BELAJAR TAUHID DARI CORONA

BELAJAR TAUHID DARI CORONA

BELAJAR TAUHID DARI CORONA

Islam Keren

May 5, 2020

Assalamualaikum sobat keren,

Menyebarnya virus corona atau covid-19 ke penjuru negeri telah membuat manusia penuh dengan kekhawatiran, was- was, gelisah, dan ketakutan yg luar biasa ditambah lagi oleh banyaknya berita atau opini yang tengah beredar di tengah masyarakat seantero jagat. Dari kota sampai ke desa. Dari daratan sampai kelautan bahkan sangat heboh di dunia maya.

Dampaknya adalah dirasakan oleh manusia pada saat ini. Banyak spekulasi banyak prediksi banyak opini yg bermunculan. Umat muslim, umat yg seharusnya mempunyai keteguhan yang hakiki kepada kekuasaan dan ketetapan Allah Taala tentu harus memiliki prinsip yang kuat untuk menyikapi virus corona ini. Jangan sampai rasa gelisah, galau, khawatir dan takut yang berlebihan.

Wabah ini membuat manusia harus sadar untuk kembali sepenuhnya kepada Allah Taala. Banyak merenung, banyak bertafakur, dan untuk banyak bersyukur. Harus sadar sepenuhnya bahwa tidak semua bisa dilakukan tanpa pertolongan Tuhan. Walaupun manusia sepintar apaun, alat secanggih apaun, obar/ vaksin seampuh apaun. Tuhan telah menunjukkan kekuasaanNya lewat makhluk super kecil yang tidak terlihat oleh mata sebagai ujian, sebagai peringatan bahwa kecanggihan manusia memang tidak kuasa melawan virus ini tanpa pertolongan Yang Maha Kuasa dan Maha Hidup.

Manusia banyak mendirikan tempat ibadah, mentereng, indah. Datang ke tempat ibadah, tapi seberapa sering kita menemukan Tuhan?. Ternyata selama ini kebanyakan manusia telah menempatkan Tuhan dalam seremonial belaka. Tak lebih. Meskipun mulut kita sering berkhutbah, penampilan berjubah, berjenggot, jidat menghitam, tapi ternyata masih banyak sembahan lain dalam benak dan hati kita, dan tak menjamin benar-benar hadir bersujud di hadapanTuhan.

Melalui makhluk kecil yang kita ketahui sekarang sangat viral, sangat penomenal Corona namanya atau covid-19, kita diajarkan belajar kembali mengenal Tuhan Yang Maha Hidup, diajarkan kembali betapa tak berdayanya kita sebagai manusia bisa, diajarkan kembali bagai mana cara bersyukur, dan cara bagaimana bisa lebih dekat dengan Tuhan sang Maha Pencipta seluruh jagat raya dan seluruh isinya.

Banyaknya manusia yg tidak bersyukur kepada Allah Taala, tidak taat kepada utusan-Nya, dan tidak taat kepada ulil Amri minkum, membuat Tuhan marah dengan menjadikan virus coronna yang super kecil itu ganas dan berbahaya bak raksasa yang super besar yang hendak melibas spesies yang namanya manusia. Dengan adanya wabah ini, Tuhan telah memerintahkankita untu k taat kepada pemerintah sebagai institusi yg diberikan amanah oleh Tuhan untuk mengatur masyarakat. Supaya perintahnya jangan dilalaikan dan tidak didengar.

Dengan kedatangan virus ini kita juga diajarkan bagaimana untuk bisa taat kepada ulil amri minkum, diajarkan untuk saling mengasihi, saling memberidan saling berempayi antara satu sama lainnya. Diajakan untuk memperhatikan tarbiyat keluarga sendiri.

Ada orang mengaku paling dekat dengan Tuhan tapi mulutnya garang menafikan yang lain. Artinya dia telah menciptakan tuhan menurut persepsinya sendiri. Orang ini telah mereduksi Kemahaluasan Tuhan menjadi sempit. Sesempit pikirannya.

Sebahagian orang yang merasa sangat dekat dengan Allah Taala berpendapat “takutlah hanya kepada Allah jangan takut pada virus Corona”,

Apa dia tahu siapa yang menciptakan virus corona itu?, sesungguhnya dia tidak yakin dengan tauhidnya. Sesungguhnya dia telah menyepelekan ciptaan Allah Taala, sesungguhnya dia tak punya stamina spiritual prima. Dia rapuh, tak punya daya imunitas tauhid. Mengapa demikian sebab virus Corona itu Tuhan yg menciptakan. melawan sunatullah atau bisa disebut qaulu haqqin ala u’ridha bihi al baathil. Pernyataan yang seolah-olah benar tapi mengajak pada yang batil.

Ada lagi sebagian orang yang meniadakan ikhtiar, dengan alasan menyandarkan tawakal kepada Allah ini adalah gejala imunitas iman yang turun. Kenapa….? karena Virus Corona itu sunatullah maka makhluk kecil ini berperilaku sesuai sifat yang diberikan Allah kepadanya.

Mungkin ada benarnya juga orang yang memegang dalil manusia lahir dalam keadaan terikat, tidak punya pilihan, sebab semua sudah ditetapkan di Lauh al Mahfudz jauh sebelum penciptaan makhluk. Memang demikian adanya, tapi Allah Taala, para utusan-Nya, dan para pemegang amanah sebagai pemerintah telah mengajarkan, telah menganjurkan ikhtiar yang terbaik disertai dengan doa yang tanpa henti, untuk taat kepada pemerintah.

Manusia tidak akan bisa lari dari takdir Yang Maha Kuasa, tapi manusia diberi kesempatan untuk merubah takdirnya jadi yang baik dan lebih baik. Diberikan kesempatan untuk berjuang melawan virus ini dengan hal- hal yang baik dan amal sholeh. Rasulullah saw bersabda: Tidak ada yang dapat menolak takdir ketentuan Allah selain doa, dan tidak ada yang dapat menambah umur seseorang selain perbuatan baik. (HR. At- Tirmidzi).

Dalam menghadapi situasi yang sedang dihadapi ini Rasulullah saw telah mengajarkan dan menasihatkan umatnya untuk bersabar sambil mengharapkan dan memohon pertolongan dari Allah Swt. Siti Aisyah ra, telah menyampaikan satu sabda dari Rasulullah saw; “ Zaman dulu Tha’un adalah siksa yang dikirimkan Allah kepada siapa yang dikehendaki oleh-Nya, tetapi Allah menjadikannya rahmat bagi orang yang beriman. Tiada seorang hamba yang sedang tertimpa tha’un  kemudian menahan diri  di negrinya dengan bersabar seraya menyadari bahwa tha’un tidak akan mengenainya selain karena telah menjadi ketentuan Allah untuknya, niscaya ia akan memperoleh ganjaran seperti pahala orang yang mati syahid. (HR. Bukhori).

Penulis : Kamal Yusuf

[DISPLAY_ULTIMATE_PLUS]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.