Hijrah Bukan Sekadar Pindah

Hijrah Bukan Sekadar Pindah

Hijrah Bukan Sekadar Pindah

admin

January 28, 2021

Assalamu’alaikum, sobat keren!

Mendengar kata hijrah, tentu sudah tidak asing lagi bagi kita bukan? Namun, seperti apa penjelasannya, yuk, kita simak!

Hijrah berasal dari bahasa Arab yang berarti ‘meninggalkan, menjauhkan diri dari keburukan, serta perpindahan atau peralihan dari satu kondisi ke kondisi lain’. Nah, sobat keren, kira-kira siapa nih yang sedang dalam proses hijrah? Semoga kita semua selalu dalam proses hijrah, ya, sobat. Sebab, fase terpenting dalam hidup seseorang ialah ketika kita mengalami perubahan diri ke arah yang lebih baik, atau meninggalkan satu kondisi buruk menuju ke kondisi lain yang lebih baik.

Prosesnya pun tentu tidak mudah, ya. Terlebih, untuk meninggalkan kebiasaan yang sudah dianggap nyaman, pastilah akan penuh cobaan dan tantangan. Namun, disinilah letak pembuktian tekad yang kuat, kesabaran dan juga keteguhan dalam berhijrah.

Seperti yang di katakan Roy T. Bennett, “You never change your life until you step out of your comfort zone; change begins at the end of your comfort zone”, yang artinya “Kamu tidak pernah mengubah hidupmu sampai kamu melangkah keluar dari zona nyamanmu; Perubahan dimulai pada akhir zona kenyamananmu”.

Tapi sobat, kalau kita sudah berada di zona nyaman, kenapa harus hijrah? Yups, itu karena kebiasaan kita yang nyaman tersebut masih bersifat laghaw atau sia-sia. Kita masih melakukan sesuatu yang tidak diridhai Allah Ta’ala. Oleh karena itu, ketika kita menyadari bahwa hal tersebut adalah salah, atau sesuatu hal yang sangat kita cintai ternyata tidak baik, maka kita harus banyak bersyukur kepada Allah Ta’ala, yang telah memberikan kita kesadaran dan petunjuk melalui karuniaNya. Maka dengan jalan hijrahlah kita memulai untuk meninggalkan sesuatu hal yang tidak baik, menuju fase perubahan yang lebih baik dalam ridho Allah Ta’ala.

Pasti berat, tapi kalian harus kuat.

إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَابَكْرٍوَعُمَرَكَانُوامِنْ الْمُهَاجِرِينَ لِأَنَّهُمْ هَجَرُواالْمُشْرِكِينَ وَكَانَ مِنْ الْأَنْصَارِمُهَاجِرُونَ لِأَنَّ الْمَدِينَةَكَانَتْ دَارَشِرْكٍفَ جَاءُواإِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَالْعَقَبَةِ

Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Abu Bakar dan Umar adalah termasuk kaum Muhajirin karena mereka meninggalkan kaum musyrikin, dan di antara kaum Anshar ada kaum Muhajirin karena Madinah dahulu adalah wilayah syirik, lalu mereka menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika malam Aqobah. (H.R.An-Nasa’i. No.4096)”

Hijrah dalam hadits tersebut yaitu, meninggalkan segala bentuk kesyirikan terhadap Allah Ta’ala. Rasululah salallaahu ‘alaihi wasallam meninggalkan kota Mekkah dan berhijrah Madinah, bukan karena beliau kehilangan perlindungan dari orang yang paling berpengaruh. Tetapi, Rasulullah salallaahu ‘alaihi wasallam hijrah atas dasar bimbingan dari Allah Ta’ala, ketika Allah mengabarkan bahwa kaum Mekkah berencana kembali untuk membunuh beliau.

Keputusan beliau untuk berhijrah merupakan peristiwa yang menyakitkan dalam kehidupan Rasulullah salallaahu ‘alaihi wasallam, karena beliau dipaksa meninggalkan tanah air sendiri untuk menghindari pembunuhan. Rasulullah berangkat demi menyelamatkan diri penganiayaan, persis seperti yang diperkirakan oleh Waraqah ibnu Nawfal dua belas tahun sebelumnya. Akan tetapi, Rasulullah menegaskan kembali bahwa perlindungan kepada beliau bukan berasal dari siapapun, melainkan hanya dari Allah semata.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغْ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَٰفِرِينَ
“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepada engkau dari Tuhan engkau, dan jika engkau tidak melakukan hal itu berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah akan melindungi engkau dari serangan manusia, sesungguhnya Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada kaum kafir.”

Nah, sobat keren, jika baginda nabi teladan kita saja mau meninggalkan keburukan, kesyirikan, dan juga kenyamanan demi langkah hijrah menuju kedamaian dan keadaan yang lebih baik, tentu kita pun sebagai pengagumnya, harus rela meneladani langkah hijrah beliau salallaahu ‘alaihi wasallam. Semoga sobat keren yang sedang dalam langkah hijrah, tetap istiqamah di jalan Allah. Aamiin.

 

 

Penulis : Cucu Rahmawati Sahiba

Ladongi, Sulawesi Tenggara


Facebook


Twitter


Youtube


Instagram


Spotify

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *