Salat Dengan Kesempurnaan Tujuan

Assalamu’alaikum, sobat keren. Pernah tidak kalian merasa, sudah melaksanakan salat tetapi hati masih terasa hambar, dan juga gelisah? Pernah tidak kalian bertanya pada diri sendiri, darimana letak kegelisahaan itu menghampiri, padahal ibadah sudah dikerjakan? Bukankah mendapatkan  ketenangan jiwa, hati, dan juga pikiran merupakan sari dari nikmatnya salat?

Jika kita ulas lebih dalam, tentu banyak sekali faktor yang menyebabkannya. Maka, pada saat kita mendirikan salat, diperlukan perhatian yang lebih dalam sebagai bentuk ibadah yang paling sederhana untuk mendekatkan diri kepada  Tuhan. Kita bisa melakukan upaya untuk bisa menemui inti dari ibadah salat, dengan mengingat dan memperbaiki niat dan tujuan salat.

Seperti yang sudah disampaikan Al-Qur’an dalam surat Al-Kautsar ayat 2,

 “Maka salatlah bagi Tuhan engkau, dan berkorbanlah”

Membaca ayat di atas, maka seharusnya kita melaksanakan salat dengan tujuan semata-mata akan bertemu dengan Tuhan. Salatlah karena kita sangat membutuhkannya, dan karena ingin berkomunikasi dengan Tuhan. Semakin kita ingin dekat denganNya, maka salatlah dengan penuh harapan, yang akan menuntun kita kepada berkat dari Tuhan.

Salat pun sebaiknya dilakukan dalam keadaan suka ataupun duka dengan penuh kerendah hatian. Tidak hanya salat dengan tujuan untuk melaksanakanya karena kewajiban, karena hal tersebut akan hampa tanpa adanya upaya lebih apapun, dan hanya akan menghasilkan gerakan-gerakan tanpa arti. Salat yang demikian justru akan menjadi bumerang terhadap diri kita sendiri karena kita akan merasa salat kita adalah sebuah beban.

Upaya yang lain, bisa kita pertajam dengan cara memahami setiap arti dari doa yang dibaca di dalam salat. Bukan sekadar mengucapkan tanpa mengerti maknanya. Setelah itu, kita bisa memperbaiki setiap gerakannya supaya lebih sempurna, dan menjauhi segala hal-hal yang akan menjatuhkan salat. Dengan begitu, kusyuk dalam salat akan kita dapatkan. Meskipun godaan Ketika salat selalu datang menghampiri, namun akan muncul hasrat pada diri kita untuk Kembali fokus di dalam salat yang sedang didirikan.

Itulah gunanya tujuan yang lebih terarah dan itulah yang disebut dengan upaya dalam mendirikan salat, supaya sari dari mendirikan salat dapat kita raih. Terjauh dari rasa gelisah, dan mendapatkan ketenangan jiwa merupakan salah satu sari dari nikmatnya salat.

Nah, sobat keren. Semoga kita semua selalu menjadi seseorang yang dawam dalam mendirikan     salat untuk Allah taala, juga mendirikan semua ibadah yang diperintahkan-Nya dengan penuh pengorbanan dan keikhlasan. Jadikanlah salat layaknya makanan yang akan meredakan rasa lapar, karena salatlah yang akan menjadi pemenuh kebutuhan pokok dalam hidup kita.

Postingan Terbaru