Berhijrah Atau Ikut-ikutan?

Berhijrah Atau Ikut-ikutan?

Berhijrah Atau Ikut-ikutan?

Nurul Khadijah Taufik

March 30, 2020

Assalamualaikum

Sobat keren pasti sudah tahu dong jika kita berbuat baik pasti Allah SWT, akan memberi balasan atau ganjaran kebaikan pula  kepada kita. Baik dalam bentuk apapun atau dalam keadaan apapun juga tanpa diduga sebelumnya.

Akan tetapi hal tersebut haruslah  sejalan dengan niat yang kita lakukan semata-mata hanya karena Allah SWT dan mengharapkan keridhaan-Nya. InsyaAllah, Allah akan selalu  bersama orang-orang yang baik (Shaleh).

Nah jika kita dengar kata hijrah yang saat ini  banyak orang-orang mengungkapkan, bahwa ia ingin mengubah dirinya atau berhijrah ke arah yang lebih baik. Contoh ada seseorang yang tadinya kurang menutup auratnya, sekarang yang terlihat pada dirinya hanya sebatas mata saja, karena cadar telah menutupi kecantikan nya.  Seseorang yang tadinya tidak pernah menyentuh Al-Qur’an sedikitpun, sekarang berbalik ia menjadi orang yang membaca, mengamalkan dan mengajarkan Al-Qur’an.

Tapi apakah mereka telah benar-benar berhijrah? Karena di zaman sekarang ini bisa dibilang orang yang hanya mengikuti apa yang sedang tren atau sedang diminati oleh banyak orang. Terlepas dari ia memang ingin mengubah dirinya kepada hal yang lebih baik, ataukah ia hanya sekedar ikut-ikutan saja ingin terlihat baik di hadapan orang lain. Kita hanya bisa mendoakan semoga apa yang dilakukan seseorang untuk menjadi   yang lebih baik itu diberikan kemudahan dan dapat Istiqomah di jalan yang Allah ridhai.

Sobat keren, ada satu contoh yang saya alami ketika salah satu teman saya, saat di sekolah tiba-tiba dia menggunakan hijab. Padahal dia sama sekali tidak mau  menggunakan kerudung atau hijab sebelumnya. Malah sebelumnya dia bilang  kepada saya, buat apa kamu pakai kerudung? Kan di sekolah juga  tidak ada yang mewajibkan kamu pakai kerudung.

Saat itu saya langsung menjawab, memang apa salahnya memakai kerudung?  Kan di Al-Qur’an pun ada ayat yang menerangkan kita wanita harus menutup aurat. Saat itu dia terdiam,  dan pada saat keesokan harinya dia datang ke sekolah dengan memakai kerudung, Alhamdulillah mungkin ia termotivasi dengan apa yang saya ucapkan.  Tapi saat itu juga salah satu teman saya ada yang menanyakan, tumben kamu pakai kerudung? Lalu dia menjawab, aku kan cuman pengen ikutan biar sama seperti teman-teman yang lain.

Nah sobat keren, dari cerita saya itu cukup jelas juga bukan  mengapa bisa dipertanyakan apakah hijrah yang dilakukan itu semata-mata karena Allah atau kah karena orang lain, dan mengikuti tren saja?

Dia hanya sekedar ikut-ikutan memakai hijab tanpa tahu esensi atau tujuan bahkan menutup aurat seperti apa yang seharusnya dilakukan.

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda ” Janganlah kamu menjadi orang yang ikut-ikutan, yang berkata Bila orang melakukan kebaikan maka aku pun melakukannya. Namun bila orang melakukan keburukan maka aku pun ikut melakukannya juga”. Akan tetapi tempatkanlah diri kalian jika orang lain melakukan kebaikan, maka kamu pun melakukannya namun jika orang melakukan keburukan maka tinggalkan sikap buruk mereka, jangan kamu berbuat zalim. (HR. Tirmidzi)

Nah itulah sobat keren, ada satu pelajaran yang dapat kita ambil bahwa sejatinya berbuat baik atau melakukan amalan yang baik haruslah dibarengin dengan niat keikhlasan yang hanya semata-mata karena Allah SWT. Tak terbayang rasanya jika kita melakukan kebaikan hanya sekedar ikut-ikutan tanpa tahu tujuannya untuk apa. Apalagi jika  mengikuti hal-hal yang buruk yang teman kita lakukan atau bahkan kita mencontoh hal buruk yang orangtua kita kerjakan  maka itu hanya akan merugikan diri sendiri. Maka dari itu tanamkanlah dalam diri kita itu niat dan pemahaman yang benar untuk apa dan untuk siapa kita berbuat kebaikan. Semoga sobat keren yang sudah Istiqomah tetap dalam jalannya yaa, tanpa membebek pada jalan yang lain.

[DISPLAY_ULTIMATE_PLUS]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.