Ubah Kebiasaan, Agar Salatmu Menyenangkan

Assalamu’alaikum. Sobat keren,

Bagaimana masa mudamu, begitulah masa tuamu.

Sebuah nasihat yang sering kita dengar, bahwa keadaan seseorang sangat dipengaruhi oleh kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan. Seseorang yang memiliki penyakit pencernaan, sebagian besar adalah mereka yang punya kebiasaan buruk dengan makanan yang dikonsumsi. Mereka yang malas membiasakan diri untuk berolah raga, maka aktivitas ringan seperti jalan kaki pun akan menjadi berat untuk dilakukan.

Demikian halnya dalam aktivitas ruhani seperti salat. Mereka yang terbiasa menyepelekan waktu salat, akan terbiasa melambatkan langkahnya meskipun sangat keras terdengar suara azan.

Sobat keren, untuk mengubah hidup, kita harus mau mengubah kebiasaan. Karena berawal dari sebuah kebiasaan, sebuah aktivitas akan menjadi sebuah perilaku, dan pada akhirnya itulah akan menjadi kenikmatan yang ingin selalu kita tunggu dan terus kita cari manfaatnya. Lalu bagaimana caranya agar bisa mengubah kebiasaan salat menjadi tepat waktu dan menyenangkan?

Pertama, kita bisa memulai dengan menentukan aktivitas salat sebagai sebuah kebiasaan baru yang lebih baik. Barangkali ada dari kita yang masih merasakan malas saat azan berkumandang, ingin berubah menjadi yang paling cekatan meraih shaf paling depan. Atau yang awalnya hanya sekedar salat, menjadi sebuah aktivitas yang tepat waktu. Tanamkan kegiatan baru ini sebagai sebuah niat yang harus dengan kuat kita raih.

Kedua, paksakan untuk menantang diri kita sendiri melakukan kebiasaan baru ini selama 30 hari tanpa putus. Bahkan kita bisa menggunakan alat bantu kalender atau catatan kecil untuk mengetahui progress harian kebiasaan baru ini. Misalnya jika kita gagal di hari ke sebelas, maka hitungan akan mundur kembali mulai dari hari ke-1. Begitu terus sampai berhasil.

Ketiga, gunakan teknik jangkar. Banyak dari kita yang melakukan teknik ini namun tidak menyadarinya. Misalnya ketika bel akhir sekolah berbunyi, kita akan secara otomatis mengemasi buku-buku dan bersiap untuk pulang. Lakukan hal tersebut dalam salat. Ketika kita mendengar azan, maka bergegaslah berwudu untuk bersiap salat. Lama-kelamaan ‘pemaksaan’ ini akan meng-otomatis-kan alarm salat yang terpicu seketika kita mendengar azan.

Terakhir, setialah dengan komitmen dan teruslah lakukan aktivitas ini meskipun kita sudah mencapai target 30 hari yang kita tetapkan di awal. Lebih jauh lagi, kita bisa semakin meningkatkan target ini menjadi 30 hari berikutnya, terus dan terus. Sampai akhirnya kita akan lupa dengan kalender dan catatan hari yang kita buat, karena aktivitas salat tepat waktu ini sudah menjadi program yang terunduh otomatis dalam diri kita.

Follow by Email
Facebook
Twitter
Instagram