2 4 min 5 mths

Generasi Islam, Generasi Damai

Dina Mariani

March 6, 2021

Assalamu’alaikum sobat keren, menjaga perdamaian adalah kewajiban yang ditanggung oleh seluruh umat manusia, terlepas dari siapa, dan apa keyakinan yang dianut. Terlebih lagi, untuk kita yang mengaku sebagai umat muslim, dalam hal mana kata Islam sendiri mengakar pada makna damai. Ada banyak cara yang dapat kita lakukan sebagai generasi islam untuk menciptakan perdamaian. Bahkan, sekecil apapun peluang untuk mewujudkan perdamaian, harus kita usahakan dengan maksimal.

Baca juga : Bagaimana toleransi antar manusia dewasa ini

Teladan Perdamaian Bagi Generasi Islam

Allah SWT berfirman :

وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَسَلَّطَهُمْ عَلَيْكُمْ فَلَقَاتَلُوكُمْ ۚ فَإِنِ اعْتَزَلُوكُمْ فَلَمْ يُقَاتِلُوكُمْ وَأَلْقَوْا إِلَيْكُمُ السَّلَمَ فَمَا جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ عَلَيْهِمْ سَبِيلًا

Sekiranya Allah menghendaki, niscaya diberikan-Nya kekuasaan kepada mereka (dalam) menghadapi kamu, maka pastilah mereka memerangimu. Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangimu serta menawarkan perdamaian kepadamu (menyerah), maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka.” (QS. An-Nisa 4:90)

Sobat keren tau nggak, di dalam QS An Nisa ayat 90 terdapat larangan bagi umat Islam untuk memerangi dan menawan orang yang menawarkan perdamaian? Ayat ini turun ketika Nabi ﷺ mendapat kemenangan di perang Badar dan Uhud, dan orang-orang di sekeliling Madinah masuk Islam.

Seseorang dari pihak yang diperangi mendengar bahwa Nabi akan mengirim pasukan Khalid bin Walid ke kaumnya (Bani Mudlaj). Ia menghadap Rasulullah ﷺ dan berkata: “Saya mohon perlindungan tuan dengan sungguh-sungguh untuk diadakan perdamaian dengan kaumku, karena telah sampai berita kepadaku bahwa tuan akan mengirim pasukan kepada mereka. Sekiranya kaum Quraisy tunduk, maka kaumku pun akan tunduk dan masuk Islam. Akan tetapi jika mereka belum tunduk pasti kaum Quraisy akan menyerang dan mengalahkan kaumku”.

Kemudian Rasulullah ﷺ memegang tangan Khalid bin Walid seraya bersabda: “Berangkatlah dengan orang ini dan kerjakanlah apa yang dikehendakinya”. Kemudian Khalid membuat perdamaian dengan mereka supaya tidak berkomplot memerangi Rasulullah ﷺ dan akan tunduk apabila kaum Quraisy telah tunduk. Maka turunlah ayat ini berkenaan dengan peristiwa di atas, yang melarang kaum Muslimin memerangi orang-orang yang telah membuat perdamaian.

Apa yang harus kita lakukan?

Sobat keren, itulah teladan Rasulullah ﷺ dalam menghadapi musuh yang berkehendak untuk berdamai. Allah Ta’ala pun menurunkan ayat yang melarang bagi orang-orang Islam membunuh dan menawan mereka jika mereka sudah menawarkan menempuh jalan damai.

Teladan yang sungguh indah dan kental sekali digambarkan bahwa Rasulullah ﷺ cenderung pada perdamaian. Kita sebagai generasi islam, tentu saja harus dapat mengambil pelajaran dari kisah ini. Mungkin saat ini sudah tidak ada lagi peperangan, namun intoleransi dan perselisihan sering terjadi disekitar kita. Maka sebagai muslim, kita bisa melakukan perubahan dan perbaikan, dimulai dari diri sendiri.

Apa sih yang harus kita lakukan? Di antaranya, jadikan Rasulullah ﷺ sebagai teladan dengan bersikap damai, berlapang dada dengan mereka yang tidak sepaham dengan kita, maafkan mereka yang pernah berbuat dzalim kepada kita. Selain itu, jauhkan diri kita dari segala bentuk dendam, kebencian, dan segala hal yang memicu perpecahan atau bahkan perkelahian. Tempuhlah segala bentuk usaha yang hasil akhirnya adalah perdamaian. So, sobat keren. Mari kita menjadi generasi islam yang menyebarkan perdamaian dalam kehidupan kita


Facebook


Twitter


Youtube


Instagram


Spotify

2 thoughts on “Generasi Islam, Generasi Damai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *