Islam Is Not Only Religion, It’s The Way Of Life

Assalamu’alaikum sobat keren.

Berapa banyak waktu yang diberikan dalam sehari semalam? Dua puluh empat jam atau 1440 menit. Pertanyaannya, mengapa dalam waktu yang sama, ada seseorang yang sudah bisa meraih gelar doktor sebelum mencapai 30 tahun. Ada yang sudah bisa menghafal Alquran dengan mutqin sejak belia. Tapi ada juga yang baru belajar membaca dan menghafal surat pendek setelah masuk usia pensiun.

Sebagian alasan yang muncul adalah karena tingkat kecerdasan manusia berbeda-beda. Namun alasan tersebut sepertinya kurang tepat. Bukankah dalam sebuah kelas di sebuah perguruan tinggi, semuanya sudah melalui seleksi yang sama? Maka jika semua bisa duduk bersama di bangku kuliah, bukankah hal itu berarti semua memiliki standar IQ yang rata-rata sama? Begitu pun orang tua yang mengirimkan putra-putri mereka ke kelas tahfidz, pengelola sekolah pasti mengelompokkan sesuai umur atau kemampuan membaca. Sehingga seperti bukan alasan jika tidak ada kesuksesan target hafalan yang diraih, dengan alasan kecerdasan yang tidak sama.

Sobat keren, Allah taala memberikan sebuah peringatan tentang suatu hal yang sederhana, namun akan sangat membunuh para pemiliknya yang tidak pernah menyadari dan menyia-nyiakannya. Waktu.

Ditafsirkan dalam surat Al-Ashr, bahwa setiap manusia diberikan waktu dan kewajiban yang sama oleh Allah, tanpa ada perbedaan satu detik pun. Namun, masih banyak dari kita yang lalai dengan waktu, terutama dalam hal beribadah kepada Allah. Padahal jika mau mencermati, ibadah yang Allah ajarkan melalui salat tepat waktu, puasa, zakat rutin, dan sebagainya, adalah cara Allah melatih kita untuk disiplin dengan waktu.

Salat hanya butuh 25 menit dalam 24 jam, zakat pun hanya sekali dalam setahun dan itu pun hanya bagi yang memenuhi syarat, puasa wajib cukup 30 hari dalam 365 hari yang kita miliki. Namun itu semua, adalah langkah kecil bagi kita untuk melatih disiplin, agar kita tetap bersemangat untuk meraih kesuksesan dalam planning duniawi lainnya. Ibadah punya waktu, dan semangat beribadah hanya soal waktu. Kalian, mau mulai kapan?

Follow by Email
Facebook
Twitter
Instagram