ayahandanya Nabi Ibrahim as. Sungguh luar biasa, ya pengorbanan kedua wujud suci ini.

Nah, yang menjadi pertanyaan, apakah penyembelihan itu terjadi secara nyata? Jawabannya, ketika nabi Ibrahim as hendak menyemblih putranya, turun wahyu bahwa beliau as sudah menyempurnakan mimpinya dan diperintahkan untuk menyembelih hewan sebagai kurban. Nah, sobat keren. ini adalah salah satu latar belakang ibadah kurban dalam Islam, ya!

Baca Juga :

Kurban dan Hikmahnya Memutus Nafsu

Lalu, bagaimana dengan hikmah dari kurban?
Salah satu hikmah kurban adalah sebagaimana hewan yang lemah itu siap berkorban, maka kita juga siap untuk mengorbankan nyawa kita untuk tujuan yang lebih agung. Dengan kata lain orang yang berkorban siap mengorbankan nyawanya jika diperlukan.

Berkorban itu bukan semata menyembelih hewan saja, tetapi kurban juga mengajarkan kita untuk menyembelih hawa nafsu. Sebagaimana Allah Taala berfirman,

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ
"Sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, dagingnya dan tidak pula darahnya, akan tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan darimu." (Al-Hajj : 37)

Jika Sobat keren merenungkan ayat ini secara mendalam, maka sangat jelas inti sari, rahasia, hakikat serta tujuan dilaksanakannya kurban. Ayat ini mengajarkan bahwa, bukanlah perbuatan lahir yang akan menarik keridhaan Ilahi, melainkan jiwa yang menjadi dasarnya dan niat yang ada di belakangnya.

Ya, ternyata daging atau darah binatang yang disembelih itu tidaklah sampai kepada Tuhan, melainkan ketulusan hati. Tuhan menuntut pengorbanan mutlak atas semua yang kita cintai, termasuk harta duniawi, kehormatan, bahkan nyawa sekalipun.

Baca Juga :

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *