AMALAN MUTTAQI

AMALAN MUTTAQI

AMALAN MUTTAQI

Islam Keren

May 21, 2020

Assalamu’alaikum sobat keren,

Allah SWT Berfirman  :

“Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu supaya kamu bertakwa”.

Jika kita lihat maksud dari puasa di bulan Ramadhan, sangat jelas bahwa tujuan utama dari puasa Ramadhan adalah meraih ketakwaan. Seseorang yang memahami maksud dan tujuan tersebut, akan senantiasa terbetik dalam hatinya suatu tekad bahwa “selama Ramadhan ini saya akan fokuskan perhatian saya pada peningkatan ibadah saya (kwantitas dan kwalitas), yang dengan itu tujuan puasa itu dapat diraih”.

Ketika kesadaran ini tumbuh dalam benak kita, maka insyaallah Ramadhan yang kita jalani ini akan menjadi sarana peningkatan rohani kita dan turunnya berkat rahmat dari Allah Ta’ala. Sebab puasanya tersebut pasti dihiasi dengan berbagai macam ibadah.

Sebaliknya, ketidakfahaman akan maksud dan tujuan puasa Ramadhan akan mematikan ghairah untuk menjalankan ibadah-ibadah lainnya. Jangankan untuk melakukan ibadah-ibadah tambahan, terkadang untuk menjalankan puasanya saja terasa berat. Yang pada akhirnya untuk mengisi masa-masa Ramadhan itu dicarilah kesibukan-kesibukan lain, tradisi-tradisi lain yang asing dan laghau.

Untuk itu maka penting memperhatikan dan mengupayakan amalan-amalan apa saja yang baik dilakukan selama Ramadhan?

Al-Quran Karim Surah Adz-Dzariyat ayat 15 sampai dengan 19, memberikan sebuah penggambaran tentang amalan orang-orang yang bertakwa. Sebagaimana difirmankan:

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air. Mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah). Dan pada harta benda mereka ada hak orang miskin yang meminta, dan orang miskin yang tidak meminta”.

Jadi, jika kita merujuk pada ayat tersebut, maka kita dapati ada empat amalan yang biasa dilakukan oleh orang-orang muttaqi:

Pertama disebutkan bahwa   Yakni dalam menjalani kehidupannya orang-orang muttaqi dikenal sebagai orang yang biasa berbuat baik. Mereka bukan orang yang gemar berbuat huru-hara, mencemooh atau segala hal yang membuat orang lain rugi. Sebaliknya mereka adalah orang-orang yang senang menebar senyum, kasih-sayang, kedamaian dan manfaat.

Rasulullah saw bersabda; “Tidaklah beriman salah seorang dari kalian sebelum ia sukai bagi saudaranya apa yang ia sukai untuk dirinya sendiri”.

Jadi fitrah manusia itukan selalunya ingin hal-hal baik terjadi pada dirinya. Namun iman menuntut agar seseorang tidak hanya mengharapkan kebaikan untuk dirinya sendiri tetapi juga membagikan kebaikan itu kepada saudaranya, orang-orang disekitarnya baik yang ia kenal atau tidak ia kenal.

Karenanya penting bagi kita untuk memperhatikan hal ini dengan mengintrospeksi diri, karena perilaku baik bukan hanya sekedar image diri. Lebih mulia dari itu ia merupakan identitas dari keimanan seseorang.

Amalan kedua dari orang-orang muttaqi adalah  yakni “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam”.

Jadi amalan baik lainnya dari orang muttaqi adalah mereka tak terbuai oleh nyamannya suasana amalan, sehingga mereka selalu menjaga malam dengan melaksanakan shalat. Rasulullah saw bersabda :

“Shalat yang paling utama sesudah shalat fardhu adalah shalat malam (Tahajjud)”. (HR. Muslim)

Ada banyak sekali manfaat dan janji keberkatan dari Shalat Tahajjud ini. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :

“Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”.

Dan Hadhrat Masih Mau’ud, Mirza Ghulam Ahmad as pernah berpesan :

“Pada malam terdapat sebuah berkat, yakni Allah Ta’ala pun telah menetapkan malam sebagai waktu untuk menganugerahkan karunia-karunia-Nya. Untuk itulah tahajjud diperintahkan malam hari.”

Jadi jelas bahwa banyak manfaat dan keberkatan yang akan kita raih dengan menghidupkan shalat malam ini, dan Ramadhan sebetulnya memudahkan kita untuk mengamalakan itu. Karena pada dini hari kitamemiliki kewajiban untuk bersahur, sehingga bisa diupayakan, disiasati agar amalan ini atau shalat tahajjud ini terlaksana.

Amlaan ketiga adalah  “Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan”. Banyak tuntunan agama terkait istighfar ini. Tidak hanya sebatas permohonan ampun atas suatu dosa, bahkan ia juga merupakan sarana bagi perlindungan kita agar terhindar dari segala keburukan secara duniawi maupun akhlaki. Rasulullah saw dikatakan biasa membaca istighfar sekurang-kurangnya 70 kali dalam sehari semalam.

Berkenaan dengan apa itu istighfar? Apa manfaatnya? Dan mengapa kita harus memperbanyak istighfar? Hadhrat Masih Mau’ud as pernah bersabda :

“Dosa adalah suatu virus yang bercampur di dalam darah manusia. Namun pengobatannya dapat dilakukan melalui istighfar. Apa itu istighfar? Adalah dosa-dosa yang telah dilakukan, maka Allah Ta’ala melindungi manusia dari dampak-dampak buruknya…”(Malfuzat, jld V hal 249)

Amalan keempat dari seorang muttaqi adalah “Dan pada harta benda mereka ada hak bagi orang miskin yang meminta dan bagi yang tidak meminta”.

Amalan baik lainnya dari orang yang bertakwa adalah kedermawanan. Yakni seorang yang muttaqi senantiasa menyisihkan dari hartanya suatu bagian untuk mereka yang kurang beruntung, untuk para fakir, untuk anak-anak yatim atau untuk karib kerabatnya.

Anas bin Malik ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Sedekah paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Al-Tirmidzi)

Terkait dengan kedermawanan ini, menjadi suatu hal yang demikian penting menjadi perhatian kita saat ini. Kita lihat bahwa covid_19 telah memberikan dampak yang cukup hebat terhadap kondisi sosial dan juga ekonomi masyarakat. Banyak orang yang kehilangan mata pencaharian karena pembatasan aktifitas, kekurangan bekal hidup dan kondisi-kondisi memprihatinkan lainnya. Karenanya sifat dermawan, keinginan untuk berbagi kepada orang lain atas apa yang kita miliki ini bisa menjadi solusi dari kondisi yang buruk tersebut di samping menjadi amal baik yang berpahala besar tentunya karena dilakukan sesuai dengan tuntunan dan kondisi yang tepat.

Jadi demikianlah bimbingan al-Quran tentang amalan dari orang-orang muttaqi, yang tentunya patut menjadi tauladan dan warna yang menghiasi kehidupan kita. Semoga Allah Ta’ala memungkinkan kita untuk meningkatkan kualitas dari amal-amal baik kita yang darinya menjadi wasilah turunnya rahmat dan keridhoan Allah swt. Aamiin

Penulis : Harpan Aziz Ahmad

[DISPLAY_ULTIMATE_PLUS]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.