Muslim itu Saudara

Assalamua’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

Sobat keren! Zaman sekarang, orang-orang mulai gapeduli dengan namanya ikatan persaudaraan. Boro-boro persaudaraan beda agama, yang seagama aja terkadang malah bermusuhan.

Sobat keren ngerasa gak, kalo kebanyakan orang itu cuma mau berbuat baik dengan orang yang berbuat baik atau menjalin silaturahmi dengan orang yang mau menjalin silaturahmi sama dia. Jarang loh orang yang inisiatif sendiri untuk memulai. Intinya, orang akan memperlakukan orang lain sesuai dengan apa yang diperlakukan orang lain kepadanya. Bener gak? Hehe

Seharusnya, berbuat baik itu tidak boleh membedakan apakah orang itu baik pada kita atau tidak. Berbuat baik itu wajib dan harus kepada siapapun.

Terus gimana kalo kita ada perselisihan dengan teman kita dan membuat kita bertengkar?? Waah jangan jangan kita malah makin menjauhi teman kita, atau bahkan sampai memutuskan tali silaturahmi. No! Jangan sampe kayak gitu ya sobat keren.

Kita sebagai orang muslim diwajibkan untuk tetap menyambungkan tali persaudaraan dan haram hukumnya loh kalo sampe memutuskan hubungan yang nantinya bakal nimbulin perpecahan. Jadi, meskipun kita memiliki masalah dengan teman kita apalagi itu sesama muslim, sebaiknya selesaikan dengan baik-baik. Masalah itu terjadi karena ada yang salah. Oleh sebab itu, cari dulu kesalahan itu dimana. Jika kita yang salah, kita wajib meminta maaf dan jika orang lain yang berbuat salah, kita juga wajib untuk memaafkan.

Namun, terkadang orang-orang lebih suka menyalahkan orang lain sampai menganiaya orang yang disalahkan itu, karena dia merasa benar.

Dari Ibnu Umar ra ia berkata, Rasulullah saw bersabda:

“Sesama muslim itu bersaudara, karena itu jangan menganiaya dan mendiamkannya.” (HR Bukhari – Muslim)

Tuh sobat keren, menganiaya orang lain itu tidak boleh loh. Apalagi kita sesama muslim, saudara itu harus menyayangi satu sama lain bukan nya menganiaya salah satu dari mereka. Bahkan berdasarkan hadist di atas, kita juga jangan mendiamkan saudara kita. Maksudnya saat saudara kita melakukan kesalahan, kita juga tidak boleh mendiamkannya karena kesal. Lebih baik, kita memberitahu kesalahan mereka apa secara baik-baik. Namun, jika memang mendiamkan itu diperlukan agar mereka berfikir atas kesalahan mereka, itu diperbolehkan. Tapi dikatakan dalam salah satu hadist, bahwa seorang muslim tidak boleh mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari. Jadi, setelah tiga hari itu lebih baik kita saling memaafkan dan sekaligus memulai untuk menjalin silaturahmi kembali.

Namanya juga saudara, ya harus saling menyayangi.

Kalau saling menganiaya, itu musuh namanya!

Follow by Email
Facebook
Twitter
Instagram