New Normal: Bagaimana Seharusnya Kita Bersikap?

Assalamu’alaikum sobat keren. Kita saat ini tengah memasuki fase baru dalam pandemi. Fase new normal.

Bahasan tentang new normal, belakangan merebak di berbagai media sosial. Mulai dari grup keluarga hingga alumni, semua menyerukan kaidah-kaidah untuk segera diadaptasi. New Normal atau tata kehidupan baru menjadi perhatian setiap orang. Tentu saja, karena tak satu pun dari kita yang ingin pandemi covid-19 semakin panjang.

Banyak upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi penyebaran virus covid-19. Mulai dari physical distancinglockdownWork From Home, hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Setelah kurang lebih tiga bulan pemberlakuan berbagai kebijakan tersebut, pemerintah akhirnya menerapkan new normal sebagai langkah ‘bersahabat’ dengan corona, juga agar kestabilan ekonomi kita kembali seperti semula.

Menerapkan new normal, bukan berarti virus tersebut telah sepenuhnya hilang dari muka bumi. Namun, justru ini langkah awal bahwa kita harus mulai terbiasa hidup berdampingan dengan virus tersebut. Artinya, setiap orang tetap bisa terjangkit kapan pun dan dimanapun. Tapi, kehati-hatian tetap harus menjadi perhatian nomor satu.

Baca juga : BELAJAR TAUHID DARI CORONA

Tetapi sayangnya, kebanyakan dari kita masih saja banyak yang menganggap enteng wabah virus ini. Padahal, Rasulullah ﷺ pernah bersabda bahwa, “Barangsiapa membahayakan orang lain maka Allah akan membalas bahaya kepadanya dan barangsiapa menyusahkan atau menyulitkan orang lain maka Allah akan menyulitkannya.” (HR. al-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Itu artinya, agama pun telah menekankan kewajiban untuk waspada terhadap apa yang terjadi dan jangan sampai membahayakan diri sendiri, apalagi orang lain di sekitar kita. Melindungi diri dari terjangkitnya virus ini, adalah sebuah ikhtiar yang harus kita lakukan demi kebaikan bersama.

Dalam menyikapi New Normal tersebut, sebaiknya kita tetap waspada dan selalu mengikuti anjuran pemerintah tentang protokol kesehatan ketika berada di kerumunan, tempat-tempat umum dan sosial, tak terkecuali tempat-tempat ibadah.

Ketika masyarakat disiplin dengan semua yang dianjurkan pemerintah, maka yakinlah wabah tidak akan bertambah parah. Karena saat ini, menjaga kebersihan bukan sekadar bagian dari iman, melainkan sebuah bentuk kesadaran dan ujian ketaatan.

Note : Jika postingan ini dirasa bermanfaat silahkan untuk menshare kembali.